Pengantar Presiden pada Rapat Terbatas mengenai Kebijakan Ekonomi Berkeadilan, 31 Januari 2017, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 31 Januari 2017
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 6.888 Kali

Logo-Pidato2Selamat sore,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kembali ingin saya menegaskan bahwa kemajuan, kemakmuran, maupun kesejahteraan yang ingin kita wujudkan, bukanlah kemakmuran untuk orang per orang, bukan kemakmuran untuk hanya sekelompok orang, bukan kemakmuran untuk satu golongan. Tapi kemakmuran yang ingin kita wujudkan adalah kemakmuran bersama, kemakmuran yang berkeadilan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah tantangan besar yang kita hadapi. Dan sejak Indonesia merdeka sampai saat ini terus kita perjuangkan.

Saya ingin mengingatkan bahwa untuk mewujudkan kemakmuran bersama itu diperlukan tiga syarat pokok. Yang pertama, keberpihakan. Yang kedua, usaha bersama dengan semangat persatuan dan semangat gotong royong. Dan yang ketiga, upaya mencapai kemakmuran berkeadilan harus bersifat inklusif tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan. Semua warga negara tanpa kecuali harus mendapatkan kesempatan yang sama.

Dan pada bulan Desember 2016 yang lalu, saya telah memerintahkan kepada Menko Perekonomian untuk mengkaji sebuah kebijakan komprehensif untuk mengatasi ketimpangan ekonomi sosial yang terjadi selama ini. Meskipun kita tahu bahwa tingkat ketimpangan ekonomi dan sosial sejak 2015 mengalami perbaikan kalau diukur dari gini ratio yang turun dari 0,41 menjadi 0,39. Namun, ketimpangan ini masih perlu kita usahakan agar menjadi lebih baik.

Demikian sebagai pengantar.

Transkrip Pidato Terbaru