Pengenalan Para Calon Menteri dan Pejabat Setingkat Menteri Kabinet Indonesia Maju Tahun 2019-2024, 23 Oktober 2019, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 Oktober 2019
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 89 Kali

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Alhamdulillah pelantikan Kabinet Indonesia Maju tadi telah selesai dilakukan. Dan setelah ini langsung kita akan bekerja.

Wartawan
Kenapa namanya Kabinet Indonesia Maju Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, ini dalam lima tahun kemarin kita kan kerja, kerja, kerja. Ini arahnya lebih dikerucutkan untuk mengantarkan Indonesia Maju.

Wartawan
Pak, target seratus harinya apa sih, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak ada, enggak ada target seratus hari. Enggak ada. Karena kita ini kan melanjutkan dari yang sebelumnya. Yang jelas kita ingin mengejar, yang pertama, yang berkaitan dengan defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan.

Kemudian membuka lapangan pekerjaan, yang ini kita akan lakukan dengan menarik investasi yang sebanyak-banyaknya, sehingga muncul peluang-peluang kerja yang seluas-luasnya.

Kemudian juga reformasi birokrasi. Saya kira saya sudah sampaikan kepada menteri-menteri kemarin saat bertemu satu persatu, bahwa reformasi birokrasi harus dilakukan secara konkret, hal-hal yang ruwet, yang ribet disederhanakan.

Kemudian tentu saja prioritas utama kita lima tahun ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia. Sehingga semuanya yang berkaitan dengan itu harus kita garap secara ramai-ramai. Sehingga memunculkan sebuah daya saing, memunculkan sebuah competitiveness index yang meloncat lebih baik.

Dan yang paling terakhir, penggunaan APBN yang fokus dan terarah.

Wartawan
Mengenai undang-undang atau aturan-aturan yang menghambat investasi bagaimana?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu nanti yang sudah saya sampaikan kemarin di pelantikan presiden dan wakil presiden, bahwa akan dilakukan dengan cara cepat lewat omnibus law. 74 undang-undang nanti semuanya akan dilakukan revisi lewat omnibus law.

Wartawan
Dikti ada di mana Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dikti ada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wartawan
Terkait KIP Kuliah juga ya, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya.

Wartawan
Ketum parpol akan rangkap jabatan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dari pengalaman lima tahun kemarin, baik ketua maupun yang bukan ketua partai, saya melihat yang paling penting adalah bisa membagi waktu dan ternyata juga tidak ada masalah. Dari pengalaman itulah kita memutuskan bahwa baik ketua partai maupun yang ada di struktur partai bisa merangkap.

Wartawan
Termasuk ketua partai di luar koalisi kemarin?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya tentu saja.

Wartawan
Pengganti Kapolri siapa Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pengganti Kapolri adalah sudah kami ajukan juga hari ini ke DPR, Pak Idham Azis, Kabareskrim.

Wartawan
Satu saja, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya satu saja.

Keterangan Pers Terbaru