Percepatan Infrastruktur Jalan di Jateng, Ganjar Targetkan Lebaran Sudah Fungsional Dipakai

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Februari 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 25.410 Kali
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjawab wartawan usai mengikuti rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/2) sore. (Foto: JAY/Humas)

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjawab wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/2) sore. (Foto: Humas/Jay)

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengemukakan, sejumlah proyek strategis nasional di Jawa Tengah akan dipercepat pelaksanaannya. Ia menyebutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menghendaki agar konsentrasi di infrastruktur, khususnya jalan.

“Target kita sih Lebaran sudah bisa fungsional dipakai. Fungsional semuanya. Jadi nanti kalau lewat semuanya, semuanya akan bisa jalan bahkan sampai ke Jawa Timur,” kata Ganjar kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Jawa Tengah, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/2) sore.

Menurut Ganjar, pihaknya kini tengah mempercepat penyelesaian proses pembebasan tanah dan pembangunan, termasuk penyelesaian tanah wakaf, Perhutani, PT. Perkebunan, dan sebagainya. Sebelumnya bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Keuangan, Gubernur Jawa Tengah telah meninjau beberapa lokasi pembangunan.

Ditegaskan Ganjar, bahwa saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah mengecek perizinan pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas. Karena tanah yang berada di kanan dan kiri pelabuhan dimiliki oleh swasta. Selain itu, proses lelang perluasan bandara Ahmad Yani juga sudah selesai dilakukan. “Kira-kira dari apron itu, kalau kita lihat sudah bisa untuk parkir kurang lebih 13 pesawat dengan 2 pesawat berbadan lebar,” ujarnya.

Selain pelabuhan dan bandara, menurut Gubernur Jateng itu, jalur kereta yang masuk ke wilayah pelabuhan dan bandara, termasuk yang ada di Solo akan disiapkan untuk persiapan mendukung pariwisata. Karena dalam waktu dekat ada banyak event besar mulai dari ASEAN, IMF, World Bank, dan Ocean World.

“Maka itu kita diminta, Jawa Tengah berinisiatif untuk mengambil apa, usulan-usulan agar wisatanya bisa masuk,” tambah Ganjar.

Terkait pengembangan industri baru, seperti kawasan industri Kendal, menurut Ganjar, saat ini sudah mulai ada investor yang masuk.

Ditambahkan Ganjar, dalam ratas juga dibahas terkait pembangunan infrastruktur waduk dan sektor energi. Pembahasan sektor energi antara lain pertimbangan penggunaan energi konvensional, renewable atau geothermal.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Ganjar Pranowo untuk menyampaikan kendala pencapaian target sertifikasi, yang banyak tersangkut saber pungli. Dalam hal ini, Ganjar mengusulkan agar indeks besaran yang harus dibayar masyarakat ditentukan dan dilegalkan, mulai dari biaya patok, materai, surat keterangan, hingga biaya transportasi orang yang mengurus sertifikat.

Agar masyarakat tidak menentukan sendiri aturannya dan tidak mengganggu program nasional, Gubernur Jateng itu mengusulkan agar dilegalkan dan dibuat aturannya sehingga beres. “Kalau enggak, mereka menentukan sendiri, karena itu masuk kategori yang dilaporkan oleh masyarakat, (yaitu) pungli,” kata Ganjar seraya menambahkan sudah ada yang ditangkap Tim Saber Pungli di Brebes, Cilacap. (RMI/ES)

 

Berita Terbaru