Pemberian Bantuan Modal Kerja, 29 September 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 September 2020
Kategori: Sambutan
Dibaca: 52 Kali

SESI PERTAMA

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati Bapak Menteri Koperasi dan UKM, Pak Teten;
Yang saya hormati Pak Menteri Sekretaris Negara, Profesor Pratikno;
Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati.

Jadi pertama saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak-Ibu semuanya di Istana Bogor ini. Yang kedua, saya tahu Bapak-Ibu semuanya ada yang pedagang rumahan ada? Siapa? Banyak. Ada yang pedagang kaki lima? Banyak juga. Ada yang asongan? Ada? Satu. Ada yang apa lagi? Yang lain apa berarti? Pedagang pasar? Pasar ya, pedagang pasar ada, oke.

Ya kita tahu bahwa sekarang ini memang baru pada kondisi pandemi COVID-19. Semuanya merasakan, termasuk Bapak-Ibu semuanya, saya kira merasakan semuanya, benar? Ini terjadi tidak hanya di Indonesia, terjadi di 215 negara. Kondisinya sama persis, kesulitan-kesulitannya, kesusahannya, semuanya sama. Tidak hanya yang kecil tidak hanya mikro, yang menengah, yang gede, semuanya juga pada posisi yang sama, kesulitan semuanya.

Oleh sebab itu, pada kondisi seperti ini kita harus ya kerjanya lebih keras lagi, harus bertahan dan bekerja lebih keras lagi. Memang kalau ditanyakan saya kira sama, saya sudah bertemu dengan ribuan pengusaha kecil dan mikro, sama omzetnya turun separuh, ada yang omzetnya turun sepertiga, ada keuntungannya turun lebih dari separuh, ada yang keuntungannya tinggal seperempat, tahu. Dan itu dialami oleh yang menengah, maupun yang besar.

Oleh sebab itu, dalam kondisi seperti ini yang paling penting sekali lagi semangat kerja jangan turun dan kita harapkan insyaallah nanti di bulan Desember sudah mulai vaksin masuk. Nah, pada kondisi nanti tahun depan sudah agak normal, Bapak-Ibu sekalian jangan sampai kehilangan momentum. Artinya, pada saat sudah normal malah modal kerjanya sudah enggak ada. Lah, ini yang harus betul-betul dihitung betul bahwa yang namanya ya usaha itu pasti naik turun. Itu hal yang biasa, saya mengalami. Saya dulu mulai juga seperti Bapak-Ibu sekalian, jadi saya mengalami, saya ngerti. Jadi sekali lagi, semangat kerja jangan sampai kendur, kemudian pertahankan agar usaha Bapak-Ibu sekalian jangan sampai tutup, jangan sampai rugi. Untung sedikit enggak apa-apa, tapi jangan sampai pada kondisi tutup. Karena begitu tutup, itu nanti untuk memulai lagi pada kondisi normal di awal tahun depan itu akan lebih sulit lagi.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Bapak anunya apa? Usahanya? Iya?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Kantin sekolah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, kantin sekolah.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Iya, kantin sekolah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terus sekolahnya sekarang tutup?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Ya itu tutup sekarang mah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya sekolahnya kan tutup, berarti kantinnya juga tutup.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Iya tutup, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tutup?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Heem.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terus Bapak jualan untuk siapa sekarang?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Ya di rumah, kebetulan pinggir jalan masih bisalah gitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oke, berarti masih bisa. Itu yang namanya semangat kerja tetap bertahan. Jangan sampai kita kehilangan peluang dan kesempatan. Ya, memang inilah sebuah cobaan besar untuk kita semuanya dan ya harus kita hadapi. Cobaan, ujian dari Allah itu harus kita hadapi dan kita ambil hikmahnya. Jangan sampai ada yang mengeluh dan jangan sampai ada yang, sekali lagi ada yang tutup usahanya, harus bertahan terus.

Oke sekarang omzet berapa? Dulu berapa?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Ya dulu, per bulan Pak? Sampai Rp5 juta lah gitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Per bulan sampai Rp5 juta? Oh, ya besar itu.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Sekarang mungkin ya Rp2 juta lah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya berarti masih, oke masih, berarti masih, masih, masih baik lah. Kalau Rp2 juta saya kira masih baik, oke.

Yang lain yang apa tadi? Yang pedagang kaki lima? Ada? Ya silakan, Bu. Di mana? Jualan apa? Di mana? Jualan apa?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Tika jualan di Jalan Malabar, Gang Maksindo jualan gado-gado.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, di Malabar jualan gado-gado. Gado-gado itu modalnya berapa sih?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Gado-gado Rp500 ribu Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oke Rp500 ribu, kalau dulu jualan sehari bisa berapa?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Sehari Rp150 ribu, kalau sekarang Rp75 ribu paling, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Separuhnya? Oke. Ya semuanya sama lah, saya kira yang dulu-dulu yang saya tanya juga turunnya separuh, sampai separuh lebih. Ya gado-gado, hanya gado-gado aja?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Sama ketoprak Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sama ketoprak.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Tapi maaf Pak, sekarang kan lagi pandemi, sedangkan di sepanjang Jalan Malabar itu mau dibongkar.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dibongkar?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Iya, akhir November itu mau dibongkar.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dibongkar?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Iya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang bongkar?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Awal November sekarang, Pak. Jadi gimana kalau lagi pandemi gini, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oke, itu dari pemerintah kota. Nanti saya tanyakan ke Pak Menteri. Oke.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Makasih, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, sama-sama.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya memang di lapangan kejadiannya sering seperti itu, saya kira ya semuanya harus dihadapi. Oke.

Yang ini, apalagi tadi? Yang asongan tadi? Ada? Ya apa jualan? Di mana?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Wa’alaikumsalam.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Saya kebetulan sudah lama sih Pak, ya diasong keliling sekitar Kota Bogor.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Keliling di Kota Bogor gitu?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Ya pasarannya, pasar Bogor gitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, apa yang dijual?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Yang dijual permen, tisu gitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Berapa modal itu kalau untuk…

Penerima Bantuan Modal Kerja
Modalnya paling sekitar Rp1 jutaan, segala macam makanan itu, kopi gitu Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Omzetnya berapa sehari?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Sebelum COVID-19 lumayan sih ya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Lumayan itu berapa?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Sekarang menurun hampir 70 persen, capai.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dulu berapa?

Penerima Bantuan Modal Kerja
70 persen enggak adanya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dulu bisa dapat berapa sehari?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Ya alhamdulillah kalau dulu mah kebagian lah Rp150-200 ribu, cepe gitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sekarang?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Sekarang mah kadang Rp60 ribu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya tapi masih dapat.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Ya, alhamdulillah lah.

Presiden Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Harus disyukuri, semuanya harus disyukuri Pak, kalau… wong yang namanya negara saja defisit kok. Negara sama, jadi negara ini di tahun ini, itu kita minus income pendapatannya. Bukan sesuatu yang gampang, sama sebetulnya, sama. Sehingga sekali lagi saya harapkan jangan semangatnya kendur. Harus tetap bertahan terus, berjualan meskipun untungnya kayak tadi Rp60 ribu atau Rp50 ribu atau Rp75 ribu. Sudah yang penting harus ada keuntungan di situ. Dan mungkin kerja lebih keras lagi, enggak mungkin kayak hari biasanya, enggak mungkin. Saya kira memang kondisinya sangat-sangat sulit, tetapi insyaallah nanti kalau vaksinnya akhir tahun ini sudah bisa disuntikkan kepada masyarakat, kondisinya akan sedikit demi sedikit akan mulai pulih kembali normal. Insyaallah tahun depan, kita berdoa semuanya ya.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi saya sangat menghargai kehadiran Bapak-Ibu semuanya. Tadi sudah diberi semuanya ini? Sudah? Sudah diberi tahu isinya? Sudah diberi tahu isinya berapa? Sudah? Berapa isinya?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Rp2.400.000.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Rp2.400.000, oke berarti sudah diberi tahu. Oke, berarti untuk modal gado-gado sudah lebih itu. Tapi jangan hati-hati, jangan dibelikan handphone sisanya ya, harus disimpan untuk kalau-kalau memerlukan untuk perluasan usaha. Itu juga tadi yang asongan misalnya masih ada sisa dari Rp2,4 juta tadi dipakai untuk memperbanyak produk yang ada yang kita jual. Harus seperti itu, berpikirnya harus berpikir pengusaha, harus berpikir seperti itu. Jangan sampai itu ada sisa, kemudian dibelikan ke hal-hal yang konsumtif.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi terima kasih atas kehadirannya.

Saya tutup.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


SESI KEDUA

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati Bapak Menteri Koperasi dan UKM, Pak Teten Masduki;
Yang saya hormati Bapak Menteri Sekretaris Negara, Profesor Pratikno;
Bapak-Ibu sekalian.

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran di Istana Bogor ini. Saya tahu bahwa kondisi usaha saat ini berada betul-betul pada posisi yang tidak mudah, pada kondisi yang sangat sulit, benar? Kalau dibandingkan dengan situasi normal sebelumnya. Tapi kita harus tahu bahwa ini dialami oleh hampir semua negara, 215 negara mengalami hal yang sama dengan kita, kondisinya sama. Yang sulit tidak hanya yang mikro, yang kecil, tapi yang menengah, yang gede, semuanya juga pada kondisi yang sulit karena pandemi COVID-19.

Oleh sebab itu, saya mengajak pada Bapak-Ibu sekalian jangan menyerah, harus semangat kerjanya ditambah, semangat kerjanya jangan sampai kendur. Saya tahu yang dulu mungkin omzetnya sehari bisa Rp500 ribu sekarang tinggal Rp200 ribu. Yang untungnya dulu Rpp200 ribu, sekarang tinggal Rp100 ribu misalnya. Ya memang semuanya mengalami, saya tahu, saya ngerti di lapangan seperti itu, semua negara mengalami. Yang gede mengalami, yang menengah, usaha-usaha menengah juga sama kondisinya.

Oleh sebab itu, jangan mengeluh, jangan menyerah, semua harus dengan semangat kerja yang tinggi. Dan kita harapkan nanti setelah mulai divaksin, suntik vaksin, insyaallah nanti di akhir tahun ini atau awal tahun depan kondisi akan mulai membaik normal. Nah, pada kondisi seperti itu jangan sampai Bapak-Ibu kondisinya sudah tutup, usahanya sudah tidak ada. Lah, sulit membangunnya lagi sulit. Oleh sebab itu, saya minta kita semuanya bertahan.

Tadi ada yang cerita, Pak ini sekarang untungnya sehari biasanya Rp300 ribu, sekarang hanya Rp75 ribu. Masih untung itu, masih alhamdulillah, harus bertahan terus, harus kerja lebih keras lagi dalam kondisi seperti ini.

Saya tahu Bapak-Ibu ada yang pedagang di rumah, di rumahan? Oh yang Ibu-ibu itu semuanya rumahan semuanya. Oh Bapak juga, Ibu juga. Yang pedagang kaki lima? Oh banyak ini, tadi sedikit, banyak. Yang asongan? Enggak ada? Yang pedagang pasar? Enggak ada juga, Oke. Sama kondisinya semua usaha sekarang ini, saya tanya yang gede, saya tanya yang menengah, saya tanya yang kecil, saya tanya yang mikro, saya tanya semuanya. Saya ini kan selalu di lapangan, saya tanya satu-satu.

Oleh sebab itu, hari ini kita serahkan bantuan modal kerja ini. Ini sudah terima semuanya? Pegang? Sudah ya? Sudah tahu isinya berapa? Rp2,4 juta ya, sudah isinya ini. Dan kita harapkan dengan tambahan bantuan modal kerja ini, produk yang disajikan, yang dijual bisa lebih banyak lagi. Nanti pada saat kondisinya sudah normal Bapak-Ibu siap, oh, produk saya biasanya banyak 60 macam, sekarang menjadi 100 macam. Ini sehingga lebih menarik lagi bagi pembeli ya.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Saya minta yang pedagang kaki lima tadi mana? Coba, Pak. Apa? Jualannya apa? Di mana?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati Bapak Presiden, Bapak Menteri.

Saya Aman Nurmansyah, saya jualan cakwe, odading ya di Jalan Lodaya dekat Pajajaran, Jalan Pajajaran. Sebelumnya saya sudah banyak usaha, tapi ya gitu Pak, jatuh bangun, jatuh bangun.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Biasa jatuh bangun, saya juga mengalami.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Saya enggak menyerah teruslah berjalan, alhamdulillah sekarang juga tetap lanjut Pak, walaupun omset agak menurun. Yang penting, kita bisa bertahan buat sehari-hari.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu, itu yang penting.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Iya Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu yang penting. Omzet berapa sih sekarang?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Omzet kalau sebelum pandemi ya benar kata Bapak tadi, ya kita nyampe Rp500-600 ribu. Tapi sekarang setelah pandemi ya agak menurun Pak, paling dapat Rp250-200 ribu gitu Pak. Ya syukur alhamdulillah Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Disyukuri, ya harus disyukuri, harus tetap disyukuri.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Alhamdulillah Pak, kita masih tetap berjalan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Usaha gede yang tutup aja banyak, yang menengah aja yang tutup banyak, restoran yang tutup juga banyak. Saya kira disyukuri masih ada keuntungan, masih ada omzet itu harus kita syukuri ya.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Ya saya berterima kasih banget sama Bapak dapat bantuan ini. Setidaknya kita bisa tambah lagi untuk berjalan ke depannya Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya nanti jadi nunggu situasi normal itu kayak apa, usaha bisa dikembalikan pada posisi normal lagi. Tapi saya melihat nanti mungkin, insyaallah nanti di awal tahun sudah saya kira normal. Sekarang pun saya kira sudah pelan-pelan mulai mungkin juga dirasakan Bapak-Ibu semuanya. Pelan-pelan mulai naik, tapi memang tidak, belum pada posisi normal seperti yang dulu-dulu. Betul Pak ya?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Betul Pak betul, pas di awal pandemi kita ngerasain banget Pak kejatuhannya. Tapi alhamdulillah berangsur-angsur sekarang ya agak naik-naik Pak, adalah itu istilahnya buat makan, buat apa.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, tapi hati-hati dijaga betul kalau pas berjualan pakai masker.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Kita selalu Pak, masker, cuci tangan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu paling penting, apalagi yang berjualan makanan, cuci tangan, hati-hati betul. Berjualan juga menyampaikan dagangannya jaga jarak, kalau bisa jangan sampai bersentuhan. Hal-hal seperti itu penting banget, karena kalau ndak aduh ini namanya pandemi, pandemi.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Iya Pak betul. Alhamdulillah juga Pak kita sering diingatkan sama pembeli suruh jaga pakai masker. Alhamdulillah saya juga salah satu orang yang taat pakai masker, walaupun agak engap Pak ya. Alhamdulillah gitu, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya semua orang kan penginnya kembali ke normal, enggak pake.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Secepatnya kita pengin kembali normal banget Pak, kehidupan kita pengin layak lagi.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, terima kasih Pak Aman.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Iya, Bapak.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang rumahan tadi mana ya? Siapa ya? Yang di rumah? Oh ya, Ibu. Jualannya apa, Ibu?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama saya Tuti Pak, saya jualan di rumahan, jualannya siomai.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Siomai?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Iya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, berapa itu satu gini siomai?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Kalau di rumah mah tergantung kan yang belinya, anak-anak kecil,Pak. Paling Rp2 ribu, kadang beli Rp1 ribu gitu. Jadi enggak kayak yang di siomai-siomai yang di jalan gitu. Tergantung jadi kita jualnya satu ini kan Rp1 ribu, satu siomai atau…

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh per biji gini.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Heem, jadi ya tergantung pembelinya dia minta berapa ya kita layani.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh separuh boleh? Jadi sehari bisa omzet berapa?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Pertama sih biasanya kita Rp200 ribu ya Pak untuk full satu panci gitu. Apalagi kalau masih baru kan biasanya orang-orang rumah pada penasaran gitu kan. Sudah tahu semua ya pada bosan, ya menurun-menurun apalagi dalam kondisi sekarang dapat Rp50 ribu saja sudah alhamdulillah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dagangnya siomai aja? Enggak ada jualan yang lain?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Angin-anginan Pak, kadang seblak, kadang kalau minum-minuman sih biasa untuk pelengkapnya kan gitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Berapa itu modal untuk jualan siomai itu?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Ya kalau lagi banyak sih Rp200 ribu Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Rp200 ribu. Rp2,4 juta kebanyakan dong?

Penerima Bantuan Modal Kerja
Kan panjang Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terima kasih.

Penerima Bantuan Modal Kerja
Terima kasih, Pak.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Wa’alaikumsalam warahamatullahi wabarakatuh.

Jadi yang paling penting bantuan modal kerja yang kita berikan betul-betul gunakan untuk hal-hal yang produktif, yang berkaitan dengan usaha-usaha Bapak-Ibu semuanya.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi, terima kasih atas kehadiran Bapak-Ibu sekalian.
Saya tutup.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru