Pengantar Presiden Joko Widodo Pada Sidang Kabinet Paripurna Senin, 24 Juli 2017 Pukul 10.00 WIB Di Istana Negara

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Juli 2017
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 4.325 Kali

Logo-Pidato2Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan,

Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia, seluruh Menteri yang hadir, Kepala Lembaga seluruh institusi, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung.

Bapak/Ibu yang saya hormati,
Yang pertama, saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya, saya minta kepada para Menteri, sekali lagi untuk hati-hati dalam menerbitkan peraturan menteri (permen). Tolong sebelum mengeluarkan sesuatu betul-betul dihitung, dikalkulasi, diberikan waktu untuk pemanasan terlebih dahulu. 

Komunikasinya dengan masyarakat, dengan pemangku kepentingan juga dilakukan terlebih dahulu, sehingga jangan sampai menerbitkan peraturan menteri (permen) yang ini nanti bisa menghambat dunia usaha dan hanya menambah kewenangan dari kementerian itu sendiri.

Yang harus kita lakukan sekarang ini adalah hanya mempermudah dunia usaha untuk ekspansi, untuk mengembangkan usahanya, untuk berinvestasi. Oleh sebab itu, sekali lagi, permen itu acuannya harus kesitu. Jangan sampai permen-permen justru memberikan ketakutan kepada mereka untuk berinvestasi, untuk mengembangkan usaha, untuk berekspansi. Karena, sekali lagi, ini menyangkut pertumbuhan ekonomi, menyangkut memperluas lapangan pekerjaan, yang itu semua kita harus mengerti tujuannya kemana.

Ada permen-permen, baik di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan di Kementerian ESDM misalnya, yang saya lihat dalam 1-2 bulan ini direspon tidak baik oleh investor, karena dianggap itu menghambat investasi ini. Tolong diberikan catatan ini dan juga permen-permen yang lain, hati-hati.

Yang kedua, ini saya minta juga semua kementerian/lembaga untuk memberikan perhatian dalam menekan kemiskinan. Ini sebetulnya tahapan-tahapan untuk menuju ke situ sudah baik, tetapi pada saat survei oleh BPS, ini BPS juga saya harapkan kalau akan melakukan sesuatu yang berkaitan dengan survei, semua Kementerian harus mengerti. Dan saya minta Menko untuk mengkoordinasi hal seperti ini. Ini sebetulnya urusan koordinasi saja, sehingga jangan sampai saat pembagian Rastra-nya ternyata lambat, pas saat itu dilakukan survei. Masalah itu saja sebetulnya, bukan masalah yang lain-lain yang fundamental.

Kalau kemarin sinkron, nggak akan, saya jamin pasti turun yang namanya kemiskinan itu. Hanya masalah keterlambatan Rastra itu sampai ke rumah tangga sasaran. Ini tolong hati-hati mengelola hal-hal yang sensitif seperti ini.

Yang ketiga, saya ingin memberikan apresiasi, penghargaan yang tinggi kepada seluruh kementerian, kemenko, dan lembaga-lembaga yang terkait dengan ini, atas hasil terakhir meskipun survei-survei sebelumnya juga mengatakan hal yang sama, tetapi ini adalah sebuah survei yang mempunyai kredibilitas yang sangat tinggi dan ini kelasnya internasional, yaitu surveinya Gallup World Poll (GWP) yang menempatkan Indonesia, yang menempatkan negara kita Indonesia pada peringkat pertama sebagai negara yang pemerintahnya dipercaya masyarakat.

Ini hal yang sangat penting, sangat mendasar sekali, dalam kita bekerja. Kalau sudah dipercaya oleh rakyat itu bekerjanya akan lebih mudah. Peluang dan momentum seperti ini harus betul-betul kita gunakan dalam memutuskan hal-hal yang sulit. Kalau sudah dipercaya itu memutuskan yang sulit menjadi lebih mudah. Tetapi sekali lagi tahapan-tahapan komunikasi kepada masyarakat harus terus dilakukan.

Urutan negara yang menduduki peringkat lima teratas survei Gallup tadi. Indonesia, saya membacanya saja juga kaget; kemudian Swiss; kemudian di bawahnya, India; di bawahnya lagi Luksemburg; di bawahnya lagi Norwegia. Diikuti oleh Kanada, Rusia, Turki, Selandia Baru, dan Irlandia.

Tapi berada pada puncak kepercayaan, di atas negara-negara lain, saya kira ini merupakan sebuah kepercayaan rakyat kepada pemerintah yang sangat besar sekali. Yang saya lihat, yang nomor tiga misalnya seperti India saja, nomor tiga semua koran itu keluar semuanya, semua media itu keluar semuanya. Tapi kita nomor satu nggak ada yang keluar. Tapi nggak apa-apa ini sebuah anu untuk kita, yang akan memacu kita semuanya untuk memperbaiki.

Dan sekali lagi saya mengapresiasi, khususnya kepada kementerian-kementerian dan lembaga yang telah menjalankan pelayanan publiknya secara efektif, merespon secara cepat keluhan-keluhan yang ada, tanggap secara cepat, dan ini dalam rangka melindungi masyarakat.

Yang keempat, saya juga ingin memberikan apresiasi kepada jajaran Polri, BNN, dan pihak-pihak yang terkait atas penangkapan besar-besaran dan serentak, dan pengungkapan penyelundupan sabu seberat 1 ton di dermaga eks Hotel Mandalika di Serang, Banten. Ini juga sebuah penangkapan yang sangat besar. Kita harapkan hal-hal seperti ini terus didorong agar negara kita, Indonesia, terhindar dari darurat narkoba.

Saya kira itu yang sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Terima kasih.

Transkrip Pidato Terbaru