Penjualan Turun 21%, Industri Sepeda Motor Indonesia Masih Nomor 3 Dunia

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 33.350 Kali
Ketua AISI Gunadi Sindhuwisata didampingi Menperin Saleh Husin dan pengurus GAIKINDO memberikan keterangan pers, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10)

Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata didampingi Menperin Saleh Husin dan pengurus GAIKINDO memberikan keterangan pers, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10)

Seiring dengan perlambatan ekonomi di tanah air dan beberapa negara lain, jumlah kendaraan bermotor roda dua yang diproduksi anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang tahun 2015 ini diperkirakan hanya mencapai 6,3 juta unit, atau turun dibanding tahun 2014 sebanyak 7 – 9 juta unit.

Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata menjelaskan, bahwa saat in pasar sepeda motor turun 21% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari kapasistas produksi sebanyak 9,6 juta unit hanya terpakai 65% saja.  Walau demikian, kita tetap menjadi pemain nomor 3 didunia setelah RRC dengan 21 juta, India 15 juta, dan Indonesia di tahun 2011 mencapai 8 juta unit kendaraan terpasang.

“Ini merupakan  jumlah yang mendukung skala ekonomi kita dan juga termasuk daya saing kita,” kata Gunadi kepada wartawan seusai bersama pengurus AISI dan GAIKINDO diterima oleh Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10).

Menurut Gunadi, dengan kapasitas produk 9,6 juta, industri sepeda motor Indonesia telah  menyerap tenaga kerja dari hulu sampai hilir sebanyak 2 juta orang, termasuk mereka yang bekerja di bengkel industri, pendanaan, dan juga yang terlibat langsung dengan produksi.

“Dengan 2 juta orang ini kita bisa mencapai 85%, jika ditanya sisanya 15% itu apa seperti di otomotif roda empat ternyata lingkupnya pada di komponen-komponen khusus yang merupakan bahan baku berupa baja, besi, plastik dan komponen bahan baku lainnya,” terang Gunadi.

Ditambahkan oleh Ketua AISI itu, dukungan industri sepeda motor kepada negara berupa pajak baik ke daerah maupun ke pusat mencapai sekitar Rp 14 triliun.

Selain itu, dari 6,3 juta penjualan sepeda motor tercatat pada 2014 telah dieskpr sebanyak 41.000 unit, dan tahun ini diperkirakan akan naik sekitar 440%. “Kami perkirakan dan meyakinkan kepada Presiden jika sampai 2019 ekspor kita akan mencapai 1.000%,” jelas Gunadi.

Dari mana keyakinan tersebut, menurut Gunadi, jika pada awalnya pasar sepeda motor ini di negara belum maju dan terbatas, namun saat ini ada trend  di negara maju yang biasa pasar sepeda motor besar 250cc keatas mulai beralih pada sepeda motor kecil karena penggunaannya yang lebih rasional.

“Dan lagi negara maju ini jika mengeluarkan uang 1.000 dollar untuk membeli sepeda motor tidak ada artinya, sehingga saat ini perkembangan pasar motor di Eropa misalnya Jerman, Inggris, Belanda, dan lainnya cukup menggembirakan. Juga ekspor ke Jepang dan daerah Pasifik ini tetap merupakan hal yang akan dikejar oleh industri kami,” papar Gunadi.

Ketua AISI itu meyakini, 5-10 tahun lagi sepeda motor untuk jenis 100-150 cc akan menjadi produk yang diminati karena di Indonesia sepeda motor yang terjangkau akan menggerakkan kegiatan ekonomi. Karena itu, Gunadi yakin pasarnya akan tetap tumbuh.

Catatan lagi, bahwa ternyata ada pergeseran keluar daerah jawa karena pendapatan daerah jawa juga meningkat. Jika komoditi diluar jawa ini cukup bagus maka peningkatan pasar diluar jawa ini akan cukup besar. (FID/OJI/ES)

 

Berita Terbaru