Pemprov Sulteng Bangun Tiga Pelabuhan 2016

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 25 November 2015
Kategori: Nusantara
Dibaca: 13.229 Kali

Aktivitas pelayanan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Pantoloan yang dikelola oleh PT. Pelido IV di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (13/11)Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merencanakan pembangunan tiga pelabuhan laut di wilayahnya yakni pelabuhan Bunta dan Pagimana di Kabupaten Banggai dan pelabuhan Leok di Kabupaten Buol pada 2016.

Kepala Bidang Transportasi Laut Dinas Perhubungan Sulteng, Sumarno, mengatakan pembangunan tiga pelabuhan tersebut menggunakan dana Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

“Tahun 2014, kami sudah mengusulkan ke kementerian dan tahun ini, kami menyelesaikan empat studi yang menjadi persyaratan,” katanya di Palu, Selasa.

Sumarno menjelaskan empat sudi yang menjadi kewajiban yakni studi Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), studi kelayakan, studi Investigasi dan Desain (SID) dan studi Rencana Induk Pelabuhan.

“Sebagian sudah selesai dan ada yang masih dalam proses, tapi kami menargetkan selesai akhir tahun ini,” kata Sumarno.

Sumarno tidak menjelaskan secara rinci jumlah anggaran yang dibutuhkan. Dia menyebutkan, anggaran yang dibutuhkan akan dihitung kembali sesuai dengan tahun berjalan.

Sumarno juga menjelaskan kemungkinan tiga pelabuhan tersebut direncanakan menjadi pelabuhan kontainer. Hal tersebut dikarenakan pola transportasi laut serta desain kapal menjadi kapal semi kontainer.

“Selain penumpang bisa masuk, kontainer juga bisa,” kata Sumarno.

Menurutnya perubahan desain pelabuhan dikarenakan penurunan trafic penumpang kapal yang setiap tahunnya mengalami penurunan. Sehingga desain kapal semi kontainer merupakan solusi yang terbaik bagi transportasi laut.

“Munculnya tiket pesawat murah membuat penumpang kapal laut menjadi berkurang,” kata Sumarno.

Tren transportasi, kata Sumareno, berkembang  mengikuti zaman. Transportasi laut yang sebelumnya menjadi ekslusif dengan pembagian kelas dari ekonomi sampai kelas I, saat ini telah diratakan semuanya menjadi kelas ekonomi.  (Ant/ES)

Nusantara Terbaru