Pengantar Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas mengenai Tax Amnesty, di Kantor Presiden, Jakarta, 25 April 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 April 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 12.240 Kali

Logo-Pidato2-4Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian,
RUU Tax Amnesty saat ini  tengah dibahas di DPR. Kita semuanya menghormati proses legislasi yang sedang berlangsung tetapi perlu saya sampaikan bahwa posisi pemerintah terkait tax amnesty sangat jelas, bahwa pemerintah ingin tax amnesty bermanfaat nyata bagi kepentingan nasional, bagi kepentingan rakyat kita terutama dalam hal penerimaan negara. Dan yang kedua juga memperluas tax base kita sehingga  kedepan kita akan mempunyai data yang lebih banyak lagi untuk wajib pajak kita.

Kemudian yang kedua, dengan tax amnesty ini sebetulnya yang kita inginkan adalah repatriasi modal dari luar menuju ke dalam. Ada  capital inflow, ada arus uang luar masuk sehingga kita akan mendapatkan pengembalian modal yang lama tersimpan di bank luar negeri. Dan kita harapkan uang yang kembali nantinya bisa digunakan untuk menggerakkan ekonomi nasional kita.

Dengan atau tanpa tax amnesty dan repatriasi, saya juga memerintahkan pada Dirjen Pajak agar reformasi perpajakan terus dilakukan. Selanjutnya juga penegakan hukum untuk wajib pajak juga terus dilakukan terutama apabila di kemudian hari  ditemukan data baru mengenai ketidakbenaran dalam pelaporan pajak untuk pengampunan tersebut.

Yang keempat, apabila nantinya Undang-Undang Tax Amnesty ini sudah betul-betul disetujui oleh Dewan,  kita juga ingin secepatnya menyiapkan instrumen investasi apa yang harus kita persiapkan apabila arus uang masuk itu, benar-benar pada posisi yang berbondong-bondong, yang besar-besaran, baik investasi portofolio, maupun investasi langsung. Dan saya berharap agar dari Gubernur BI, dari OJK, di Kementerian Keuangan yang berkaitan dengan portofolio itu juga disiapkan. Kemudian kepada Kepala Bappenas dan juga Kepala BKPM menyiapkan dan kementerian lain yang terkait menyiapkan, kemudian BUMN juga menyiapkan investasi langsung yang bisa dimasuki apabila arus uang masuk itu berbondong-bondong kembali ke negara kita.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar. Saya persilakan Pak Menteri keuangan melaporkan.

Transkrip Pidato Terbaru