Pengantar Presiden Joko Widodo pada Pertemuan dengan Masyarakat Sekitar DAS Citarum, 16 Januari 2018, di Grha Wiksa Praniti, Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Kementerian PU-PR

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 16 Januari 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 3.606 Kali

Logo-Pidato2Bismillaahirrahmanirrahim,
Assalaamu’alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Sampurasun.

Pertama-tama saya ingin menyampaikan, menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak-Ibu seluruh tokoh masyarakat, terutama para pemerhati Citarum.

Tadi saya baru saja mengadakan Rapat Terbatas dengan Wapres dan Menko, serta para Menteri, yang berkaitan dengan membahas penataan  DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum.  Karena saya menyadari bahwa Sungai Citarum ini memiliki arti yang sangat penting, memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Pasundan, dan juga memiliki nilai ekonomi, memiliki nilai sosial yang penting bagi masyarakat di Jawa Barat dan juga di DKI Jakarta.

Telah 14 kali kami melakukan rapat mengenai Citarum ini, dan pada malam hari ini kami ingin mohon masukan dan saran-saran dari Bapak-Ibu sekalian.

Yang pertama, karena memang Sungai Citarum merupakan sumber air bagi sekitar 27,5 juta penduduk, baik yang ada di Jawa barat maupun di DKI Jakarta. Dan 80 persen kurang lebih air minum penduduk Jakarta itu bersumber dari air Citarum.

Tapi kita juga sangat prihatin, bahwa di sekitar Citarum ini ada kurang lebih, info yang saya terima, ada 3.000 industri yang kebanyakan limbahnya dimasukkan ke sini. Dan setelah saya lihat lebih detail lagi, memang kita telah melakukan beberapa kali pengerukan-pengerukan, tetapi ini tidak akan memberikan hasil kalau hulunya tidak digarap secara baik. Kemudian tengahnya, industri-industri tadi juga tidak digarap dengan baik. Dan tentu saja, nanti dari hulu, tengah, sampai hilir, ini akan dikerjakan bersama-sama, oleh APBN, oleh APBD Provinsi, kita sudah sepakat, oleh swasta, dan juga dukungan internasional yang saya lihat juga sangat tertarik dengan penanganan Citarum ini.

Kami telah membuat timeline untuk aksi selama 2018 ini. Perkiraan kami memang kalau dikerjakan secara cepat dan terus-menerus, kurang lebih 7 tahun ini baru selesai. Memang memakan waktu yang sangat panjang, tetapi apapun, ini harus kita kerjakan.

Seperti sekarang yang telah dikerjakan oleh Kementerian PUPR, banjir yang ada di Dayeuhkolot dan sekitarnya, ini sudah dibuat kolam retensi. Saya kira akan sangat mengurangi sekali banjir yang ada di sana. Dan juga, tahun ini saya kira akan kita selesaikan, insya Allah nanti, sodetan terowongan yang ini juga sangat mengurangi. Tetapi kalau fisik-fisik seperti ini tidak diikuti dengan penataan yang ada di hulu, penanaman yang ada di hulu, saya kira tidak ada artinya.

Kemudian juga catatan yang kami terima, ini ada kurang lebih 2.400 perambah hutan, yang hampir semuanya ini adalah para petani, petani kentang, petani wortel. Tentu saja ini memerlukan solusi untuk memindahkan mereka dari kentang ke produk-produk lain yang ramah terhadap lingkungan.

Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan pada malam hari ini. Saya persilakan, mungkin sebentar saja, Pak Menko Pak Luhut untuk sedikit memberikan gambaran mengenai apa yang ada di DAS Citarum, dan apa yang kurang lebih akan kita lakukan. Saya persilakan.

Terima kasih.
Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

 

Transkrip Pidato Terbaru