Sambutan Presiden Joko Widodo pada Acara Pembukaan Puncak Sail Selat Karimata 2016, 15 Oktober 2016, di Kayong Utara, Kalimantan Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Oktober 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 9.106 Kali

Logo-Pidato

Bismillahirahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Pimpinan Lembaga Negara, Para Menteri Kabinet Kerja,
Gubernur, Bupati, para peserta Sail Selat Karimata,
Perwakilan negara-negara sahabat,
Hadirin dan undangan yang berbahagia, khususnya masyarakat, rakyat di Kabupaten Kayong Utara.

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,
Saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa 71 persen Indonesia adalah air, adalah laut. Laut bukan hanya sumber kehidupan dan masa depan kita tapi laut juga menyatukan kurang lebih 17.000 pulau yang kita miliki di nusantara ini. Laut bukan memisahkan antara bangsa, laut bukan memisahkan kita di antara pulau-pulau yang ada tapi laut justru menjadikan kita terhubung satu dengan yang lain.

Oleh karena itu, saya gembira pada hari ini juga negara-negara sahabat ikut berpartisipasi dan hadir pada Sail Karimata tahun ini. Itu bukan hanya untuk mempererat persahabatan namun juga menunjukkan betapa pentingnya laut bagi kehidupan bangsa-bangsa di dunia, negara-negara di dunia. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada Yang Mulia seluruh Duta Besar, Atase negara-negara sahabat atas partisipasinya dalam Sail Karimata tahun ini.

Perayaan Sail Karimata yang kita lakukan pada tahun ini, ini setiap tahun juga kita lakukan yang sebelumnya di Teluk Tomini, tidak boleh berhenti hanya sebatas keramaian, tidak boleh berhenti hanya sebatas seremonial semata. Saya tidak ingin nanti setelah Sail ini berakhir juga langsung sepi, langsung senyap, tidak ada dampaknya bagi pergerakan ekonomi dan rakyat di daerah. Ini yang tidak saya inginkan. Sudah saya tekankan beberapa kali kepada menteri-menteri, Sail ini harus menjadi momentum kita bersama untuk menjaga, untuk merawat dan memanfaatkan sumber daya alam laut kita dengan baik. Juga momentum bersama untuk kembali pada jati diri kita sebagai bangsa bahari, mengembalikan kembali budaya bahari di tengah kita.

(Dialog Presiden RI dengan warga)

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sekali lagi kita harus mampu menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak perekonomian Indonesia. Kita harus sungguh-sungguh melindungi dan menjaga laut kita. Jaga laut kita dari pencurian ikan, dari illegal fishing. Kita harus jaga laut kita dari pencemaran, kita harus jaga laut kita dari kerusakan ekosistem. Ketika ikan sudah kembali berlimpah kita juga harus terus memperkuat industri perikanan kita. Harus bisa menjadi sumber kehidupan dan menjadikan ikan itu menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang.

Baiklah saudara-saudara,
Kita juga tengah mendorong wisata bahari. Kita memiliki pantai-pantai yang indah dan keindahan bawah laut kita banyak yang terbaik di dunia. Kita memiliki Bunaken, kita memiliki Raja Ampat, kita memiliki Teluk Tomini, kita memiliki Selat Karimata di sini, dan banyak yang lainnya.  Ini akan dibenahi semuanya, dibenahi promosinya, dibangun infrastrukturnya dan fasilitas pendukungnya. Sehingga akan menjadi sebuah tempat tujuan wisata, destinasi wisata yang menarik.

Saya juga minta untuk tahun-tahun berikutnya, promosinya lebih digencarkan lagi, termasuk melalui social media. Sehingga, tempat-tempat yang indah yang tadi saya sampaikan bisa dikenal di seluruh tanah air dan dikenal di seluruh dunia.

Akhirnya, tidak ada keraguan untuk menegaskan bahwa laut adalah masa depan kita bersama. Ayo kita kembali ke laut, kembali ke selat, kembali ke samudera. Jadikan laut sebagai tempat menaruh harapan menuju Indonesia sebagai bangsa bahari, bangsa yang maju, menjadi bangsa pemenang.

Terima kasih,
Saya tutup,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru