Peninjauan Proyek LRT dan Kereta Cepat, 12 Desember 2019, di Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Elevated  Kilometer 16, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 12 Desember 2019
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 134 Kali

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, ini kalau kita lihat ya, kalau kita lihat betapa rumitnya kalau kita terlambat membangun infrastruktur. Ya, kan? Contoh jalan tol ini, itu kesempatan memasang girder-nya itu hanya tiga-empat jam per hari karena lalu lintas yang begitu sangat padatnya dan hanya malam hari, coba. Yang kedua, di sampingnya lagi ada LRT dibangun, sampingnya ada kereta cepat. Bayangkan rumitnya, sekali lagi, kalau kita terlambat membangun infrastruktur. Sehingga semuanya, memang jangan sampai keputusan politik itu terlambat dalam memutuskan hal-hal yang penting, terutama yang berkaitan dengan daya saing, kecepatan, efisiensi.

Wartawan
Apa kesulitan itu yang membuat jalan tol ini seperti masih kurang mulus gitu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Apanya?

Wartawan
Jalan tolnya, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti kalau mulus malah ngantuk. Ya ini kan masih… Ini nanti kan dicek lagi, akan diperbaiki lagi, ya.

Wartawan
Untuk proyek kereta cepat itu sendiri, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kereta cepat ini investasi USD 6 miliar dan akan diselesaikan insyaallah nanti di akhir 2021. LRT investasi Rp29 triliun, akan selesai juga sama, akhir 2021 semuanya akan selesai. Nanti akan terintegrasi. Tadi diperlihatkan, misalnya kereta cepat stasiun di Halim, didekatnya juga LRT di Halim, sehingga terkoneksi semuanya. Nanti Bus Transjakarta, saya akan minta juga ke Gubernur DKI untuk di-link-kan ke situ sehingga semuanya juga terintegrasi.

Wartawan
Berarti sudah bisa digunakan pada saat Natal dan Tahun Baru 2021 ya, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
(Yang) mana?

Wartawan
Ini semuanya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, iya, iya, 2021 akhir.

Wartawan
Pak, kendalanya apa sih? Tadi kayaknya masih ada lahan yang baru dibebaskan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Lahannya sudah. Misalnya kereta cepat itu, lahan sudah 99,9 persen sudah selesai. Sudah enggak ada masalah. Ini tinggal kerja lapangannya  karena kita tahu ruwetnya seperti ini.

Wartawan
Pak, Indeks Kerukunan Umat Beragama di sejumlah kota besar di bawah rata-rata nasional, Pak. Seperti Jawa Barat, DKI Jakarta itu Indeks Kerukunan Umat Beragamanya…?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, itu pekerjaan kita semuanya, agar yang namanya toleransi, yang namanya kerukunan, yang namanya persaudaraan itu harus kita jaga, kita rawat bersama-sama. Sudah.

Keterangan Pers Terbaru