Pemerintah Lakukan Sinergi Pengembangan Kawasan Industri Sepanjang Koridor Utara Jawa

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 September 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 107 Kali

Menko saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Proyek Nasional Patimban, Selasa (22/9). (Foto: Humas/Agung)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah untuk melakukan sinergi pengembangan kawasan industri sepanjang koridor utara Jawa.

”Kita ketahui bersama bahwa wilayah pusat pertumbuhan industri di Jawa ada wilayah pusat di Banten, terdiri dari Cilegon, Tangerang, Serang,” ujar Menko saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Proyek Nasional Patimban, Selasa (22/9).

Untuk di Jawa Barat (Jabar) bagian barat, Menko Perekonomian menyebutkan di antaranya Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Subang. Ia menambahkan untuk wilayah pengembangan industri Jabar timur, yaitu yang disebut oleh Gubernur Jabar adalah kawasan baru rebana dan tempat pelabuhan Patimban, yaitu Cirebon, Indramayu, serta Majalengka.

”Wilayah Jawa tengah itu Batang, Kendal, Semarang, Demak. Ini juga sedang dikembangkan. Sedangkan (Jawa) Timur adalah Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Bangkalan. Ini terdiri dari 71 kawasan industri dan rencana yang dikembangkan adalah di Rebana,” ujarnya.

Menurut Menko, nanti Gubernur menjelaskan makna rebana yakni daerahnya dari daerah Subang, untuk kawasan industri logam, pangan, dry port, dan transportasi serta pengolahan makanan.

”Kemudian Majalengka tempat Kertajati itu untuk penerbangan, kargo, logistik, tekstil, pangan, kemudian juga plastik sintetik. Kemudian di daerah Indramayu sekarang sudah dikembangkan kimia hulu, kemudian pengolahan ikan, kimia dasar, hulu agro, petrokimia hulu kemudian sintetik resin. Sedangkan Cirebon pengolahan ikan, furnitur, perkapalan, industri pakan, dan bahan galian non logam,” imbuh Airlangga.

Khusus pelabuhan Patimban, Menko Perekonomian sampaikan bahwa nilai investasinya Rp43,22 triliun dan kebutuhan lahannya sudah di 369 hektare dan back up hariannya 345,2 hektare.

Progresnya, menurut Menko Perekonomian adalah untuk dermaga dan reklamasi 81,98%, untuk break water dan sea wall-nya 55,62% selesai, kemudian untuk paket akses bridge-nya itu 11,95%, sedangkan akses road sudah 98,27%, kemudian yang terkait dengan back up area 79%.

Lebih lanjut, Menko Perekonomian menyampaikan bahwa Presiden menargetkan soft launching dilaksanakan karena seluruh konstruksi hampir selesai untuk paket pertama di bulan November, nanti paket keduanya ditargetkan di kuartal keempat 2021, dan timeline akses keseluruhan akan beroperasi di tahun 2023, namun penentuan operator diharapkan bisa dipercepat di tahun ini.

Dharapkan Menko Perekonomian, dengan ini maka ekspor dari otomotif bisa dilakukan melalui pelabuhan Patimban. Mengenai jalan tol, Menko Perekonomian sampaikan bahwa oleh Menteri PUPR, jalan yang akan selesai pertama adalah trase yang terkait dengan dari Patimban Port ke jalan akses Pantura 8,2 KM.

”Sedangkan berikutnya trase yang sudah diputuskan dan akan dibuat akses dari pelabuhan Patimban melanjutkan akses ke Tol Cipali yang diperkirakan akan memakan waktu 2 tahun,” pungkasnya. (FID/EN)

Berita Terbaru