Pemerintah Dorong Stimulus Untuk Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 November 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 266 Kali

Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PCPEN), Senin (23/11) pagi. (Foto: Humas/Rahmat)

Sebagai upaya pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19, pemerintah terus berupaya meningkatkan daya beli masyarakat. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan stimulus untuk mendorong para pelaku usaha untuk dapat bergerak kembali.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan mendorong usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah, dan (usaha) besar harus didorong untuk mulai bergerak,” ujar Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PCPEN), Senin (23/11) pagi.

Presiden menilai realisasi anggaran untuk berbagai program pemberian stimulus tersebut telah  berjalan dengan baik. Dicontohkannya, realisasi untuk subsidi upah/gaji bagi pekerja yang terdampak pandemi sudah mencapai 82 persen, sementara realisasi untuk pemberian bantuan modal kerja kepada usaha mikro melalui Banpres Produktif sudah mencapai 79 persen. “Saya kira ini terus didorong, agar bisa membantu meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Dalam pengantarnya, Presiden juga menginstruksikan jajaran terkait untuk memberi perhatian khusus terhadap penyelenggaraan pilkada serentak yang dilaksanakan 9 Desember mendatang. Ia meminta agar kedisiplinan terhadap protokol kesehatan terus ditegakkan dalam proses pilkada tersebut.

“Ini tinggal kurang lebih dua minggu lagi, agar ini juga tidak mengganggu pekerjaan besar kita, yaitu menyelesaikan COVID-19 dan ekonomi. Tegakkan aturan, kemudian terus disiplin protokol (kesehatan) harus dilakukan secara ketat, terutama nanti pada saat hari pencoblosan dan tentu saja di saat-saat kampanye-kampanye terakhir ini,” tegasnya.

Terkait persiapan pelaksanaan vaksinasi massal kepada masyarakat, Kepala Negara meminta agar persiapan dan simulasi terus dilakukan agar pelaksanaan vaksinasi nantinya berjalan dengan lancar.

“Kemarin saya lihat simulasi vaksinasi, saya lihat di lapangan sudah baik dan saya minta simulasi ini terus dilakukan. Saya akan ngecek mungkin satu atau dua kali lagi, sehingga nanti saat pelaksanaan betul-betul pada kondisi yang sudah sangat baik,” ujarnya.

Presiden juga meminta dilakukan evaluasi terhadap mekanisme dan proses distribusi vaksin. “Yang paling penting menurut saya, terus dilihat, dievaluasi mekanisme dan proses distribusi dari vaksin, yang menurut saya paling penting, agar perjalanan vaksin ke daerah ini bisa berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. (TGH/UN)

Berita Terbaru