Pemerintah Alokasikan Rp 10,5 Triliun, Bangun Infrastruktur di Lampung dan Sumsel

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Februari 2015
Kategori: Nusantara
Dibaca: 46.200 Kali
Menteri PU dan Pera Basuki H. didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja membahas pembanguan infrastruktur di Lampung dan Sumsel, di Jakarta, Senin (23/2)

Menteri PU dan Pera Basuki H. didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja membahas pembanguan infrastruktur di Lampung dan Sumsel, di Jakarta, Senin (23/2)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan Pera) Basuki Hadimulyono mengatakan pemerintah melalui Kementerian PU dan Pera dan Kementerian BUMN tengah melakukan pengembangan infrastruktur penyeberangan Merak – Bakauheni. Dalam pekan dekat akan segera dilakukan pembebasan lahan dan konstruksi.

“Target dalam satu – dua bulan ini. Ground Breaking direncanakan pada April 2015,” kata Basuki usai Rakor Percepatan Pembangunan Infrastruktur Wilayah Sumatera dan Lampung, Senin (23/2).

Hadir dalam rakor tersebut Menteri BUMN Rini M.Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Musyidan Baldan, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Menurut Menteri PU dan Pera Basuki Hadimuljono, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10,5 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara kepada ASDP dan BUMN lain, untuk pengembangan Merak-Bakauheni, yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

Anggaran Rp 10,5 triliun itu terdiri dari pengembangan Pelabuhan Merak Rp 8 triliun dan untuk Pelabuhan Bakaheuni senilai Rp 2,5 triliun, dimana masing-masing akan dibuat empat dermaga.

“Untuk modernisasi Merak dan Bakaheuni, sudah mulai satu progres siap, desain sudah siap, akan menjadi tanggung jawab ASDP untuk pelaksanaannya. Pintu tol  Merak akan dijadikan empat lajur dengan satu median di tengah,” kata Basuki.

Menteri PU dan Pera itu menambahkan, saat ini sudah ada di DIPA Kementerian PU dan Pera sebesar Rp 23 miliar, dan sudah akan dikerjakan.  “Sekarang sedang lelang, April sudah tanda tangan kontrak dan sudah bisa dikerjakan,” ujar Basuki.

Rakor Percepatan Pembangunan Infrastruktur Wilayah Sumatera dan Lampung itu juga membahas mengenai pembangunan Trans Sumatera dan dukungan dalan event international di Palembang.

Menurut Basuki, Kementerian PU dan Pera melakukan pembangunan koridor Infrastrutkur kawasan ekonomi dari Merak – Bakaheuni – Bandar Lampung – Palembang sampai Tanjung api-api.

Sementara dalam pembangunan Trans Sumatera,Gubernur Lampung menyatakan pembebasan lahan sudah siap dengan anggaran yang siapakan oleh Kementerian PU dan Pera sebesar Rp 110 miliar. Jumlah tersebut adalah bagian dari Rp 5 triliun yang diperuntukan PU dan Pera untuk pembebasan lahan.

Sedangkan, di kawasan Sumatera Selatan pembebasan lahan telah 100% mulai dari Kayu Agung – Palembang – Betung. Sehingga proses lelang sudah dapat dilakukan oleh BPJT.

Jalan tol Bakaheuni – Palembang menelan biaya sekitar Rp 53,6 triliun. Pembangunannya akan dikerjakan per seksi dengan penugasan kepada Hutama Karya. Dalam pekerjaan tersebut, Hutama Karya akan mengajak BUMN dan investor lain untuk bergabung.

Terkait dengan pembiayaan proyek – proyek tersebut, Menteri BUMN mengatakan bahwa mayoritas pembangunan ini akan dilakukan oleh BUMN-BUMN yang tidak lepas dari penyertaan modal negara yang telah diserahkan DPR. Yang terbesar adalah untuk pembangunan koridor ekonomi ini. (Puskom PU dan Pera/ES)

Nusantara Terbaru