Pembukaan Rapat Kerja Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Tahun 2023, di Kantor Pusat Badan SAR Nasional, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, 16 Februari 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 16 Februari 2023
Kategori: Sambutan
Dibaca: 808 Kali

Sambutan Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Rapat Kerja Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Tahun 2023, 16 Februari 2023

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Menteri Koordinator Bidang PMK, Sekretaris Kabinet;
Yang saya hormati Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi beserta seluruh jajaran Basarnas pusat sampai ke daerah;
Bapak-Ibu peserta Rapat Kerja yang saya hormati.

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-51 kepada keluarga besar Basarnas dan terima kasih atas dedikasinya dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan.

Tentu saja, kita berharap tidak ada bencana yang melanda masyarakat, baik itu bencana alam maupun bencana-bencana yang lainnya, atau pun kecelakaan-kecelakaan besar. Tetapi kita tahu, menurut data, data yang saya miliki, potensi bencana di dunia ini cenderung semakin tinggi, frekuensinya lima kali lipat naik selama 50 tahun terakhir. Lima kali lipat, hati-hati. Frekuensi bencana di Indonesia juga mengalami peningkatan yang drastis, yaitu naik 81 persen dari yang sebelumnya 2010 [sebanyak] 1.945, kemudian 2022 kemarin 3.542. Kenaikannya, sekali lagi, dalam 12 tahun ini 81 persen.

Kita semuanya berharap tidak ada bencana, tidak ada kecelakaan besar. Tetapi, kita tahu bahwa pengalaman-pengalaman yang ada, dari saat ada Air Asia di 2014 yang jatuh di perairan Belitung, kemudian Sriwijaya SJ-182 di Kepulauan Seribu, kemudian Lion Air JT-610 di perairan Karawang di 2018, dan juga Kapal Motor Sinar Bangun di Toba di 2018. Semuanya saya mengikuti dan beberapa saya melihat langsung di lapangan, kecepatan respons dari Basarnas, saya harus menyampaikan apa adanya, sangat cepat.

Karena memang harapan korban dan keluarga korban itu bertumpu pada Tim SAR. Kecepatan evakuasi untuk menentukan jumlah nyawa yang diselamatkan juga berada di tim SAR. Oleh sebab itu, menurut saya, yang namanya penggunaan teknologi untuk mempercepat pencarian dan pertolongan ini sangat penting. Meskipun tadi Pak Henri menerangkan di halaman beberapa peralatan yang sudah kita miliki, tetapi menurut saya masih banyak yang harus dimiliki oleh Basarnas, misalnya drone rescue, meskipun tadi saya lihat drone-nya. Tapi kalau drone yang untuk mengevakuasi orang, kita belum memiliki. Benar? Belum.

Kemudian juga untuk efektivitas pertolongan dan pencarian, ini sudah digunakan di beberapa negara di Amerika, di Jepang, [yaitu] robot ular (snake robot) yang bisa. Kemudian juga, tadi juga sudah ditunjukkan di depan untuk efektivitas pertolongan dan pencarian dalam mencapai kedalaman yang sampai lebih dari 1.000 meter, lebih dari 1 km, ada robot diver yang orangnya tidak usah menyelam, tapi robotnya yang suruh menyelam. Hal-hal seperti ini yang Basarnas harus segera memiliki.

Saya enggak tahu anggarannya ada atau enggak ada. Kalau enggak ada, tentunya segera diajukan. Nanti Pak Menko PMK, tolong dicatat, Pak Sekretaris Kabinet, Pak Seskab nanti dibantu Basarnas untuk memiliki peralatan yang tadi saya sampaikan. Dan juga untuk pencarian di ketinggian, bisa mencapai 3.600 meter, jet suit. Ini seperti Iron Man, saya kira.

Sekali lagi, teknologi sekarang ini semuanya serba memungkinkan. Jadi untuk memproteksi personel-personel tim SAR, personel-personel Basarnas, kita bisa menggunakan itu.

Dan yang terakhir, yang saya lihat, di negara kita yang sangat penting adalah keterlibatan masyarakat, sangat penting dalam proses pertolongan dan pencarian. Oleh sebab itu, mengedukasi masyarakat di tempat-tempat yang sering mengalami kejadian, baik banjir, baik gempa bumi atau tempat-tempat yang rawan lainnya, ini sekali lagi, mengedukasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting, agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pertolongan-pertolongan awal.  Penting sekali mulai dilakukan mengintervensi, mengedukasi masyarakat agar mengerti apa yang harus dilakukan pada saat-saat kejadian awal.

Saya rasa, itu yang bisa saya sampaikan. Dan, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Rapat Kerja Basarnas dan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Tahun 2023 saya buka pada pagi hari ini.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru