Pengantar Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna, 1 Februari 2017, di Istana Negara, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 Februari 2017
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 5.848 Kali

Logo-Pidato2-8Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Sebelum kita semuanya mendengarkan paparan tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2018, saya ingin menegaskan beberapa hal kepada para menteri dan kepala lembaga.

Yang pertama, memasuki awal pelaksanaan  tahun anggaran 2017, saya minta kepada seluruh menteri, kepada seluruh kepala lembaga untuk betul-betul fokus, agar pencapaian prioritas dan program kementerian masing-masing berjalan secara efektif, secara produktif. 

Peningkatan besaran anggaran harus betul-betul memiliki kontribusi pada capaian hasil. Jadi orientasi kita adalah orientasi hasil bukan orientasi prosedur. Tapi prosedur tetap mengikuti. Jangan hanya mengejar serapan anggaran tanpa peduli kepada hasil atau capaiannya.

Jadi serapan anggaran harus habis, iya. Tapi hasilnya juga harus baik, capaiannya juga harus baik. Untuk itu agar dicermati secara detil program-program sampai satuan tiga agar seluruh menteri betul-betul, seluruh kepala lembaga betul-betul melihat sampai satuan tiga secara detil.

Pastikan bahwa program tersebut, program-program tersebut sesuai dengan prioritas pembangunan nasional kita. Pastikan juga bahwa program-program di kementerian dan lembaga yang Saudara-saudara pimpin betul-betul produktif dan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, ini penting sekali digarisbawahi, dan membuka lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan dan menekan ketimpangan.

Kemarin sore sudah saya sampaikan sebagian  di Bogor. Saya berikan contoh misalnya mungkin capex di BUMN 400 triliun lebih, di PU belanja modal yang 2017, 101 triliun, dan di Perhubungan 46 triliun, misalnya. Contoh-contoh saja. Agar itu di dalam cara pengerjaannya agar rakyat itu juga mendapatkan porsi kuenya, agar kontraktor yang ada di daerah juga mendapatkan porsi kuenya, diperbanyak padat karyanya, dilibatkan sebanyak mungkin kontraktor-kontraktor yang ada di daerah. Kontraktor-kontraktor kecil, kontraktor-kontraktor menengah,  agar mereka belajar juga mengenai proyek-proyek yang besar. Dan untuk kementerian-kementerian yang lain juga sama seperti itu. Sehingga, sekali lagi, bahwa betul-betul produktif dan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, membuka lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan, dan menekan kesenjangan dan ketimpangan.

Jangan semuanya dikerjakan sendiri. Terutama di BUMN karena di BUMN ada induknya, ada anak-anak perusahaan, ada cucu-cucu perusahaan. Hati-hati. Biasanya dari hulu sampai hilir dikerjain sendiri. Berikan porsi ke daerah, berikan porsi ke usaha kecil, usaha kontraktor kecil, kontraktor menengah yang ada di daerah.

Kemudian kendalikan dan awasi langsung pelaksanaannya agar kualitas bisa terjaga dengan baik dan antara yang direncanakan dengan pelaksanaan di lapangan betul-betul bisa sesuai. Jangan sampai terjadi deviasi atau penyimpangan. Ini harus dicegah dari awal.

Yang kedua kunci efektivitas pelaksanaan program pemerintah adalah saling bersinergi, saling berkoordinasi, dan konsolidasi yang baik antara pusat dengan daerah. Di level pusat saya minta Menko untuk memastikan implementasi dari program yang lintas kementerian, lintas lembaga, maupun pusat ke daerah agar bisa saling sinkron, tidak  bertabrakan, dan yang paling penting juga lebih efisien. Saya mencermati masih ada potensi-potensi inefisiensi di dalam anggaran akibat setiap Kementerian/Lembaga masing-masing merencanakan, masing-masing menganggarkan untuk sesuatu yang sama. Misalnya masalah IT, masalah pengadaan kapal, masalah radar, masalah bantuan UMKM. Tolong ini betul-betul dicermati.

Yang ketiga, saya minta kepada seluruh menteri, kepala lembaga untuk meningkatkan komunikasi publik yang baik, baik langsung ke kampung,  ke pesantren, ke kampus, ke media. Ini sudah saya ulang, ini  yang ketiga kali saya kira.

Jangan sampai kita, Saudara-saudara sudah bekerja di pagi sampai pagi, tapi karena tidak terkomunikasikan dengan baik,  tidak diketahui oleh publik apa yang sudah dikerjakan. Harus proaktif, sampaikan yang telah dilakukan dan tengah dilakukan, dan akan dilakukan.

Nanti saya minta lima menit Juru Bicara Presiden juga untuk menyampaikan, enggak tahu akhir,  di akhir nanti, mengenai hal apa sih yang sudah saya suruh nyatet.

Betul-betul harus lebih proaktif karena kerja keras kita semuanya ini perlu diketahui oleh rakyat, kendalanya apa, hambatannya apa. Kalau ada yang disampaikan di media tidak benar mestinya juga harus diluruskan, dibetulkan, tidak diberikan penjelasan sama sekali. Sehingga rakyat memberikan masukan, rakyat merasa ikut memiliki program-program yang kita jalankan.

Informasi yang berseliweran dari berbagai sumber, setiap orang bisa menjadi sumber, bisa membuat berita sendiri, banyak kabar yang tidak betul, banyak kabar yang bohong. Hal ini harus direspon dengan cepat. Jangan dibiarkan berkembang begitu saja tanpa sebuah penjelasan yang jelas.

Demikian sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan.

Transkrip Pidato Terbaru