Pengantar Presiden pada Rapat Terbatas mengenai Perkembangan Pembangunan Proyek Listrik 35.000 MW, 1 November 2016, di Kantor Presiden

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 November 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 5.915 Kali

Logo-PidatoBismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Rapat terbatas sore hari ini akan saya pakai untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan infrastruktur kelistrikan proyek 35.000MW.

Karena informasi yang saya terima masih jauh dari apa yang kita inginkan, apa yang sudah kita rencanakan. Informasi yang saya terima, realisasi pembangkit COD program 35.000MW baru mencapai 36 persen dari target akumulatif dengan tahun 2016. Sedangkan realisasi pembangkit COD program FTP 1, dan FTP 2, dan regular baru yang merupakan bagian program 7.000MW mencapai 83 persen dari target akumulatif sampai 2016, atau 53, 53 persen dari target keseluruhan.

Dengan demikian, realisasi COD pembangkit listrik secara keseluruhan sampai 24 Oktober 2016 masih sebesar 9,4 persen dari target keseluruhan. Tolong nanti ini dikoreksi angka-angka ini kalau memang ada yang tidak betul.

Oleh sebab itu, kita harus bekerja lebih keras lagi. Seperti yang sudah sering saya sampaikan, sebetulnya investor itu ngantri, tapi realisasi lapangannya masih kecil.

Mungkin nanti Pak Menko Maritim juga bisa menyampaikan angka-angkanya. Untuk itu, saya ingin mengetahui kendala, hambatan apa yang ada di lapangan. Apakah investornya, apakah perizinannya yang masih berbelit-belit, apakah di pembebasan lahan, apakah di PPA-nya, atau di financial close-nya. Data yang disampaikan ke saya, 71 proyek dari 109 proyek baru pada tahapan perencanaan dan pengadaan.

Dari 52 proyek MVP yang telah memperoleh TPA tapi belum mencapai financial closing. Sehingga belum bisa memasuki tahapan konstruksi. Saya ingin tahu kendalanya apa. Saya minta semuanya dievaluasi satu per satu. Sehingga kita mengetahui dimana masalahnya sehingga segera diselesaikan di lapangan.

Saya juga minta, dalam kebijakan untuk membangun proyek ini, juga tidak mengabaikan energi baru terbarukan. Kita juga ingin memberikan prioritas pada geothermal. Baik dari sampah hidro dan mikro hidro karena kita harus mampu memanfaatkan seluruh potensi pembangkit listrik yang ada.

Dan yang terakhir, saya juga telah minta laporan dari BPKP mengenai 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak sudah 7 tahun, 8 tahun. Kepala BPKP, Tolong disampaikan bagaimana penyelesaian proyek-proyek yang mangkrak ini. Karena dana yang dikeluarkan juga sangat besar sekali. Saya tolong nanti diberitahukan ke saya, totalnya berapa, karena ini sudah menyangkut angka yang triliunan dan ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus apakah itu langsung di bisa diteruskan. Kalau saya lihat di lapangan, satu dua kemarin kelihatannya juga banyak yang tidak bisa diteruskan karena memang sudah hancur, sudah karatan semuanya. Sehingga harus ada kepastian, kalau memang ini tidak bisa diteruskan, ya sudah, berarti saya bawa KPK, karena ini menyangkut uang yang bukan gede, proyek gede sekali, 34 proyek pembangkit listrik. Sampai sekarang saya belum mendapatkan kepastian mengenai ini. Oleh sebab itu, saya minta yang baru ini betul-betul hati-hati semuanya, hati-hati semuanya.

Saya kira itu yang bisa sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Silakan Pak Menko.

Lihat juga:

Video Pengantar Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas tentang Perkembangan Pembangunan Proyek Listrik 35.000 MW (1/11)

Transkrip Pidato Terbaru