Peninjauan Pelabuhan Patimban, 29 November 2019, di Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Subang, Provinsi Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 November 2019
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 115 Kali

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang kita harapkan ini akan menjadi sebuah pelabuhan besar nantinya di tahun 2027. Jadi memang pekerjaan yang besar sehingga tahapan-tahapannya memang jangka panjang.

Yang tahapan pertama nanti, investasi yang diperlukan kurang lebih Rp29 triliun, tetapi total mungkin nanti sampai Rp50 (triliun) lebih di 2027. Jadi ini secara keseluruhan ada 654 hektare, 654 hektare. Yang tiga ratus hektare itu untuk peti kemas dan terminal kendaraan. Memang ini nanti akan banyak yang untuk terminal kendaraan untuk ekspor mobil-mobil dari industri-industri otomotif kita. Jadi yang tiga ratus hektare itu untuk terminal kendaraan dan peti kemas kemudian yang pickup area-nya ada 354 hektare. Dan ini kita harapkan nanti memiliki kapasitas tujuh setengah TEUs, memang gede sekali pelabuhan ini, ya.

Wartawan
Pak tadi sudah meninjau dari atas juga kan Pak. Puas enggak Pak kira-kira?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya progresnya ini bagus dan kita harapkan yang tahapan pertama ini nanti akan kita selesaikan di bulan Juni tahun depan. Juni tahun depan.

Wartawan
Untuk aksesnya sendiri bagaimana Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Akses juga tadi saya lihat dari atas sudah dikerjakan yang non-tol, sudah dikerjakan, juga hampir selesai, selesai April, muncul-muncul Juni lah. Tadi kita lihat di atas tadi progresnya sudah bagus sekali, sudah enggak ada masalah. Tinggal ada fasilitas lagi yang namanya jalan tol sepanjang kurang lebih 37 kilometer dari Tol Cipali menuju ke sini. Sehingga kecepatan itu ada, efisiensi itu ada menuju ke pelabuhan ini.

Wartawan
Pak ini kan terbesar kedua nantinya setelah Pelabuhan Tanjung Priok, diharapkannya apa sih Pak? Nanti akan mengurangi dari logistik yang biasanya ke Pelabuhan Tanjung Priok begitu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya ini semuanya dalam rangka daya saing kita, memperbaiki daya saing kita sehingga competitiveness kita menjadi naik. Artinya, nanti ada di sini memang arah ke depan ini menjadi pelabuhan khusus untuk mobil. Meskipun yang lain juga enggak ada masalah tetapi nanti sebagian besar yang masuk ke sini adalah yang untuk ekspor mobil. Karena kita ingin menjadi sebuah hub besar bagi produksi otomotif di kawasan kita sehingga ekspor-ekspor ke Australia, ke New Zealand, atau ke negara-negara ASEAN semuanya berangkat dari Pelabuhan Patimban ini. Kira-kira itu.

Wartawan
Pak untuk sidak BPJS tadi bagaimana hasilnya, Pak? Sidak BPJS tadi?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sidak BPJS tadi hampir sembilan puluh persen yang kita tanyai semuanya memakai Kartu Indonesia Sehat, pakai kartu itu, ya. Dan memang tadi mungkin tujuh puluhan persen itu memakai yang PBI (Penerima Bantuan Iuran), yang gratis dari pemerintah, yang dua puluhan persen yang bayar. Sama seperti yang di Lampung, kurang lebih angkanya hampir-hampir sama. Jadi, artinya memang masyarakat memanfaatkan kartu BPJS itu dalam rangka pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit.

Wartawan
Hasil tinjauannya Pak, Bapak merasa puas enggak Pak dengan progresnya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya kalau BPJS, yang paling penting yang harus diselesaikan kan sebetulnya di BPJS-nya, bukan di rumah sakitnya atau bukan di pemegang kartunya, ndak. Di institusi BPJS-nya bagaimana agar yang namanya defisit itu bisa dikendalikan. Karena pemerintah sudah keluar duit gede banget, 133 juta yang di-cover oleh pemerintah dari kartu BPJS yang gratis. 133 juta, 96 juta oleh pemerintah pusat dan sisanya itu pemerintah daerah. Gede banget ini, gede banget. Jadi kenaikan BPJS itu yang 133 juta itu artinya itu di-cover oleh APBN dan APBD. Itu yang harus menjadi catatan.

Wartawan
Pak, jalan kemarin ke acara BI katanya terjebak tiga puluh menit, macetnya di mana Pak? Tiga puluh menit macet di daerah Sudirman apa?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Bukan macet, berhenti, parkir.

Wartawan
Di daerah mana Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Di Kasablanka, Kuningan, iya. Ya itu kan setiap hari di situ memang seperti itu, sejak saya dulu jadi Gubernur juga seperti itu.

Wartawan
Pak kunker kali ini membawa dua staf milenialnya Pak ya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya ini yang (Staf) Khusus Mbak Putri sama Mas Taufan, nanti memang terutama mau saya tunjukkan Mekaar karena di Mekaar itu nanti ada 5,8 juta nasabah, yang hampir 99 persen itu adalah perempuan, wanita. Nah nanti kalau lapangannya sudah dilihat, nah proses-proses perbaikan apa yang bisa dikerjakan. Misalnya dengan sentuhan fintech (financial technology) misalnya, misalnya sentuhan kemasan, misalnya sentuhan desain. Itu yang mau kita, mengangkat brand-nya seperti apa, itu yang mau kita kerjakan. Tapi paling enggak lapangannya ini, anak-anak muda ini biar tahu.

Wartawan
Kan masih ada lima lainnya, berarti akan diajak juga?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya  nantikan bidangnya beda-beda. Itu kan jago-jagonya di fintech, di UMKM sehingga juga Menteri UMKM juga kita ikutkan karena 5,8 juta yang sudah kita berikan, target kita nanti di atas sepuluh juta nasabah. Ya.

Wartawan
Siap Bapak. Terima kasih, Bapak.

Keterangan Pers Terbaru