Penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), 15 Maret 2019, di SMK Negeri 1 Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatra Utara

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Maret 2019
Kategori: Sambutan
Dibaca: 1.862 Kali

Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Shalom,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja,
Yang saya hormati Bapak Gubernur beserta Ibu, Pak Bupati Tobasa beserta Ibu, serta seluruh Bupati dan Wali Kota yang hadir pada pagi hari ini,
Anak-anakku semuanya yang saya cintai.

Selamat pagi!
Selamat pagi!
Selamat pagi!

Saya berbahagia sekali pagi hari ini bisa hadir di SMK Negeri 1 Balige, Tobasa. Ini nanti adalah tahun ini SMK 1 Balige akan direvitalisasi. Artinya apa? Akan  ada pembangunan di SMK 1 plus nanti diberikan alat, peralatan untuk praktik anak-anak di dalam menuju ke proses diterimanya, baik di kantor maupun di industri-industri yang ada. Setuju ndak direvitalisasi? Yang enggak setuju silakan maju. Saya beri sepeda, maju sini. Setuju ya?

Anak-anakku sudah terima ini, Kartu Indonesia Pintar, sudah? Atau tabungannya, sudah? Mana? Mana? Mana? Mana? Mana? Mana? Ya, diangkat biar kelihatan bahwa sudah terima semuanya. Sudah terima semuanya ya? Sudah terima semua.

Ini yang hadir di sini 2.000. Diangkat, diangkat, jangan diturunkan, mau saya hitung. 1, 2,  3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, …, 2.000, sudah, betul. Berarti sudah diterima Kartu Indonesia Pintar untuk SD, untuk SMP, untuk SMA dan SMK, 2.000, untuk yang hadir di sini.

Sudah tahu semuanya anak-anak, yang SD di dalam kartu ada anggarannya berapa? Tahu? Berapa? Belum? Ya, ada anggarannya di situ Rp450.000. Yang SMP, mana SMP? Sudah tahu di dalamnya ada anggaran berapa? Rp750.000. Yang SMA/SMK anggarannya di dalamnya ada berapa? Rp1.000.000. Cukup enggak untuk di Balige? Siapa yang ngomong enggak cukup maju, saya beri sepeda. Rp1.000.000 enggak cukup? Rp750.000 cukup, Rp450.000 cukup.

Untuk apa anggaran yang ada di dalam kartu ini? Untuk apa? Untuk beli seragam boleh ndak? Untuk beli seragam boleh, ya. Diingat-ingat, beli seragam boleh. Untuk beli sepatu sekolah boleh ndak? Untuk beli buku sekolah boleh ndak? Untuk beli tas sekolah boleh ndak? Untuk beli pulsa boleh ndak? Siapa tadi yang bilang boleh tadi? Mana yang bilang boleh? Siapa yang bilang boleh? Untuk beli pulsa boleh ndak? Tidak boleh. Yang ngomong boleh silakan maju ke depan saya beri sepeda. Tidak boleh.

Uang itu hanya diberikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. Di luar itu, tidak boleh, ya. Tahu semuanya? Tahu semuanya? Tahu semuanya? Ngerti ya? Jadi janjian, kalau uang yang ada di kartu ini nanti ada yang dipakai untuk beli pulsa, kartunya dicabut. Ya, janjian ya? Kita harus disiplin menggunakan uang/dana yang ada di kartu ini.

Yang dari SMK 1 mana? Sebentar, ya coba SMK 1 maju ke depan itu. Yang SMP, SMP. Yang ingin maju tunjuk jari! Ya, boleh. Yang SD yang pengin maju tunjuk jari dulu! Ya boleh maju, ini

Ya, kamu kenalkan dulu nama.

(Dialog Presiden Republik Indonesia dengan Perwakilan Penerima KIP)

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Perkenalkan nama saya Josep Fernando Siahaan dari SMP Negeri 4 Balige.

Presiden Republik Indonesia
Joseph, kelas berapa kamu sekarang?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, kelas 8, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Oke, ini di kartu ini dapat berapa tadi?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, Rp750 (ribu), Pak.

Presiden Republik Indonesia
Rp750 (ribu), dipakai untuk? Mau dipakai untuk apa? Rp750 (ribu) gede lho itu. Dipakai untuk apa?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, beli peralatan sekolah Pak. Tas, sepatu.

Presiden Republik Indonesia
Sepatu sudah punya, tas kan sudah punya.

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, untuk cadangan Pak.

Presiden Republik Indonesia
Waduh, untuk cadangan. Pakai cadangan, kayak pemain bola saja kamu ini. Ya, jadi untuk beli sepatu, untuk beli tas. Beli apa lagi?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, baju sekolah, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Baju sekolah. Baju sekolah itu harganya berapa sih? Enggak tahu?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, tidak Pak.

Presiden Republik Indonesia
Enggak tahu. Beli sepatu sekolah, beli tas sekolah, sama beli seragam sekolah. Sudah?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, iya Pak.

Presiden Republik Indonesia
Kamu di kelas, Joseph di kelas juara ndak?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, tidak Pak.

Presiden Republik Indonesia
Saya pikir, siap juara, gitu. Siap, tidak Pak. Aduh. Ya enggak apa-apa. Joseph kalau sehari belajar berapa, berapa, berapa, berapa jam sih? Berapa jam kamu? Kalau semalam atau sehari itu belajar berapa jam?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Siap, satu jam Pak.

Presiden Republik Indonesia
Kurang, belajar hanya satu jam. Kamu pengin jadi apa? Pengin cita-citamu pengin jadi apa?

Joseph Fernando Siahaan (Pelajar SMPN 4 Balige)
Jadi dokter, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Pengin jadi dokter, nah gitu. Ya, oke. Kalau pengin jadi dokter ya, enggak bisa kamu Joseph ya, sehari hanya belajar satu jam, enggak mungkin. Kalau pengin jadi dokter sehari belajar tiga jam, empat jam gitu. Pagi mau berangkat sekolah belajar dulu tiga puluh menit atau satu jam. Pulang sekolah nanti belajar lagi sambil ngerjain PR ya kan, satu jam. Malam, belajar lagi dua jam atau dua setengah jam gitu. Satu jam mau jadi dokter. Ya oke, sudah baik.  Ini saya yang senang berani, Joseph berani. Bagus.

Ya, perkenalkan nama.

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Perkenalkan nama saya Christopher Roni Tambunan, saya berasal dari SMK Negeri 1 Balige. Panggilan saya Topel.

Presiden Republik Indonesia
Apa hubungannya Christopher Roni Tambunan larinya ke Topel? Gimana itu? Ya oke, saya manggil apa berarti?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Christopher, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Nah, Christoph. Christoph di jurusan apa di sini?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Teknik Permesinan, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Diajari apa, dilatih apa? Di sini ada keterampilan untuk mesin-mesin, ada?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Kami dilatih di sini mengelas, membubut, mengepres, menggerinda.

Presiden Republik Indonesia
Yang sudah bisa apa? Kamu mengelas sudah bisa?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Sudah, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Gimana caranya ngelas? Coba ceritakan, saya mau tahu gimana cara ngelas. Jangan-jangan belum bisa. Gimana cara ngelas?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Kalau las harus ada mesin las.

Presiden Republik Indonesia
Ya pasti dong. Mau ngelas enggak ada mesin las kamu mau ngelas pakai apa? Pakai jari ya enggak bisa. Mengelas pasti pakai mesin las. Caranya? Ada mesin las, terus caranya gimana?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Caranya, jarak benda kerja antara elektroda sebesar diameter elektroda, Pak. Jika ingin mengelas Pak, pertama-tama harus digesek-gesek supaya elektroda bagus, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Oke, terus setelah itu diapakan?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Kalau ada yang besi yang mau ditempelkan, tempelkan ke tempat besi yang mau dilas, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Iya. Terus, ngelasnya gimana? Ini, ini coba ini besinya ini, kamu ngelasnya gimana? Ini besi sama besi kan, sudah sambung gini, terus ngelasnya gimana kamu?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Andaikan ini besi Pak, diletakkan. Elektroda ditempelkan sejarak antara diameter elektroda dengan benda kerja.

Presiden Republik Indonesia
Oh, oke. Terus baru di?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Dilas, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Di-on kan, gitu ya? Oke. Ya, lulus lah kalau menurut saya.

Pertanyaan saya, ini di Kartu Indonesia Pintar ini ada dananya berapa? Tahu?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Tahu, Pak. Untuk SMK/SMA sebesar Rp1 juta.

Presiden Republik Indonesia
Pertanyaan saya dipakai apa?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
 Dipakai untuk membeli tas, sepatu. Belum bayar uang sumbangan untuk  sekolah, Pak. Untuk membeli buku, beli topi, dasi.

Presiden Republik Indonesia
Beli pulsa?

Christopher Roni Tambunan (Pelajar SMKN 1 Balige)
Enggak, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Ya, berarti benar. Sudah betul, bagus. Ya, terima kasih Christoph. Terus.

T Shakira Irene Situmeang (Pelajar SDN 173635 Parparean)
Perkenalkan nama saya T Shakira Irene Situmeang. Panggilannya Ira. Kelas 3 SD Nomor 173635 Parparean.

Presiden Republik Indonesia
Dapat kartu ini kan?

T Shakira Irene Situmeang (Pelajar SDN 173635 Parparean)
Dapat.

Presiden Republik Indonesia
Ini mau dipakai apa uang yang ada di kartu? Rp450 ribu ya? Tahu ya? Dipakai untuk apa?

T Shakira Irene Situmeang (Pelajar SDN 173635 Parparean)
Untuk membeli buku, pulpen, kotak pensil, dan baju sekolah, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Pulsa?

T Shakira Irene Situmeang (Pelajar SDN 173635 Parparean)
Enggak, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Oke. Ya, sudah. Belajar, belajar sehari berapa jam?

T Shakira Irene Situmeang (Pelajar SDN 173635 Parparean)
Tiga jam, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Ini benar ini, tiga jam. Cita-cita mau jadi apa?

T Shakira Irene Situmeang (Pelajar SDN 173635 Parparean)
Mau jadi dokter, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Mau jadi dokter. Wah, banyak yang ingin jadi dokter. Tapi belajarnya tiga jam. Benar, boleh. Nanti meningkat SMP tambah lagi belajar. Memang harus gitu. Masa mau jadi dokter belajar sehari satu jam. Ditambah. Ya, oke. Oke, terima kasih.

Ya, ini biasanya yang saya suruh maju biasanya kan saya beri sepeda, benar ndak? Nah, sekarang karena enggak boleh memberi sepeda, saya beri foto. Ini foto tadi kerjanya cepat. Baru di sini langsung fotonya jadi ini. Ini fotonya kalau ditukar sepeda bisa dapat dua puluh sepeda ini. Lho benar, karena ini, coba di belakangnya ada tulisannya ini, ‘Istana Presiden Republik Indonesia’, yang mahal ini.

Ya oke, silakan kembali. Oke. Ya, belajar yang baik ya. Ya, anak-anakku semuanya tahu semuanya ya mengenai kegunaan Kartu Indonesia Pintar ya? Saya lihat tadi sudah ngerti semuanya jadi tidak usah saya jelaskan. Dan, saya sangat senang, berbahagia sekali pagi hari ini bisa bertemu dengan anak-anakku semuanya. Saya titip, terus belajar yang giat, ya! Terus belajar yang giat, ya! Siap? Enggak semangat gitu. Siap? Nah, siap belajar giat. Selain itu jangan lupa juga beribadah dan berolah raga biar sehat.

Saya tutup.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga Tuhan memberkati.

Sambutan Terbaru