Peninjauan Pasar Minggu di Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 13 April 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 13 April 2023
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 792 Kali

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Peninjauan Pasar Minggu, 13 April 2023

Wartawan
Harga bahan pokok, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya. Yang penting harga bahan pokok tidak ada yang naik. Banyak yang turun, hanya yang naik hanya satu, bawang bombai. Yang lain bagus, telur bagus, ayam baik, kemudian bawang merah juga baik, cabai yang dulu sampai Rp100 ribu, sampai Rp90 ribu sekarang di posisi Rp35 ribu sampai Rp40 ribu. Saya kira semuanya baik. Artinya, pasokannya lancar sehingga harganya turun. Bawang bombai saja yang naik.

Wartawan
Pak, di sejumlah pasa itu Minyakita masih langka, Pak, kadang masih terbatas, ada yang cuma dua liter doang dapatnya ada yang seliter dapatnya, itu kenapa ya, Pak, ya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini kan memang dibatasi agar tidak semua masyarakat itu beli dalam jumlah banyak, karena itu adalah minyak yang memang kita patok untuk yang masyarakat bawah yang membutuhkan. Sehingga, kayak Minyakita kenapa kita patok Rp14 ribu dan tidak boleh dijual dalam jumlah yang besar? Karena memang kita harapkan itu yang membeli hanya masyarakat bawah. Dan stoknya sangat banyak, saya cek di semua pasar itu ada semua.

Wartawan
Terkait dengan Lebaran Pak, Bapak Lebaran nanti di mana? Di IKN atau di Solo?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sampai saat ini, saya di Jakarta dan di Bogor.

Wartawan
Pak Jokowi sama Pak Ganjar itu kemarin semobil ngomongin apa aja? Ngomongin soal U-20 enggak sih, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, sudah.

Wartawan
OTT KPK itu ada salah satu proyek yang terindikasi suap itu KA Sulsel yang Bapak resmikan, kenapa bisa diresmikan proyek yang tidak clean dan clear ini?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya tidak mungkin semua proyek yang ribuan banyaknya itu tidak ada masalah, pasti satu-dua ada masalah, biasa dalam proyek yang besar. Tetapi kenapa terus kita kontrol di lapangan? Wong dikontrol di lapangan saja masih ada masalah, apalagi tidak. Kita ini hampir tiap hari lho ke lapangan mengecek, ke lapangan mengecek, itu pun masih ada masalah apalagi tidak. Biasa, menurut saya biasa.

Wartawan
Pak, pantauan mudik kan tahun ini meningkat nih kira-kira arus mudik?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya sudah saya sampaikan, hati-hati arus mudik saat ini karena dari survei itu melompat dari 86 juta menjadi 123 juta, 45 persen lonjakannya. Sehingga kemarin saya cek yang tahun lalu bermasalah di Bakauheni, di Merak, kan masalah tahun kemarin di pelabuhan itu, sehingga kemarin kita cek, tetapi jelas kita siapkan dari kapasitas yang sebelumnya 31 ribu melompat menjadi 49 ribu. Kita harapkan tidak ada masalah.

Manajemen lapangannya juga detail sudah dilakukan, pelabuhan mana yang dipakai untuk kendaraan, pelabuhan mana yang dipakai untuk kendaraan-kendaraan berat, pelabuhan mana yang dipakai untuk mobil pribadi dan bus. Semuanya sudah diatur dalam pelabuhan-pelabuhan yang berbeda. Kita harapkan tidak terjadi seperti tahun lalu: Cikuasa Atas-Cikuasa Bawah masalah, kemudian ada masyarakat yang belum beli tiket menjadikan masalah juga antriannya. Ini semuanya sudah kita atur, insyaallah moga-moga nanti nggak ada masalah. Termasuk juga yang di jalan tol, termasuk yang di jalan tol semuanya kemarin kita cek. Moga-moga insyaallah tidak ada masalah.

Keterangan Pers Terbaru