Penghijauan dengan Sistem Agroforestri, 15 Februari 2020, di Dusun Tanduran, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Februari 2020
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 153 Kali

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, kita ini harus bersahabat dengan lingkungan, kita harus bersahabat dengan alam. Dan di Kabupaten Wonogiri, di Provinsi Jawa Tengah ini, ada waduk yang namanya Waduk Gajah Mungkur. Ini sudah sejak tahun 1982 tetapi setiap tahun, sedimennya… berapa juta kubik?

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Siti Nurbaya)
Tiga koma dua (juta kubik).

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tiga koma dua juta kubik sedimen yang masuk ke waduk. Kenapa itu ada? Setiap tahun dikeruk, muncul lagi? Karena hulunya enggak pernah diurus. Ini yang mau kita urus. Tinggal nanti pohon-pohon ini, sengon, ini sengon 4 bulan akan dibagi-bagi kepada masyarakat. Ini juga sengon, dibagi kepada masyarakat. Ini sisi, dari sisi ekonominya dapat tetapi nanti dari fungsi-fungsi lingkungan, fungsi-fungsi untuk merawat air yang ada di hulu ini bisa… meskipun yang lain juga ada, pohon… tadi buah-buah durian ada, sirsak ada, kelengkeng ada. Tapi yang paling penting ini, barang ini, ini, vetiver. Jadi kombinasi antara sengon, antara albasia dengan vetiver, dengan ini. Ini akan kita (tanam) di tempat-tempat yang curam, di tempat-tempat yang mudah longsor, di tempat-tempat di hulu yang fungsi mengikat tanahnya itu penting, ini harus ditanam, vetiver.

Saya kemarin sudah diminta oleh Gubernur Jawa Barat 50 juta vetiver karena di sana banyak longsor. Saya enggak tahu nanti Pak Gubernur Provinsi Jawa Tengah mau minta berapa atau mau membuat sendiri lebih baik. Tadi sudah saya tekankan kepada Balai DAS (Daerah Aliran Sungai) agar, baik itu di PU maupun di Kehutanan, agar tidak setiap tahun itu ngeruk sedimen. Yang diurus mestinya hulunya, diperbaiki. Kita sudah tahu kok titiknya berapa, di catchment area yang mana, semuanya kelihatan. Jadi ya ini yang ditanam. Kalau mau nanam jangan hanya kayak sekarang 82 ribu, ndak. (Tanam) 50 juta, 70 juta, itu yang benar. Enggak nendang kalau hanya bikin 82 ribu, meskipun saya tahunya ini hanya satu scope desa tapi juga masih kurang. Juta, mainnya itu memang harus main begitu.

Tinggal kalau ini ketemu, tidak hanya Waduk Gajah Mungkur saja, semua waduk yang sedimennya tinggi diselesaikan dengan cara penanaman-penanaman ini. Sengon, entah tanaman buah-buahan: petai, jengkol, durian, sirsak, semuanya. Tapi jangan lupa, sekali lagi ini, yang namanya vetiver, ini karena nanti 3-4 tahun akarnya bisa sampai 3 meter, 4 meter dan mengikat tanah. Ini yang penting.

Ya, saya rasa itu.

Wartawan
Berarti selain buat longsor sama banjir juga ampuh ya Pak vetiver untuk mengatasi masalah sedimentasi di Gajah Mungkur?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, iya terutama untuk di sekitar waduk, vetiver ini betul-betul akan bisa menjadi pengikat tanah sehingga sedimen tidak masuk ke waduk-waduk yang ada, ke DAS yang ada. Oke.

Wartawan
Pak Presiden, tapi perawatannya susah enggak sih Pak vetiver ini?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ndak. Tanam mah enggak usah dirawat ini langsung muncul nanti 3 tahun akarnya sudah sampai ke 3 meter, 4 meter. Mudah, bukan mudah, mudah sekali.

Wartawan
Pak, ini akan diterapkan untuk di daerah-daerah lain di Indonesia juga, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Semua, semua waduk yang saya lihat, baik di Sulawesi, baik di Jawa, baik di Sumatra, semuanya problem sedimen, dan diselesaikan dengan dikeruk, keliru, keliru. Sudah, selesaikan hulunya dengan tanaman-tanaman ini, akan menyelesaikan masalah, ya.

Wartawan
Terima kasih, Pak.

Keterangan Pers Terbaru