Peninjauan PT Pertamina Hulu Rokan, di Kota Dumai, Provinsi Riau, 5 Januari 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 5 Januari 2023
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 716 Kali

Wartawan
Pak, bagaimana tentang situasi Hulu Rokan sendiri setelah Bapak meninjau?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, sejak awal kenapa Rokan ini kita ambil alih dan tidak diperpanjang, itu adalah kita ingin meyakinkan bahwa SDM-SDM kita ini mampu dan itu yang saya tunggu.

Tadi saya menanyakan kepada Dirut Pertamina, “Produksinya naik atau turun?” Iya, naik. Dari yang dulu waktu dikelola Chevron enggak turun-turun, sekarang sudah mulai naik dari 156-158 ribu barel per hari menjadi 166 ribu barel per hari. Tetapi yang kita inginkan adalah sebuah peningkatan yang lipat dan tadi Dirut Pertamina menyampaikan, membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Tapi yang paling penting, jangan sampai lifting minyak kita ini turun. Ini sudah berapa tahun, ini turun terus, sehingga apa? Larinya semuanya nanti ketergantungan pada impor, padahal kita masih punya sumur-sumur yang bisa kita kelola untuk menghasilkan produksi sehingga impornya tidak banyak.

Menurut saya, yang pertama, teknologi harus digunakan. Digitalisasi harus juga digunakan untuk memonitor. Dan, di sini saya lihat tadi sudah mulai pergerakan setiap alat-alat berat, alat-alat pengeboran yang ada sudah dimonitor dengan monitor digital. Ini yang baik. Kalau ini nanti berhasil, saya minta juga blok Mahakam juga dikelola dengan manajemen yang sama. Karena tugas Pertamina yang memproduksi minyak 70 persen, Bu, ya?

Direktur Utama Pertamina (Nicke Widyawati)
Iya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tujuh puluh persen dari produksi yang ada di negara kita ini, sangat memegang peran penting dalam proses meningkatkan lifting minyak nasional kita. Saya rasa itu.

Wartawan:
Ada target, Pak, untuk Pertamina sendiri berapa besar yang harus ditingkatkan? Seberapa signifikan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini kan memang tidak bisa langsung dibalik, langsung dua kali lipat dari target yang tadi saya sampaikan 400 ribu barel per hari, 400 ribu. Dari 156-158 ribu menuju ke 400 ribu, ini bukan pekerjaan yang mudah. Tapi tadi sudah saya sampaikan, ini target.

Wartawan
Tahun berapa harus direalisasikan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Secepatnya. Nanti hitungannya dari Dirut, ya.

Wartawan
Terkait isu reshuffle bagaimana, Pak? Reshuffle kabinet.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Besok. Bisa Jumat, bisa Senin, bisa Selasa, bisa Rabu.

Wartawan
Berapa menteri, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Besok.

Keterangan Pers Terbaru