Pengantar Presiden Joko Widodo Pada Rapat Terbatas mengenai (1) Pengembangan Sumber-sumber Air dan Alat Mesin Pertanian; (2) Permodalan Petani Melalui Kredit Usaha Rakyat, 6 Desember 2016 Pukul 15.00 WIB, di Kantor Presiden, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Desember 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 6.159 Kali

Logo-PidatoBismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Rapat Terbatas sore hari ini akan dibicarakan mengenai peningkatan produksi pertanian melalui pengembangan sumber-sumber air dan alat-alat mesin pertanian, serta meningkatkan akses permodalan bagi petani melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sejak 2015, pemerintah telah mengubah fokus anggaran Kementerian Pertanian untuk belanja sarana dan prasarana, yakni pada kisaran 60 persen. Dan dalam RAPBN 2017 nantinya telah ditetapkan belanja sarana dan prasarana pertanian sebesar 70 persen dari total anggaran yang ada di Kementerian Pertanian, atau senilai kurang lebih Rp16,6 trilyun. 

Saya juga mendapatkan laporan bahwa saat ini luas lahan pertanian kita sebesar 36,8 juta hektar namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu contoh ada luas lahan persawahan 8,1 juta hektar namun baru 4,1 juta yang dialiri irigasi. Itu pun masih perlu dilakukan beberapa perbaikan dan normalisasi.

Saya minta kita harus fokus dalam mengatasi permasalahan sarana dan prasarana ini. Dan saya ingatkan masih terdapat 4 juta hektar lahan persawahan yang belum terairi oleh irigasi. Masih terdapat 5,02 juta hektar huma atau ladang dan 12,01 juta hektar tegal atau kebun seluas yang perlu dibuatkan kantong air atau embung agar bisa menanam 2 kali dalam setahun. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus mengembangkan sumber-sumber air, seperti normalisasi sungai, memperbaiki saluran irigasi primer dan sekunder, serta membangun kantong-kantor air atau embung-embung.

Dengan cara itu kita akan bisa mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada. Serta dapat meningkatkan produksi pertanian agar swasembada pangan dapat tercapai. Saya juga minta agar lahan-lahan tidur yang mencapai luas 11,7 juta hektar segera dapat dimanfaatkan lebih produktif. 

Selain itu, untuk peningkatan produksi pertanian saya minta dilakukan pengembangan alat mesin pertanian serta meningkatkan akses permodalan bagi petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat. Dan terkait dengan alat mesin pertanian, kebutuhannya akan semakin meningkat sejalan dengan optimalisasi lahan-lahan pertanian serta pembukaan lahan-lahan baru. 

Dan terkait dengan akses permodalan bagi petani, informasi yang saya terima sampai dengan 31 Juli 2016 penyaluran KUR sebesar 68 persen adalah pada sektor besar dan eceran. Sedangkan KUR yang disalurkan untuk sektor pertanian dan kehutanan hanya 15 persen. Dan pada tahun 2017 target alokasi KUR dipertahankan pada angka Rp100-120 trilyun. 

Namun saya minta dibuatkan skema khusus untuk alokasi Kredit Usaha Rakyat di sektor pertanian yang didasarkan pada karakteristik komoditas yang menjadi prioritas. Karena saya lihat yang ada sekarang ini masih bersifat umum. Satu lagi yang tidak kalah penting, saya juga ingin agar koperasi-koperasi di desa-desa kembali digiatkan dan difokuskan untuk menyalurkan KUR bagi sektor pertanian.

Demikian sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Saya kira nanti juga kalau Menteri Desa juga Dana Desa itu bisa diarahkan ke pembangunan kantong-kantong air atau embung, di Kementerian PU juga sama dengan keluasan yang berbeda, di Kementerian Pertanian juga dilakukan hal yang sama, saya kira saya yakin produksi akan meningkat lagi.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan.

Transkrip Pidato Terbaru