Peninjauan Lokasi Padat Karya Irigasi, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), 9 Juli 2020, di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Juli 2020
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 210 Kali

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hari ini, saya dari pagi sampai sore tadi ke Kabupaten Kapuas, kemudian juga sekarang ke Kabupaten Pulang Pisau di Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk apa? Kita merencanakan food estate atau lumbung pangan yang mulai sudah dikerjakan dua minggu ini, terutama untuk urusan irigasinya dulu. Dan tahun ini insyaallah akan kita selesaikan kurang lebih 30 ribu hektare terlebih dahulu kemudian berikutnya akan dalam satu setengah tahun sampai maksimal dua tahun akan ditambah lagi 148 ribu hektare, baik itu di Kabupaten Pulang Pisau maupun di Kabupaten Kapuas. Untuk apa? Ini kita siapkan, saya kira kita tahu semuanya, FAO sudah memberikan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi (COVID-19), juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi.

Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan logistik nasional yang nantinya kurang lebih akan dikelola oleh sebuah badan, dan badan ini nanti SPV (special purpose vehicle)-nya bisa bekerja sama baik dengan pola investasi, baik nanti dikerjakan BUMN, atau dengan scheme yang lainnya. Dan leading sector-nya nanti akan…, karena ini menyangkut cadangan strategis pangan kita, akan kita berikan kepada Pak Menhan yang tentu saja didukung oleh Pak Menteri Pertanian dan juga Menteri PUPR, tentu saja di daerah kita harapkan juga ada dukungan penuh dari gubernur maupun para bupati.

Dan kita harapkan dengan cadangan strategis pangan kita ini betul-betul bisa kita atur, kalau memang dalam negeri kekurangan, akan disuplai dari sini, entah itu bisa padi, bisa singkong, bisa jagung, atau bisa cabai, semuanya akan di-manage dengan manajemen yang ada dan kalau sisa, itulah yang akan kita ekspor ke negara lain.

Saya rasa itu mungkin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Nanti untuk teknis dan pelaksanaan, silakan ditanyakan ke Pak Prabowo atau Pak Menteri Pertanian, atau Pak Menteri PUPR, ya.

Keterangan Pers Terbaru