Sampai 2019, Pemerintah Akan Distribusikan 3.000 Bus Rapit Transit Untuk 33 Provinsi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Juli 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 25.871 Kali
Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menhub Ignasius Jonan menekan sirine tanda peresmian perakitan 1.00 unit BRT, di Ungaran, Jateng, Rabu (29/7) siang

Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menhub Ignasius Jonan menekan sirine tanda peresmian perakitan 1.00 unit BRT, di Ungaran, Jateng, Rabu (29/7) siang

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memesan 1.000 unit Bus Rapid Transit yang akan dibagikan untuk 33 provinsi di luar DKI Jakarta. Peresmian perakitan produksi 1.000 unit BRT, telah dilakukan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mewakili Presiden Joko Widodo, di Pabrik Karoseri Laksana, Ungaran, Jateng, Rabu (29/7) siang.

Dalam sambutannya, Menhub Ignasiun Jonan mengatakan, pemesanan 1.000 unit BRT yang dirakit oleh karoseri Laksana itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki layanan transportasi berbasis jalan raya.

Tahun ini dipesan 1000 bus dan akan dibagi ke 33 provinsi diluar DKI (Daerah Khusus Ibukota) dan akan dioperasikan trayeknya sesuai keputusan Gubernur masing-masing, sedangkan perator dari Perum DAMRI,” kata Jonan.

Proses pengadaan 1000 Unit BRT itu, lanjut Menhub, menggunakan e-Catalog sesuai dengan arahan Presiden. Ia menyebutkan, nilai pagu pengadaan ke-1.000 unit BRT itu adalah Rp 1,4 triliyun, namun nilai transaksinya sekitar Rp 1,17 triliyun. “Jadi, ini bisa hemat Rp 220 milyar tanpa tender,” ungkapnya.

Menurut Menhub, pengembangan dan pengoperasian BRT merupakan implementasi dari visi dan misi pemerintah Republik Indonesia melalui konsep Trisakti dan perwujudan Cita ke-6 dari Nawacita, yaitu meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2015-2019 akan dipesan 3.000 unit BRT dengan dana anggaran berasal dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Untuk pengadaan tahun 2015, kata Menhub, sebanyak 1.000 unit BRT, dan pada tahun 2016 sampai dengan 2019 sebanyak 2.000 bus.

Sedangkan proses produksi dilaksanakan oleh 7 perusahaan karoseri yaitu Karoseri Laksana 350 bus, Karoseri Rahayu Sentosa 200 bus, Karoseri Tentrem 150 bus, Karoseri New Armada 100 bus, Karoseri Trisakti 100 bus, Karoseri Restu Ibu Pusaka 50 bus dan Karoseri Piala Mas 50 Bus.

“Pengerjaan direncanakan selesai pada Desember 2015,” pungkas Menhub. (DAN/AGG/ES)

Berita Terbaru