Pengantar Presiden Joko Widodo Pada Rapat Pengendalian Bencana Kabut Asap, Di Kantor Presiden, Jakarta, 23 Oktober 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 Oktober 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 14.900 Kali

Logo PidatoAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kita akan mengevaluasi langkah-langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta  asap yg terjadi baik di Sumatera, di Kalimantan dan di pulau lainnya. Pagi  Tadi saya mendapatkan  laporan, Pulau Sumatra masih  ada 826 titik, di Sumatra Selatan sendiri 703 titik, di Kalimantan 974 titik, dan  yang lain-lainnya, dipastikan di Papua  saya rasa tidak perlu saya bacakan.

Kondisi ini sangat berdampak dan  sudah masuk dalam kategori yang sangat tidak sehat. Tetapi sebelum masuk ke sini saya ingin menginformasikan terlebih dahulu beberapa hal. Nantinya dalam jangka pendek, jangka menengah maupu  jangka panjang apa yang akan kita lakukan.

Yang pertama One map policy itu harus berjalan. Di Kemenko Perekonomian dan mungkin Bappenas harus jalan. Kemudian yang kedua, untuk yang di gambut, untuk lahan gambut, ini saya perlu sampaikan kepada Menteri LH,  tidak ada izin baru, gambut. Kemudian segera lakukan restorasi gambut.

Kemudian yang ketiga, review izin lama. Sudah harus keras kita. Yang belum dibuka tidak boleh dibuka. Ini penting yang jadi catatan.

Dan kembali lagi ke masalah yang kita hadapi sekarang. Pertama, saya kira kemarin kita  sudah dirapatkan di kemenko mengenai proses evakuasi, saya kira proses itu segera di laksanakan. Dan saya teruskan untuk penanganan yang fokus untuk nahan api dan dampak asap ini dilakukan secara masif, semua kementerian agar konsentrasi dan  masuk ke lapangan, terutama untuk yang berkaitan dengan anak dan bayi.

Saya kira juga tidak perlu sampai di evakuasi ke luar kota karena bisa saja evakuasi ini disiapkan di kota itu. Mungkin bisa saja di kantor bupati atau  di kantor yang lainnya yang dipakai khusus untuk bayi dan anak, dan diberi apa itu, penutup eeee…..AC-nya ada apa ini, apa untuk mencegah asap masuk. Saya kira sudah ada semuanya. Saya kira untuk pembersih udara. Itu  juga kalau dievakuasi ke luar kota akan lebih  menyulitkan.

Kemudian yang berkaitan dengan kesehatan saya kira agar Bu Menteri ini bisa dimobilisasi dari swasta, dari BUMN, saya kira sudah harus mulai terlaksana. Baik untuk yang berkaitan dengan ISPA,  kesehatan-kesehatan yang lainnya, dampak dari asap ini.

Kemudian di bidang pendidikan, Saya juga minta menteri untuk turun langsung, karena yang dibawah ini banyak anak-anak yang resah  mempersiapkan menuju UN seperti apa. Kemudian persiapan untuk tes-tes akhir tahun ini juga seperti apa. Harus betul-betul disiapkan jalan keluarnya. Sekolah juga tahu, murid juga tahu, sehingga mereka juga tenang dalam mempersiapkan kegiatan belajar dan  mengajar. Penting sekali, meskipun  saya tahu step-stepnya sudah disiapkan tapi perlu diturunkan ke bawah, sehingga mereka semua tahu apa yang akan kita lakukan.

Terakhir saya tekankan kebakaran hutan masalah kita bersama. Saya mendukung  semua gerakan inisitaf yang dilakukan oleh masyarakat dalam pemadaman api maupun mengatasi dampak asap ini, dan saya harapkan kita semua bisa menggerakkan, mengerahkan semua kekuatan untuk  mengatasi semua masalah ini dan membantu korban-korban yang ada, baik TNI, baik Polri dan Kementerian.

Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Saya persilahkan Pak Menko.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru