Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional KORPRI, 26 Februari 2019, di Istana Negara, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 Februari 2019
Kategori: Sambutan
Dibaca: 2.480 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja, Pak Menpan, Pak Mendagri, Pak Sekretaris Kabinet,
Yang saya hormati Ketua Nasional KORPRI beserta seluruh jajaran pengurus,
Serta Bapak-Ibu sekalian seluruh anggota KORPRI yang hadir dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,
Hadirin undangan yang berbahagia.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dalam empat tahun ini kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Saya berikan contoh, misalnya urusan sertifikat yang dulunya setahun hanya mengeluarkan 500.000 per tahun di seluruh Indonesia, di 2017 sudah melompat menjadi lima juta, 2018 melompat lagi menjadi tujuh juta, tahun ini insyaallah nanti lebih dari sembilan juta.

Apa yang bisa saya garisbawahi dari lompatan-lompatan seperti ini? Sebetulnya kita bisa, asal kita mau. Sebetulnya kita bisa, asal kita mau. Buktinya ini, melompat sampai sepuluh kali bisa, melompatkan lagi dua belas kali bisa, lompatkan lagi empat belas kali juga bisa. Apa sih yang kita enggak bisa? Para PNS kita, seluruh anggota KORPRI yang ada, ASN kita, ini adalah para intelektual, orang pintar-pintar. Kalau ada yang berkata sebaliknya pasti saya akan tentang itu, karena nyatanya memang Saudara-saudara adalah para intelektual.

Oleh sebab itu, sekarang kita hanya me-manage agar gerak langkah itu satu, dari pusat sampai daerah itu bisa satu garis, dari atas sampai bawah satu garis.

Dan yang kedua, perlu saya sampaikan, dan ini berkali-kali saya sampaikan, memang kita sekarang ini harus lari cepat. Harus lari cepat dalam rangka merespons perubahan-perubahan dunia yang begitu sangat cepatnya sekarang ini. Saya ulang-ulang terus karena memang kita harus berlari cepat. Kita harus memiliki sebuah platform, kita harus memiliki sebuah aplikasi sistem. Saya tadi senang disampaikan oleh Prof. Zudan tadi, disiapkan sebuah talent pool. Sekarang membuat platform seperti itu, aplikasi sistem seperti itu, sangat mudah dan sangat murah.

Sekali lagi, kita harus berlari cepat dan merespons perubahan-perubahan dunia yang begitu sangat cepatnya. Berulang-ulang saya sampaikan, setiap hari kita ini sudah dijejali dengan perubahan-perubahan dari artificial intelligence, advanced robotic, internet of thing, big data, cryptocurrency, bitcoin, virtual reality, semuanya selalu berubah, setiap hari berubah. Kalau kita tidak berubah, ya ditinggal. Kalau kita tidak merespons perubahan itu ya ditinggal, negara kita akan ditinggal.

Sehingga saya mengajak kepada kita semuanya, yang ketiga, orientasinya memang harus berubah, bukan orientasi prosedur tapi orientasi hasil. Sekarang ini orientasinya harus hasil, prosedur mengikuti karena prosedur memang sudah kewajiban kita. Bukan orientasinya prosedur, orientasinya adalah hasil, hasil yang bisa dimanfaatkan, bermanfaat bagi rakyat, bagi masyarakat, bagi negara. Orientasinya semuanya harus ke sana. Jadi kalau mendesain sebuah APBN/APBD, desainlah sesimpel mungkin, sesederhana mungkin, enggak usah banyak-banyak program, enggak usah. Program itu sedikit, fokus, konsentrasi, sasarannya jelas, tepat, gampang mengontrolnya, gampang mengeceknya, hasilnya dirasakan oleh rakyat. Goal-nya mesti ke sana. Semua harus memulai ini.

Karena sekarang ini kita sering sekali harus setiap seksi ada kegiatan, setiap bagian ada kegiatan. Tidak seperti itu. Misalnya ada seksi lima belas, enggak apa-apa yang diberi lima dulu, enggak apa-apa. Mungkin tahun depan gantian yang lima lagi, tapi ada konsentrasi betul ke mana arah kita, ke mana tujuan kita, di mana skala prioritas kita. Arah-arah seperti itu harus kita ubah, kita harus berubah, kita harus berubah.

Semakin detail saya mengetahui, semakin yakin saya bahwa kita bisa melakukan itu. Saya berikan contoh ya tadi, sertifikat tadi, itu contoh paling gamblang yang sering saya sampaikan di mana-mana, contoh paling gamblang. Dari 500.000 meloncat menjadi lima juta, meloncat lagi jadi tujuh juta, meloncat lagi jadi sembilan juta, bisa kok.

Contoh yang kedua, misalnya di BKPM. Dulu urusan izin bisa satu tahun – satu setengah tahun. Sekarang mengurus tiga jam bisa jadi sembilan izin, bisa kok. Bisa. Aplikasi sistem juga gampang, murah sekarang ini, enggak usah membuat sendiri, pesan saja sudah banyak yang antre.

Yang keempat saya titip, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan stunting. Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih karena angka stunting kita sudah turun dari 37 persen menjadi tiga puluh persen. Turunnya juga drastis, tapi saya minta harus anjlok lagi sampai ke bawah dua puluh persen, dan anjlok lagi, memang harus seperti itu. Kita kerjain bareng-bareng, dari pusat sampai ke daerah.

Yang kedua, juga yang berkaitan dengan Dana Desa. Ini uang gede, ini uang besar. Sampai 2018 kemarin telah kita gelontorkan Rp187 triliun ke desa-desa, ke 74.900 desa yang ada. Sampai akhir 2019 ini berarti totalnya akan Rp257 triliun. Sistem pengawasan, sistem monitoring, betul-betul kita harus menjaga agar Dana Desa ini menetas betul, menjadi barang, bermanfaat. Entah itu yang namanya jalan desa, posyandu, PAUD, pasar desa, jembatan, irigasi yang ada di desa, embung, air bersih yang ada di desa. Semuanya ini harus betul-betul dimonitor/diawasi oleh kita semuanya.

Dan yang terakhir, sekali lagi, mari kita tingkatkan sisi pelayanan kepada masyarakat. Semua PNS harus mendekat kepada masyarakat, harus mendekat pada masyarakat. Sering ke lapangan, jadi masalahnya betul-betul bisa dikuasai, bukan terjebak pada hal-hal yang sangat administratif, sehingga manfaat layanan itu betul-betul dirasakan langsung oleh masyarakat.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Rakernas, Rapat Kerja Nasional KORPRI ini sangat menentukan sekali, arah ke mana pelayanan yang ingin diberikan sehingga rumusan-rumusan dari Rakernas sangat penting sekali bagi kita semuanya.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru