Pembukaan UMKM Expo(rt) Brilianpreneur di Jakarta Convention Center, Provinsi DKI Jakarta, 7 Desember 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 7 Desember 2023
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 370 Kali

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Pembukaan UMKM Expo(rt) Brilianpreneur, 7 Desember 2023

Wartawan
Pak terkait acara ini, tadi kan ada target investasi Rp1.650 triliun itu kira-kira dari strategi pemerintah untuk bisa mencapai target tersebut bagaimana?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, ini kan kita sudah berpengalaman menaikkan target investasi di tahun 2022. Saya kira dari pelajaran pengalaman itu saya kira akan bisa lah naik ke Rp1.650 [triliun]. Tetapi, ini memang perlu kerja keras karena situasi global yang masih kondisi ekonominya belum baik. Jadi, urusan investasi di kita itu bukan urusan me-marketing-i, memasarkannya, ndak, tapi urusan di dalam negeri, urusan pembebasan lahan, urusan perizinan yang harus diikuti dan harus selesai, di situ kuncinya. Enggak usah kita me-marketing-i di negara-negara, muter ke negara-negara lain, tapi di dalam negerinya kita enggak bisa menyelesaikan, percuma.

Wartawan
Pak, terkait dengan surat dari Wamenkumham yang menyatakan berhenti, suratnya sudah nyampe mengundurkan diri?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Belum, belum nyampe di meja saya. Sampai pagi hari ini belum sampai di meja saya.

Wartawan
Oke. Kemudian terkait dengan ini Pak, yang di COP 2023 kemarin ada narasi ramai di Twitter, katanya Bapak lagi pidato ada yang walkout.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang paling penting satu, kita telah melakukan hal yang nyata dalam rangka menyelesaikan, ikut mengurangi urusan perubahan iklim yang semuanya, semua negara khawatir. Urusan deforestasi kita turun sangat jauh, urusan kebakaran hutan dan lahan gambut itu juga turun jauh, kemudian kita membangun nursery dengan kapasitas produksi 75 juta, baik di Rumpin, di Bogor, mangrove di Denpasar, kemudian bibit-bibit untuk tropical rainforest di Mentawir, di Labuan Bajo. Saya kira ini sebuah aksi yang konkret, aksi yang nyata. Kalau saya yang penting itu. Sudah.

Wartawan
Pak, ada narasi lain yang mengatakan bahwa kunjungan kerja Bapak beberapa terakhir ini untuk mengikuti salah satu paslon, Pak, misalnya saat ke NTT kemarin?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya ndak lah, ndak seperti itu. Jadwal untuk kunjungan Presiden itu sudah dirancang tiga bulan sebelumnya dan pasti ada tujuannya. Misalnya, kemarin ke Kupang ada peresmian rumah sakit senilai Rp420 miliar, rumah sakit yang besar sekali. Itu sudah, sudah biasanya dari kementerian sudah mengantrinya lama, tiga bulan sebelumnya, “Pak, mohon diresmikan.”

Peresmian kemarin yang Gereja Katedral di Kupang, itu juga sudah lama sekali. Jadi bukan sehari-dua hari berangkat kayak… Tidak seperti itu, jadi terencana jauh-jauh hari sebelumnya.

Keterangan Pers Terbaru