Pentas #PrestasiTanpaKorupsi, 9 Desember 2019, di SMK Negeri 57 Jakarta, Pasar Minggu, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Desember 2019
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 97 Kali

Wartawan
Gimana tadi kesannya Pak setelah melihat penampilan dari Menteri?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya jadi gini, jadi kita ingin memberikan sebuah kesadaran besar mengenai antikorupsi. Kesadaran antikorupsi ini penting dan harus dilakukan secara besar-besaran dan masif.

Kenapa di sekolah? Kita tahu, saya kira di Pak Mendikbud memiliki sekolah itu 300 ribuan sekolah, ada siswanya 50 juta murid atau pelajar. Inilah yang harus menjadi target. Karena apapun, demografi kita ke depan anak-anak inilah yang akan mengisi negara ini di titik-titik jabatan apapun. Oleh sebab itu, kesadaran mengenai antikorupsi harus diberikan sejak dini, sejak awal sehingga semuanya sadar bahwa korupsi itu tidak betul, korupsi itu tidak benar, korupsi itu tidak boleh dilakukan oleh siapapun. Jadi penekanan itu yang ingin kita berikan. Plus, tadi sekolah tadi masih plus guru, 50 juta siswa, plus 3,5 juta guru.

Wartawan
Pak, tadi ada pertanyaan soal hukuman mati untuk koruptor, Pak tapi kan memang di UU-nya belum ada tadi Bapak jawab. Apakah nanti akan diatur, Pak? Direvisi UU yang ada? Hukuman itu Pak? Iya, Pak, untuk koruptor hukuman mati gitu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu, yang pertama, kehendak masyarakat. Kalau masyarakat memang berkehendak seperti itu ya dalam Rancangan Undang-Undang Pidana Tipikor itu dimasukkan. Tapi sekali lagi, juga tergantung pada yang ada di legislatif.

Wartawan
Pemerintah bakal jadi inisiatifnya Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Hmm?

Wartawan
Bakal jadi inisiatif pemerintah kalau seperti itu?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya bisa saja, kalau memang itu kehendak dari masyarakat.

Wartawan
Pak, hari ini KPK menggelar acara Hari Antikorupsi Sedunia. Kan tahun lalu Bapak hadir ketika acara serupa, tahun ini kenapa memilih sekolah

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak, setiap tahun saya hadir, setiap tahun saya hadir.

Wartawan
Tahun ini?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya ini kan, ini kan Pak Ma’ruf kan belum pernah ke sana, ya bagi-bagi lah. Masa setiap tahun saya terus. Ini Pak Ma’ruf belum pernah ke sana, silakan Pak Ma’ruf (ke sana), saya ke tempat lain.

Wartawan
Pimpinan KPK menunggu Bapak datang ke sana. Pak Saut masih berharap untuk…

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya enggak apa-apa, kok nunggu-nunggu, tadi hadir Pak Ma’ruf.

Wartawan
Mereka minta kado Perppu KPK? Berharap ada perppu dikeluarkan oleh Bapak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Apanya?

Wartawan
Pimpinan KPK berharap dikeluarkan perppu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)

Sampai detik ini kita masih melihat, mempertimbangkan. Tetapi kan Undang-undang-nya sendiri belum berjalan. Kalau nanti sudah komplet, sudah ada Dewas, sudah (ada) Pimpinan KPK yang baru, nanti kita evaluasi lah.

Saya kira kita ini perlu mengevaluasi ya, seluruh program yang hampir dua puluh tahun ini berjalan. Yang pertama, penindakan itu perlu tapi menurut saya kita harus, pertama pembangunan sistem itu menjadi hal yang sangat penting dalam rangka memberikan pagar-pagar agar penyelewengan korupsi itu tidak terjadi. Pembangunan sistem.

Yang kedua, menurut saya ini hal yang juga sangat penting, rekrutmen politik. Proses rekrutmen politik ini penting sekali. Jangan sampai proses rekrutmen politik membutuhkan biaya yang besar sehingga nanti orang akan tengak-tengok untuk bagaimana pengembaliannya. Itu berbahaya sekali.

Yang ketiga menurut saya, fokus. Kita ini fokusnya di apa dulu. Jangan semuanya dikerjain, enggak akan menyelesaikan masalah. Evaluasi-evaluasi seperti inilah yang harus kita mulai koreksi, mulai evaluasi sehingga betul-betul setiap tindakan itu ada hasilnya yang konkret, bisa diukur.

Dan yang keempat menurut saya, OTT, penindakan itu perlu tetapi setelah OTT, setelah penindakan harus ada perbaikan sistem masuk ke sebuah instansi itu. Misalnya, sebuah provinsi gubernurnya ditangkap, trettt, ya kan, setelah ditangkap mestinya sistem perbaikan itu masuk ke sana, sistemnya yang masuk.

Oleh sebab itu, saya nanti akan segera bertemu dengan KPK untuk menyiapkan hal-hal yang tadi saya sampaikan, baik mengenai pembangunan sistem, perbaikan sistem, baik mengenai hal yang berkaitan dengan rekrutmen sistem di politik, sistem rekrutmen di politik. Yang ketiga, mengenai fokus-fokusnya di apa, apakah kita ingin fokus perbaikan misalnya di sisi eksekutif daerah atau di sisi pemerintah pusat atau di sisi kepolisian atau di sisi kejaksaan. Harus ditentukan fokusnya sehingga tidak sporadis. Dan evaluasi itu sangat penting.

Wartawan
Pak, politik jalur murah yang bisa diwacanakan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu harus dibicarakan dengan partai-partai politik. Sistem rekrutmen politik yang paling murah, itu yang perlu dibicarakan.

Wartawan
Pak Jokowi, ada masukan dari Pak Saut Situmorang Pak, lebih baik untuk memperbaiki fasilitas kesehatan itu akan lebih elegan dibandingkan dengan memberikan grasi, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sekali lagi saya sampaikan kita harus fokus, tidak sporadis seperti itu, semuanya dikerjakan. Enggak mungkin menyelesaikan masalah, percaya saya.

Wartawan
Pak untuk sistem yang bisa memberantas (korupsi), sistem elektronik ya Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kita mulai dari mana, akan mulai misalnya harus kita tentukan. Sistem rekrutmen politiknya, ya mulai di situ. Kita bersama-sama kita kerjain. Atau kita mau pembangunan sistem di mana? Pemerintah pusat, ayo bareng-bareng kita kerjain bersama-sama.

Wartawan
Pak, di Perancis sistem elektronik bisa banyak membantu transparansi Pak. Di kita sudah ada e-procurement dan sebagainya tapi masih perlu diperkuat, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oleh sebab itu, perlu diperbaiki terus sehingga yang namanya membangun sistem itu menjadi hal yang sangat penting untuk kita lakukan. Kita sudah memiliki, kayak e-procurement sudah ada, e-tendering sudah ada, e-purchasing sudah tapi masih, kenapa masih terjadi seperti ini, ya artinya perlu perbaikan sistem itu.

Wartawan
Pak Presiden, dari tiga Menteri tadi yang paling dinikmati Pak? Acting yang paling bagus yang mana, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Akting yang paling bagus… Kalau pakaian yang paling bagus dikenakan pasnya di Pak Nadiem Makarim, Mas Menteri Nadiem Makarim karena masih kelihatan kayak anak SMA.

Wartawan
Kalau tukang bakso itu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kalau tukang bakso saya lihat ini handuknya baru, pakaiannya baru, kelihatan masih baru, gerobak baksonya juga baru.

Wartawan
Pak nanti ketemu Kapolri Idham Azis, jadi Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sore nanti, sore nanti. Sore nanti akan saya…

Keterangan Pers Terbaru