Pengantar Presiden Joko Widodo Pada Rapat Terbatas Mengenai Penyelesaian Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong, di Kantor Presiden, Jakarta, 14 Juni 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 Juni 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 10.771 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pembangunan tanah Papua, baik di Papua dan Papua Barat perlu kita percepat. Dan untuk membangun tanah Papua bukan hanya memperkuat konektivitas, seperti membangun jalan, jembatan, bandara, dan pelabuhan tapi kita juga harus menciptakan kawasan-kawasan industri, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di tanah Papua. Sehingga, nantinya kapal-kapal tol laut bisa hilir mudik dari atau ke Papua,  terisi penuh dengan barang-barang yang diproduksi di tanah Papua. Untuk itu, saya meminta agar tol laut ini benar-benar terintegrasi dengan kawasan industri, terintegrasi dengan pusat-pusat produksi yang ada di tanah Papua.

Agenda Rapat Terbatas sore hari ini akan dibicarakan percepatan penyiapan kawasan-kawasan ekonomi khusus di tanah Papua, khususnya di Sorong, Papua Barat. Saya minta betul-betul dipastikan dari sisi kesiapan lokasi, zonasi, lahan, infrastruktur, transportasi, juga kelembagaannya. Tolong juga dihitung dikalkulasi apakah KEK ini sudah sangat diperlukan di tanah Papua karena ini menyangkut ada tidaknya bahan baku di sana.

Yang kedua juga tentu saja yang berkaitan dengan pasar dan juga listrik sangat penting untuk menunjang kelangsungan KEK ini. Oleh sebab itu, persiapan menuju ke Kawasan Ekonomi Khusus di Sorong ini betul-betul harus dikalkulasi.

Dan satu lagi, saya minta masalah kelembagaan harus menjadi perhatian. Pengalaman kita mengenai Batam itu harus menjadi acuan kita bersama. Dan saya tidak ingin masalah kelembagaan menjadi penghambat pengembangan KEK dan juga tidak tumpang tindih kewenangannya dengan apa yang sudah dimiliki oleh pemerintah daerah.

Itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Silakan Pak Menko.

 

Transkrip Pidato Terbaru