Pengantar Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna, Selasa, 7 Juni 2016 Pukul 14.00, di Istana Negara

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Juni 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 6.311 Kali

Logo-Pidato2-8

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Siang hari ini, kita akan berbicara 3 (tiga) hal besar: yang berkaitan dengan  APBN Perubahan, kemudian yang kedua yang berkaitan dengan lebaran dan kondisi pangan kita, dan yang ketiga yang berkaitan dengan revolusi karakter mental.

Kita melihat bahwa situasi perekonomian global ini masih terus harus kita waspadai dan belum sepenuhnya stabil pergerakan setiap hari, setiap minggu juga masih berubah-ubah terus. Dan alhamdulillah, pada kuartal IV/2015, pertumbuhan ekonomi kita masih 5,04. Tetapi pada kuartal I/2016 sedikit menurun, menjadi 4,92.

Ini sekali lagi, sebetulnya pada awal-awal Januari atau akhir Desember sudah saya berikan peringatan-peringatan, agar belanja-belanja di kementerian/lembaga itu didorong untuk bisa dipercepat. Tetapi dalam  praktiknya saya melihat angka-angka yang ada di kementerian ini memang masih lambat. Hanya 1,2,3 kementerian yang saya bandingkan dengan tahun yang lalu itu bisa mempercepat. Seperti PU, saya lihat bisa 4 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Oleh sebab itu, ini perlu saya ingin menyampaikan pada seluruh kementerian, karena kita memang sangat bergantung hanya pada dua hal sekarang ini. Pertama belanja pemerintah, yang kedua di investasi. Trigger-nya ada di situ.

Kalau belanja pemerintah tidak segera, ini juga akan mendorong ke pertumbuhan yang lebih lambat. Investasi juga sama, investasi kalau di BKPM tidak bisa mendorong untuk cepat terealisasi juga akan tidak  memberikan efek yang konkrit terhadap pertumbuhan kita.

Tetapi kita juga harus sadar bahwa sekarang ini investor memang dijadikan rebutan negara-negara yang lain yang kondisinya jauh lebih jelek dari kita. Sehingga sekali lagi, saya ingin sampaikan, kalau semua, kalau sebuah proyek itu bisa dikerjakan oleh swasta, bisa dikerjakan oleh investor, serahkan kepada mereka. Jangan malah kebalik, investor berminat tetapi malah kita pakai APBN, sehingga APBN bisa kita giring ke tempat yang lain.

Saya juga ingin, sekali lagi menekankan agar indikator-indikator ekonomi yang tadi saya sampaikan mengenai investasi langsung, juga inflasi, juga indeks gini rasio ini terus harus dijaga. Terutama ini inflasi menjelang lebaran, hati-hati. Ini menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan, tetapi kementerian yang lain juga sangat berperan, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN karena juga menyangkut langsung dengan hal-hal yang berkaitan dengan inflasi. Kita jaga agar inflasi paling tidak harus di bawah 4 untuk tahun 2016 ini.

Kemudian yang berkaitan dengan hari raya Idul Fitri. Ini menjadi kebiasaan setiap tahun, kebiasaan setiap tahun kita bahwa harga-harga selalu naik pada menjelang Idul Fitri. Memang demand-nya juga naik, tetapi kalau supply-nya dikendalikan, di-grojok supply yang lebih, saya kira tidak akan terjadi seperti ini.

Saya hanya membayangkan seperti negara yang lain, misalnya akhir tahun, Natal, atau Tahun Baru yang justru banyak adalah diskon besar-besaran. Di mana-mana malah diskon. Kita ini mau Idul Fitri mesti yang banyak diskon, gitu lho. Saya bayangin ada itu, gitu lho. Tempat lain bisa, kenapa kita enggak bisa. Kita ini ndak, kalau mau Idul Fitri malah cepet-cepetan naik.

Ini yang saya sampaikan pada Rapat Terbatas yang lalu. Ini yang harus dilakukan perubahan dan saya yakin itu mampu kita lakukan saat terkonsep, terencana, dan pelaksanaan implementasi di lapangan diikuti. Karena nanti dampak dari kenaikan harga ini yang terkena adalah rakyat kecil, termasuk petani, buruh tani. Karena kita juga harus ingat 82% petani kita adalah konsumen beras. Meskipun petani, mereka juga konsumen beras.

Mungkin itu yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar pada Rapat Paripurna. Nanti akan saya lanjutkan ke hal-hal yang lain.

Terima kasih.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru