Peninjauan ke Pusat Perbelanjaan Sarinah di Pusat Perbelanjaan Sarinah, Provinsi DKI Jakarta, 5 Mei 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 4 Mei 2023
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 409 Kali

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Peninjauan ke Pusat Perbelanjaan Sarinah, 5 Mei 2023

Melihat dan menanyakan kepada pedagang mengenai penjualannya selama Ramadan, sebelum Lebaran. Apakah ada kenaikan? Apakah ada penurunan? Semuanya menyampaikan kepada saya, ada yang naik omzetnya 80 persen, ada yang naik 60 persen, ada yang naik 50 persen, tapi semuanya hampir naik. Ini saya kira bagus, sesuai dengan prediksi kita bahwa peredaran uang selama menjelang Lebaran dan selama liburan Lebaran ini naik sangat tinggi sekali. Perkiraan kita, baru perkiraan nih, kurang lebih sampai mencapai Rp230 triliun.

Wartawan
Besak jadi ke Lampung enggak, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kenapa ke Lampung?

Wartawan
Besok katanya ke Lampung?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, besok.

Wartawan
Jalanan di Lampung yang viral, yang rusak itu diperbaiki, karena Pak Jokowi mau datang.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, baik dong.

Wartawan
Tapi kenapa Pak Jokowi mau datang saja, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak. Gini, jadi kita baru mengumpulkan data-data jalan-jalan kabupaten dan kota, jalan-jalan provinsi yang rusak parah, karena anggaran yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota tidak banyak diarahkan kepada pembangunan infrastruktur, dan itu hal yang sangat penting sekali. Begitu jalan rusak, apalagi jalan produksi, akan mengganggu yang namanya komoditas itu, mobilitas orang, mobilitas barang, biaya logistik akan naik, sehingga barang itu tidak bisa bersaing dengan provinsi lain, daerah lain atau negara lain. Ini yang kita harus tahu semuanya, manfaat infrastruktur ada di situ.

Saya ingin memastikan, saya besok mau melihat betul, apakah yang ada di video, apakah yang ada di media itu benar atau enggak benar.

Wartawan
Besok jalan jam berapa, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pagi-pagi benar.

Wartawan
Pak, soal politik dong, Pak. Kemarin kan Nasdem tidak diundang. Kok tega sih, Pak, Nasdem tidak diundang waktu pertemuan kemarin?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, memang itu tidak diundang.

Wartawan
Kenapa alasannya, Pak?Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nasdem itu ya, kita harus bicara apa adanya, kan sudah memiliki koalisi sendiri. Dan, ini gabungan partai yang kemarin berkumpul itu kan juga ingin membangun kerja sama politik yang lain, mestinya ini kan memiliki strategi besarnya apa. Ya masa di sini tahu strateginya, kan semestinya ndak seperti itu. Jadi, dalam politik itu wajar-wajar saja, biasa. Dan, saya itu adalah pejabat publik sekaligus pejabat politik.

Jadi, biasa kalau saya berbicara politik ya boleh dong, ya kan. Saya berbicara berkaitan dengan pelayanan publik juga bisa dong, ya memang itu tugas seorang Presiden. Hanya memang kalau sudah nanti ada ketetapan KPU, saya gitu.

Wartawan
Ada pembahasan tentang Ganjar-Prabowo enggak, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang dibicarakan banyak sekali tiga jam, banyak sekali.

Wartawan
Rinciannya apa saja, Pak? Koalisi besar ya, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Semuanya dibicarakan, bukan itu saja. Semuanya dibicarakan yang berkaitan, utamanya yang berkaitan dengan politik negara ke depan akan seperti apa, tantangannya negara ini apa. Semuanya. Dan, itu butuh kepemimpinan nasional dengan leadership yang kuat, yang dipercaya oleh rakyat, yang dipercaya oleh internasional, yang dipercaya oleh investor, yang dipercaya.

Wartawan
Pak, ada isu-isu selentingan keluar duet Pak Prabowo dengan Mas Gibran dijodohkan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu saja juga didengerin. Pertama, umur. Yang kedua, baru dua tahun saja jadi wali kota. Yang logis saja lah.

Wartawan
Pak, KTT ASEAN, Pak. Kalo menurut Bapak, untuk penguatan ASEAN dari KTT seperti apa sih? Penguatan ASEAN seperti apa yang diharapkan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kita tahu ya, potensi ASEAN ini sangat besar. Penduduknya 650 juta orang, pertumbuhan ekonominya selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Banyak barang-barang produksi dihasilkan oleh anggota ASEAN, kekuatan inilah yang ingin kita satukan agar kawasan ini menjadi sebuah pusat produksi, utamanya sesuai dengan potensi yang kita miliki, misalnya EV battery, kemudian electric vehicle dan produk-produk yang memiliki daya saing yang tinggi dibandingkan produksi dari negara-negara yang lain. Jadi, konsentrasi kita nanti adalah ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, epicentrum of growth, arahnya ke sana.

Wartawan
Pak, dengan 20 WNI di Myanmar yang kabarnya disekap bagaimana?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini Kementerian Luar Negeri sedang berkomunikasi dengan Myanmar, agar WNI kita yang ada di sana, ini kan penipuan dan dibawa ke tempat yang tidak diinginkan oleh mereka. Jadi, kita sedang berusaha untuk membawa, mengevakuasi mereka untuk keluar dari Myanmar. Sudah. Kementerian Luar Negeri, Bu Menteri, Bu Menlu sedang berusaha untuk melakukan evakuasi.

Wartawan
Terkait urgensi mengumpulkan ketua parpol di istana, karena itu dianggap cawe-cawe gitu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Cawe-cawe apa? Bukan cawe-cawe, lah wong itu diskusi saja, kok cawe-cawe. Diskusi. Saya kan tadi sudah sampaikan, saya ini juga pejabat politik, tapi bukan cawe-cawe. Urusan capres-cawapres itu urusannya partai atau gabungan partai, sudah bolak-balik saya sampaikan kan.

Tapi, kalau mereka mengundang saya, saya mengundang mereka boleh-boleh saja. Apa konstitusi yang dilanggar dari situ? Enggak ada. Tolonglah mengerti, bahwa kita ini juga politisi tapi juga pejabat publik.

Keterangan Pers Terbaru