Peresmian dan Peninjauan Penataan Kawasan di Pulau Rinca, 21 Juli 2022, di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 21 Juli 2022
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 615 Kali

Wartawan
Pak Jokowi, izin bertanya. Ini dari pembangunan yang masif di Labuan Bajo ini berapa sih target peningkatan wisatawan yang bisa datang ke sini, dari pemerintah?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi, penataan kawasan ini kan sudah berjalan, berapa tahun? Dua tahun. Dua tahun dan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit dari penataan di Pulau Rinca, kemudian penataan di pelabuhan lama, di Marina, kemudian juga infrastruktur jalan yang dilebarkan dan juga ada yang diperpanjang, kemudian juga memperpanjang runway, dan memperluas terminal Airport Komodo. Saya kira semuanya itu harus dihitung dan harus ada return-nya. Oleh sebab itu, untuk target pertama Labuan Bajo ini harus minimal satu juta. Karena memang airport-nya kapasitasnya seperti itu. Tapi kalau nanti runway-nya sudah diperpanjang, (pesawat) wide body bisa masuk, naik lagi ke 1,5 juta. Saya sudah sampaikan ke Menteri Pariwisata, Pak Sandiaga Uno.

Ini yang harus dikerjakan oleh Kementerian Pariwisata, oleh Provinsi, Gubernur, oleh Bupati semuanya harus bersama-sama. Jangan sampai sampah bertebaran di mana-mana, hal kecil-kecil tapi itu hati-hati, itu akan dilihat oleh turis, oleh wisatawan Nusantara. Dia kembali atau tidak, karena ini. Salah satunya karena hal-hal seperti itu. Keramahan kita dalam melayani wisatawan itu juga sangat penting.

Wartawan
Pak, konsiderasi besaran tarif untuk masuk TN Komodo bagaimana, Pak? Sudah diputuskan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi kita ingin konservasi, tapi kita juga ingin ekonomi lewat turisme, lewat wisatawan. Ini harus seimbang, sudah. Di Labuan Bajo ini beruntung karena tidak…Komodo itu tidak hanya hidup di satu pulau, ada di Pulau Komodo, ada di Pulau Rinca di sini, ada di Pulau Padar. Yang konservasi, kemarin sudah sepakat semuanya di Pulau Komodo dan di Pulau Padar. Yang untuk wisatawan, diberikan di Pulau Rinca sehingga ini kita benahi untuk wisatawan dan juga untuk komodonya. Komodo di Pulau Rinca dan di Pulau Komodo itu, komodonya juga sama, wajahnya juga sama.

Jadi kalau mau lihat komodo, silakan ke Pulau Rinca, di sini ada komodo. Mengenai bayarnya berapa? Tetap. Tapi kalau mau, “Bapak, saya pengin sekali melihat yang di Pulau Komodo”. Ya silakan, enggak apa-apa juga. Tapi ada tarifnya yang berbeda.  Itu loh sebetulnya hanya simpel seperti itu, jangan dibawa ke mana-mana. Karena pegiat-pegiat lingkungan, pegiat-pegiat konservasi juga harus kita hargai mereka, masukan mereka, ya.

Wartawan
Setelah ini, satu lagi Pak, ada lima KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) yang belum diresmikan. Kapan diresmikan, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Secepat-cepatnya semuanya.

Wartawan
Semuanya? Tahun ini juga, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Secepatnya tahun ini.  Tapi kalau nanti dilihat kapasitasnya enggak cukup dan harus dibangun lagi apa ya, dibangun lagi. Yang paling penting, ada hitung-hitungan return-nya untuk rakyat, untuk negara.

Wartawan
Siap. Pak Jokowi, izin satu lagi. Mengenai perkembangan penyelidikan penembakan Brigadir Yosua, ini kan tim yang dibuat Kapolri sudah menemukan CCTV yang kemarin dikatakan sempat hilang. Apakah ada arahan khusus dari Pak Jokowi agar kasus ini tetap terang benderang untuk dibuka ke publik?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas. Buka apa adanya, jangan ada yang ditutup-tutupi, transparan. Sudah. Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada, ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga.

Wartawan
Terima kasih, Pak Jokowi.

 

Keterangan Pers Terbaru