Penandatanganan Proyek Prioritas, Presiden Jokowi: Untuk Rakyat, Pemerintah Akan Cawe-Cawe

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Juni 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 33.558 Kali
Presiden Jokowi menyampaikan sambutan pada penandatanganan beberapa proyek strategis nasional, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/6) siang. (Foto: Dani K/Humas)

Presiden Jokowi menyampaikan sambutan pada penandatanganan beberapa proyek strategis nasional, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/6) siang. (Foto: Humas/Dhany)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution menyaksikan penandatanganan sejumlah proyek strategis yang menjadi prioritas nasional, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/6) siang. Di antara proyek strategis itu adalah PLTU Batang, pembangunan jalan tol Manado-Bitung (Sumut), jalan tol Pandaan-Malang (Jatim), dan jalan tol Balikpapan-Samarinda.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, bahwa proyek-proyek  yang penandatanganannya disaksikannya adalah proyek besar yang bisa memberikan pesan terhadap pemerintah. Ia menegaskan, kalau itu untuk kepentingan rakyat, pemerintah juga akan ikut cawe-cawe menyelesaikan masalah yang ada.

“Karena kita tahu, kalau ini tidak dimulai, saya sudah membayangkan  2019 itu byarpetnya akan tambah meluas. Karena kebutuhan listrik setiap tahun selalu bertambah, bertambah, bertambah, bertambah, bertambah, bertambah, bertambah. Begitu ini tidak selesai, yang lain juga mikir-mikir, investor… Ini pesan bahwa pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan masalah,” kata Presiden menjelaskan.

Presiden menekankan, sekarang pemerintah sudah selesai menyelesaikan masalah yang menghambat. Untuk itu, Presiden meminta investor juga agar proyek ini jangan mundur.

“Kerjakan 3 shift,  2019 sesuai janji harus selesai. Saya ikuti. Saya ikuti, saya pastikan. Nanti saya cek 2-3 kali ke lapangan, pasti. Urusan yang penting-penting seperti ini pasti saya ikuti,” pinta Presiden seraya mengingatkan, kalau listrik, kalau tidak tersedia bukan hanya urusan yang berkaitan dengan kebutuhan listrik industri besar atau industri yang menengah, tetapi juga ini urusan untuk industri kecil yang ada di kampung itu. Juga yang berkaitan dengan belajar anak di malam hari.

“Kita sering melupakan itu bahwa proyek ini, bukan itu. Anak belajar malam hari, itu kalau saya ke daerah kendalanya seperti itu. Jangan dipandang enteng. Kalau listrik kurang, kalau listrik byarpet itu anak-anak belajarnya menjadi juga tidak termotivasi,” ujar Presiden.

Pembebasan Lahan

Sedangkan yang berkaitan dengan tol, menurut Presiden Jokowi, juga sama. Ada beberapa yang sudah bergerak tetapi terkendala oleh pembebasan lahan. Ada yang urusannya pemerintah, ada yang urusannya dengan rakyat. Yang pemerintah, lanjut Presiden, juga sebenarnya urusan kecil karena lewat misalnya lewat perkebunan, lewat hutan konservasi.

Hal seperti itu, menurut Presiden kalau kita enggak lihat di lapangan langsung, kita hanya membayang-bayangkan, enggak akan rampung-rampung. Yang di sini juga disuruh tandatangan juga enggak mau. Tapi begitu lihat di lapangan ini masalah yang kecil tetapi karena tidak diketahui di lapangannya, ya kita enggak bisa perintah.

“Begitu lihat lapangannya langsung kita perintah diselesaikan dengan cara ini sudah. Ya rampung, tadi sudah ditandatangani, penjaminan juga sudah, berarti saya tinggal tunggu selesainya,” terang Presiden.

Kapan selesai? “Tahun 2018, bener? Saya catat,” kata Presiden Jokowi seraya menjelaskan, dirinya juga terus ditanya, dari gubernur, tokoh masyarakat, hingga rakyat. Pertanyaan-pertanyaan itu menurut Presiden harus dijawab.

“Saya ke sana lagi terus belum punya jawaban, enggak berani saya. Saya kemarin berani ke lapangan karena saya tahu solusinya ini. Sehingga saya berani ke lapangan, ada yang bertanya ini saya sudah bisa menjawab, selesai. Rampung,” papar Jokowi.

Untuk jalan tol Manado-Bitung, juga Pandaan-Malang, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para gubernur yang sudah membantu, karena tanpa dibantu akan sulit menyelesaikan masalah yang dihadapi.

“Kalau ada masalah gubernur telepon saya, Pak ini pembayaran terlambat. Tapi ini pembebasan lahan malah kecepeten, duitnya yang enggak siap. Tapi sudah, Pak Menteri Keuangan sudah bener, sudah pokoknya talangan, sudah,” tegas Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, dirinya akan terus mengikuti, kenapa di lapangan seperti apa. “Tadi ada yang mbisiki saya, Pak ini di wilayah ini sudah rampung tapi satu setengah bulan belum dibayar. Nah, saya tanya, ini mesti tanya ke Gubernur, kalau enggak ketemu ya saya telepon, ya Pak bener. Nah, kenapa? Enggak tahu Pak, duitnya belum sampai. Tanyakan ke Menteri PUPR. Pengerjaannya ya seperti itu. Ya rampung,” tukasnya.

Presiden menegaskan, kalau hal-hal seperti ini tidak diselesaikan, kalau kita hanya memikirkan yang makro, mikronya enggak diikuti, ya enggak rampung. “Percaya saya. Enggak tol, enggak pelabuhan, enggak PLTU, enggak airport, semua problemnya pasti ada,” ujar Presiden seraya mengingatkan, kalau ada masalah, masalah itu akan diselesaikan dan insya Allah akan selesai.

Tak lupa Presiden Jokowi mengingatkan agar penandatanganan itu tidak hanya seremonial saja. Presiden menegaskan, dirinya tidak ingin hanya berhenti ditandatangan saja. “Di lapangan pengerjaan pasti saya ikuti, dan kita semuanya berharap rakyat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkasnya. (FID/ES)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru