Pengantar Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, 22 November 2016, di Kantor Presiden, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 November 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 3.904 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,
Agenda Rapat Terbatas pada sore hari ini akan dibahas mengenai aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Pertama, saya minta aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi ini tidak hanya berhenti pada dokumen-dokumen perencanaan yang bertumpuk-tumpuk. Dan saya juga tidak ingin hanya menjadi sebuah aksi simbolis-simbolis atau upacara seremoni-seremoni semata. Tapi saya ingin agar aksi ini betul-betul fokus, betul-betul konkret di lapangan.

Dan kita sudah mulai langkah reformasi hukum dengan melakukan gebrakan aksi pemberantasan pungutan liar yang saat ini dijalankan oleh tim Saber Pungli. Hasilnya bisa kita lihat sudah banyak pembenahan-pembenahan terutama di tempat pelayanan publik. Saya mendapatkan informasi bahwa pengaduan masyarakat sudah sangat banyak. Hasilnya juga mulai terlihat dengan ditangkapnya beberapa aparat, birokrasi, kemudian juga BUMN yang masih berani melakukan pungli. Ini akan terus kita gencarkan lagi. Kita tidak akan berhenti pada pemberantasan pungli saja, tapi jangkauan pemberantasan korupsi harus dimulai dari hulu sampai hilir, dari pencegahan sampai dengan penindakan hukum yang tegas.

Terkait dengan aksi pencegahan saya minta diprioritaskan pada sektor perizinan dan sektor pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan administrasi pertanahan, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan. Saya juga minta dilakukan pembenahan besar-besaran dalam tata kelola pajak dan penerimaan negara, terutama di pengelolaan sumber daya alam dan pangan. Selain itu, prioritas juga perlu diberikan pada upaya membangun transparansi dalam penyaluran dan penggunaan dana hibah dan bantuan sosial, serta memberikan perhatian serius pada transparansi pengadaan barang dan jasa. Ini adalah area-area yang rawan tindakan koruptif

Saya minta juga langkah-langkah deregulasi perbaikan mekanisme, penyederhanaan prosedur birokrasi, termasuk penyederhanaan rezim SPJ. Saya kira sudah 2-3 kali kita lakukan pembahasan mengenai ini. Harus terus dilakukan dengan lebih mengoptimalkan pemanfaatan IT, pemanfaatan teknologi informasi. Tapi pembangunan sistem yang berbasis IT juga bukan satu-satunya jawaban, harus diimbangi dengan bekerjanya pengawasan yang efektif, baik yang dilakukan oleh pengawas internal masing-masing kementerian dan lembaga, maupun dengan cara mengundang partisipasi publik melalui keterbukaan informasi.

Terkait dengan penegakan hukum, saya juga memberikan penekanan pada keharusan untuk mendukung dan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi, baik dari sisi kelembagaan maupun kemandirian dan anggaran. Reformasi internal di institusi Kejaksaan dan Kepolisian juga harus terus berjalan. Tujuannya adalah menghasilkan penegakan hukum yang profesional. Tidak cukup sampai di situ saja, agar pemberantasan korupsi terus berjalan efektif, tidak berjalan sendiri-sendiri, Kepolisian dan Kejaksaan Agung harus memperkuat sinergi dengan KPK. Selain itu, saya minta ditingkatkan transparansi penanganan perkara-perkara korupsi.

Demikian hal-hal yang ingin saya sampaikan sebagai pengantar pada sore hari ini. Saya persilakan Pak Menko.

Transkrip Pidato Terbaru