Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023, di Kantor BPKP, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 14 Juni 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 14 Juni 2023
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 838 Kali

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo setelah Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023, 14 Juni 2023

Ya tadi kan sudah saya sampaikan, memang orientasinya harus sudah diubah dari orientasi produk ke orientasi hasil, dilihat hasil akhirnya itu konkret atau tidak, itu saja, yang dioptimalkan itu. Juga cara penganggaran, baik di kementerian/lembaga maupun di APBD provinsi, kabupaten, kota, juga sama. Jangan sampai sebuah anggaran itu 80 persen untuk perjalanan dinas, untuk rapat-rapat, jadi konkretnya tidak muncul. Itu yang tidak, yang saya sampaikan tadi tidak optimal, yang disampaikan Pak Kepala BPKP, tidak optimal itu di situ. Ya, sudah.

Wartawan
Pak, ini ada dua pertanyaan, Pak. Bapak kemarin bertemu dengan Pak Ganjar dan Bapak kemarin sore bertemu dengan Pak Ganjar, apa yang dibicarakan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, kemarin rapat mengenai Borobudur. Mengenai Borobudur, mengenai Borobudur mau kita rehabilitasi, kita rehab total sehingga perlu rapat dengan Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Bupati Magelang, rapat itu.

Wartawan
Malamnya sempat makan malam dengan Pak Ganjar?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, makan malamnya minggu yang lalu.

Wartawan
Sama Pak Ganjar apakah dibahas politik juga, ada pembahasan politik juga? Ada pembahasan pencapresan Pak Ganjar?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak, tanyakan Pak Ganjar sama PDI Perjuangan.

Wartawan
Pak, kemarin juga ada rapat terkait transisi dari pandemi ke endemi, update-nya gimana Pak, kira-kira kapan diumumkan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya ini dimatangkan lah, seminggu-dua minggu ini segera diumumkan, karena memang semuanya sudah turun.

Wartawan
Kriterianya bagaimana sudah disebut sebagai endemi dari rapat kemarin, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini nanti yang akan didetailkan jumlah kasus, misalnya kayak dua hari yang lalu hanya 117, kemudian kasus aktif 10.200-an, vaksinasi kita juga sudah di atas 452 juta dosis, dan lain-lainnya. Sehingga, kita kemarin rapat dan sudah kita putuskan untuk masuk ke endemi. Tetapi, kapan diumumkan ini baru dimatangkan dalam seminggu-dua minggu ini.

Wartawan
Berarti bulan ini ya, Pak, pengumumannya bulan ini?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Insyaallah minggu ini.

Wartawan
Pak, soal pasir laut, Pak? Pak, soal KRL? Pak, soal Kaesang maju pilkada Depok?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
(tentang Kaesang dan pilkada)

Wartawan
Pak, soal ekspor pasir laut dong, Pak. Pak, ada yang menduga soal ekspor pasir laut yang mengatakan bahwa kebijakan ini sengaja diterbitkan untuk memuluskan investasi Singapura ke IKN, tanggapannya gimana, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ndak ada hubungannya. Ini, ini sebetulnya yang di dalam Perpres itu adalah pasir sedimen lho ya, pasir sedimen yang mengganggu pelayaran, yang mengganggu juga terumbu karang. Arahnya, ini rapat sudah lama sekali, bolak-balik masih, karena nanti pasti arahnya ke situ.

Wartawan
Pak, soal proposal perdamaian, Pak. Pertemuan dengan Prabowo membahas apa saja, Pak? Apakah soal proposal perdamaian Rusia-Ukraina?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kita ini jelas ya, sejak awal jelas dan sampai sekarang tidak berubah bahwa Indonesia sangat menghormati kedaulatan dan teritorial integrity, integritas teritorial dari negara lain, semua negara, tetap dan tidak akan berubah, sehingga itu juga yang kita sampaikan pada saat bertemu dengan Presiden Zelenskyy dan juga Presiden Putin. Yang kedua, kita ingin perang itu segera selesai, jadi itu. Dan, waktu saya undang Pak Prabowo, sama, sama, enggak ada yang beda. Bahwa dalam sebuah, dan itu juga bukan ini lho ya, bukan usulan dalam sebuah forum kenegaraan atau forum perundingan, ndak lho, itu seminar, itu dialog. Bahwa ada usulan-usulan itu, boleh-boleh saja, bagus-bagus saja.

Wartawan
Artinya apa yang disuarakan oleh Pak Prabowo ini sudah tepat ya Pak? Artinya apa yang disuarakan dengan Pak Prabowo ini sudah tepat?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sekali lagi, itu kan dalam sebuah dialog, ada usulan-usulan boleh saja, usul saja kok. Tapi bukan dalam sebuah perundingan antarnegara, bukan.

Keterangan Pers Terbaru