Pengantar Presiden Jokowi Widodo Pada Rapat Terbatas Mengenai Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, di Kantor Presiden, Jakarta, 13 September 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 September 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 12.198 Kali

Logo-Pidato2

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam Rapat Terbatas sore hari ini akan dibahas mengenai pendidikan dan pelatihan vokasi. Saya kira saya sudah berkali-kali menyampaikan bahwa kompetisi antarnegara semakin sengit, semakin berat, dan dalam menghadapi persaingan itu sesungguhnya kita memiliki kekuatan yang besar yaitu 60 persen dari penduduk kita adalah anak muda, 60 persen dari penduduk Indonesia adalah anak muda. Ini kekuatan, kalau kita bisa mengelola, kalau kita bisa memanfaatkan dari potensi kekuatan ini. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 195 juta  penduduk usia produktif di tahun 2040 yang akan mendatang.

Angka yang besar ini akan menjadi potensi penggerak produktivitas nasional kita apabila kita bisa menyiapkan mulai dari sekarang. Namun, sebaliknya jika tidak disiapkan dengan baik, juga akan menjadi potensi masalah. Utamanya potensi pengangguran di usia muda. Untuk itu kita harus betul-betul fokus menyiapkan SDM Indonesia yang berkualitas sehingga bisa melakukan lompatan kemajuan, mengejar ketertinggalan dengan negara-negara yang lain.

Kita harus mampu membalikkan piramida kualifikasi tenaga kerja yang saat ini mayoritas masih berpendidikan SD dan SMP menjadi sebuah tenaga kerja yang terdidik dan terampil.

Dan saya juga meminta dilakukan evaluasi terhadap pengangguran usia muda. Pada tahun 2010, tingkat pengangguran usia 15-19 berada pada level 23,23 persen, dan angka ini meningkat menjadi 31,12 persen di akhir 2015. Dan ditinjau dari latar belakang pendidikan, proporsi pengangguran terbesar adalah mereka lulusan SMK, ada 9,84 persen. Angka ini lebih tinggi dari pengangguran lulusan SMA 6,95 persen, SMP 5,76 persen, dan SD 3,44 persen. Dari 7,56 juta total pengangguran terbuka, 20,76 persen berpendidikan SMK. Ini angka dari BPS.

Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati,
Saya minta dilakukan perombakan dan langkah-langkah perbaikan yang konkret terhadap sistem pendidikan dan pelatihan vokasi ini. Dan kita harus melakukan lagi reorientasi pendidikan dan pelatihan vokasi ke arah demand driven. Sehingga kurikulum, materi pembelajaran, praktik kerja, pengujian, serta sertifikasi bisa sesuai dengan  permintaan dunia usaha dan industri  melibatkan. Libatkan, ini yang paling penting, saya kira kita harus melibatkan dunia industri karena mereka lebih paham kebutuhan tenaga kerja yang fokus pada pengembangan SMK sektor-sektor unggulan, seperti maritim, pariwisata, pertanian, dan industri kreatif. Semuanya harus terintegrasi dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi ini mulai dari SMK, kursus-kursus di BLK. Kemudian saya kira aturan-aturan yang mempermudah pembukaan sekolah-sekolah ketrampilan swasta ini harus semuanya terintegrasi, sehingga betul-betul apa yang tadi saya sampaikan di depan bisa kita kejar.

Saya kira itu sebagai pengantar pembuka yang bisa saya sampaikan. Pak Menko saya persilakan.

(Humas Setkab)

 

Transkrip Pidato Terbaru