Pembukaan Pameran Indonesia Science Expo Tahun 2018, 1 November 2018, di Indonesia Convention Center (ICE) Serpong, Tangerang, Banten

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 November 2018
Kategori: Sambutan
Dibaca: 2.414 Kali

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati para menteri Kabinet Kerja, pimpinan dan anggota DPR RI, Gubernur Banten, Bupati Tangerang,
Yang saya hormati yang mulia para duta besar yang hadir,
Yang saya hormati Kepala Lembaga Ilmu  Penelitian Indonesia (LIPI), beserta seluruh jajarannya,
Yang saya hormati para peneliti-peneliti muda yang pagi hari ini juga hadir,
Bapak-Ibu hadirin yang berbahagia.

Dalam kehidupan sekarang ini, kehidupan global yang berubah begitu sangat cepatnya, banyak sekali kejutan-kejutan yang kita saksikan dalam keseharian kita. Perubahan yang begitu sangat cepat, baik di negara kita maupun di dunia.

Siapa sangka, negara yang wilayahnya sempit menjadi pengekspor pangan terbesar kedua di dunia, yaitu negara Belanda. Negaranya kecil tapi menjadi pengekspor pangan dunia. Siapa sangka, media terpopuler di dunia saat ini justru tidak punya redaktur, tidak memiliki redaksi, tidak punya wartawan, tidak pernah membuat konten berita, namanya Facebook. Siapa sangka, perusahaan taksi terbesar di dunia, perusahaan taksi terbesar di dunia tapi tidak memiliki mobil, tidak memiliki kendaraan, namanya, Uber. Siapa sangka, perusahaan ritel dengan omzet terbesar di dunia, perusahaan ritel dengan omzet terbesar di dunia tapi tidak memiliki toko, tidak memiliki toko, yaitu Alibaba. Siapa sangka, penyedia akomodasi terbesar di dunia yang biasanya ini yang menyediakan hotel-hotel, hotel-hotel besar, jaringan-jaringan hotel besar. Penyedia kamar, penyedia akomodasi terbesar di dunia tapi tidak memiliki hotel, tidak memiliki properti satupun, yaitu AirBnB. Inilah perubahan-perubahan yang kita harus mengerti, perubahan-perubahan yang kita harus tahu, bahwa dunia telah berubah begitu sangat cepatnya.

Yang ingin saya katakan adalah semua keterbatasan itu tidak relevan, menjadi tidak relevan. Semua keterbatasan menjadi tidak relevan. Semua ketidakmungkinan bisa diterobos. Yang dulu tidak mungkin sekarang bisa di terobos oleh yang namanya ilmu pengetahuan, oleh yang namanya teknologi, oleh yang namanya inovasi-inovasi. Sekarang yang terjadi itu. Terobosan itu menjadi mungkin oleh yang namanya, saya ulang, oleh yang namanya ilmu pengetahuan, oleh  yang namanya teknologi, oleh yang namanya inovasi.

Dan, kehadiran saya di sini saat ini adalah untuk menyaksikan karya-karya besar Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian yang mengubah ketidakmungkinan menjadi kenyataan, yang membuat kesulitan-kesulitan menjadi kemudahan-kemudahan. Jangan dibalik-balik. Sekarang ini yang banyak di kita ini menghabiskan energi yang mudah-mudah justru dipersulit. Mestinya, yang membuat kesulitan itu dijadikan kemudahan-kemudahan. Inilah yang akan membawa negara kita, Indonesia, maju. Inilah yang akan membawa Indonesia maju.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu sangat cepatnya. Kita semuanya tahu, sekarang ini Revolusi Industri 4.0 sudah di depan kita, sudah masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan McKinsey Global Institute mengatakan, Revolusi Industri 4.0 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama. Artinya akan terjadi perubahan-perubahan yang terus-menerus dan sangat cepat.

Kita tahu artificial intelligence, kita tahu internet of things, kita tahu virtual reality, kita tahu cryptocurrency, kita tahu big data, semuanya sudah masuk, mulai masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tahu 3D printing yang membuat rumah hanya dalam waktu 24 jam, begitu sangat cepatnya. Advanced robotic, semuanya kita harus mengerti masalah ini, harus mengikuti masalah ini.

Dan perkembangan ini tentu melahirkan tantangan-tantangan baru, akan memunculkan tantangan-tantangan baru. Lahirnya teknologi baru membuat pekerjaan, membuat beberapa jenis pekerjaan menjadi hilang. Sekali lagi, lahirnya teknologi baru membuat beberapa jenis pekerjaan menjadi hilang. Tukang pos yang dulu sangat penting sekarang ini tidak dikenal lagi. Teller atau kasir mungkin sebentar lagi juga tidak akan relevan lagi. Dan masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang mulai hilang dan tidak relevan. Ini juga yang harus terus kita amati.

Perkembangan teknologi tersebut juga mempengaruhi formasi bisnis. Tadi sudah saya sampaikan, bisnis supermarket yang dulunya sangat mapan sekarang menyusut dominasinya karena berpindah ke online, dari offline ke online. Anak-anak muda sekarang kalau mau beli apa-apa pasti belinya online, benar ndak? Kalau ke toko atau ke mal hanya lihat-lihat, belinya di online, begitu kan? Biro perjalanan yang berjualan tiket juga menjadi tidak relevan. Dulu bertebaran di mana-mana yang namanya biro perjalanan yang berjualan tiket, karena muncul online ticketing. Dan pasti masih ada bisnis-bisnis lama yang akan tutup, kemudian muncul jenis-jenis bisnis-bisnis baru. Inilah peluang untuk anak-anak muda, ini peluang.

Bahkan di dunia politik dan pemerintahan juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai macam inovasi-inovasi yang muncul. Pemerintahan juga dipaksa untuk kerja cepat, kerja efisien kalau tidak ditinggal kita oleh negara-negara lain. Suatu saat nanti, jumlah administrator yang ada di pemerintahan juga akan semakin sedikit karena banyak pekerjaan yang diotomatisasikan. Artinya, dunia berubah total, berubah banyak.

Revolusi Industri 4.0 khususnya perkembangan teknologi informasi juga membawa tantangan baru dalam moralitas kemasyarakatan kita dan juga di dunia. Munculnya media tanpa redaksi membuat setiap warga bisa menjadi wartawan. Ada berita langsung dimunculkan, ada informasi langsung dimunculkan. Rapat redaksi yang dulu tertata rapi sekarang digantikan oleh peran medsos, benar ndak? Dan jempol atau like menjadi pemimpin redaksi di media sosial sekarang ini. Semua bisa menginformasikan apapun.

Menghadapi fenomena ini, regulasi pemerintah/peraturan pemerintah tidak cukup menyelesaikan masalah, sebab tidak semuanya bisa dipagari oleh peraturan dan regulasi. Yang dibutuhkan sekarang adalah standar moralitas yang semakin tinggi berbarengan dengan penggunaan teknologi itu. Sekali lagi,  yang dibutuhkan sekarang adalah standar moralitas yang semakin tinggi berbarengan dengan penggunaan teknologi. Dan teknologi yang disalahgunakan harus dihadang oleh teknologi lain yang dipandu oleh standar moralitas yang tinggi.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Menghadapi tantangan tersebut tidak ada institusi lain yang mampu, yang paling relevan menjawab tantangan kecuali lembaga penelitian. Kita harus mengerti masalah ini. Dalam situasi seperti apapun, lembaga penelitian menempati peran sentral dalam kehidupan manusia beserta ekosistem kehidupannya, berperan sentral dalam melahirkan karya-karya riset yang unggul dan berperan sentral dalam menjawab setiap tantangan zaman yang ada.

Dalam dunia yang berubah sangat cepat ini, kecepatan merupakan kata kunci. Kecepatan merupakan kata kunci terpenting untuk memenangkan persaingan, memenangkan kompetisi. Sekarang yang besar belum tentu mengalahkan yang kecil, yang besar belum tentu mengalahkan yang kecil. Yang kaya belum tentu mengalahkan yang miskin, negara kaya belum tentu mengalahkan negara yang miskin. Tetapi yang cepatlah yang pasti akan mengalahkan yang lambat. Negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Kita yang cepat akan mengalahkan yang lain yang lamban.  Kita harus sigap dalam menghadapi perubahan. Jika kita tidak segera berbenah diri, bisa dipastikan kita akan kalah dalam menghadapi kompetisi, bisa dipastikan kita akan tertinggal dibanding negara-negara lain, bangsa-bangsa lain.

Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan saya selalu mengajak semua pihak untuk membangun ekosistem yang baik. Lembaga penelitian harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Perlu bekerjasama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, industri, dan mitra-mitra strategis yang lainnya.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Indonesia Science Expo (ISE) 2018 saya nyatakan resmi dibuka.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru