Peresmian Hunian Milenial untuk Indonesia di Samesta Mahata Margonda, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 13 April 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 13 April 2023
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 1.286 Kali

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Peresmian Hunian Milenial untuk Indonesia, 13 April 2023

Iya, ini memang yang dibutuhkan oleh kota-kota besar, tidak hanya Jabodetabek, tetapi kota-kota besar di seluruh tanah air ini memang harus, pertama, dibangun hunian yang vertikal ke atas. Kemudian yang kedua, di pusat-pusat kota memang tanah-tanah [PT] KAI yang banyak, ini harus juga TOD-TOD-nya segera dikerjakan, dibangun seperti ini. Sehingga  kekurangan hunian, baik yang milenial maupun masyarakat itu bisa tersedia dengan baik. Dan yang paling penting, cepat bisa menjangkau ke semua titik yang diinginkan, seperti yang di sini, mau kuliah dekat, ke rumah sakit dekat, mau ke tengah kota tinggal masuk ke KRL, langsung sudah 10-15 menit sampai.

Saya kira hunian yang terintegrasi dengan transportasi massal, itu yang diperlukan. Tidak semuanya orang pakai mobil, semuanya beli mobil, semuanya, sehingga macet di mana-mana. Saya kira jangka panjang ini sebuah contoh yang baik.

Wartawan
Pak, hunian dengan harga terjangkau kan banyak di daerah penyangga, seperti Depok, Bogor, Tangerang, gitu Pak. Untuk akses transportasinya sendiri seperti apa?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, ini pilihan-pilihan memang, pilihan-pilihan. Transportasi massal yang sudah tersedia, ini kan sudah ada, ada KRL, ada kereta api, ada MRT, ada LRT, itu dulu yang sudah siap, yang titik-titik TOD-TOD yang siap, itu yang dibangun terlebih dahulu. Karena kalau kita mengikuti hunian-hunian yang ada di luar Jakarta, kemudian juga membawa transportasinya ke sana, belum tentu mudah karena kita harus pembebasan, yang paling sulit adalah pembebasan lahan. Nah, ini kan lahannya sudah ada. Itu yang cepat segera dibangun. Dan yang paling penting, masyarakat ada pilihan-pilihan: yang di tengah kota ada, yang di dekat transportasi massal ada, yang di luar Jakarta juga ada. Saya kira yang pilihan-pilihan itu semuanya tersedia, tinggal dipilih yang mana yang cocok.

Wartawan
Pak, sebentar lagi mau menjelang Lebaran, Bapak open house Lebaran?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini kita kan sudah tiga tahun tidak buka puasa bersama, tidak open house, saya memberikan keleluasaan untuk semuanya bisa berjumpa dengan keluarga besarnya, bisa berjumpa dengan sahabat-sahabatnya, bisa berjumpa dengan tetangga-tetangganya. Sudah.

Wartawan
Pak, soal ini kan pandemi COVID-19 katanya melonjak lagi di beberapa negara ya, Pak. Nah, ini ada arahan atau tindakan, Pak, mengingat kan besok juga mudik dengan jumlah besar, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang paling penting satu, vaksinasi itu penting, booster itu penting. Jadi yang belum, itu segera booster.

Yang kedua, dari serosurvei yang kita miliki, imunitas kita sudah mencapai 98,5 persen, artinya tinggi sekali. Tetapi juga, hati-hati yang belum, sekali lagi, yang belum vaksin apalagi yang belum booster, segera minta divaksin agar semuanya lingkungan kita terjaga dari COVID-19. Memang ada kenaikan, tetapi kita masih jauh di bawah standarnya WHO. Standarnya WHO kurang lebih 8.000, dan kita berada di angka 600 sampai 900. Saya kira kita masih terkelola, terkendali dengan baik.

Wartawan
Pak, terkait 81 juta kaum milenial belum punya rumah, kira-kira untuk menyelesaikan masalah ini ke depan, terutama daerah-daerah lain seperti apa, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, tadi kan sudah saya perintah, tidak hanya di Jabodetabek, tetapi di kota-kota lain; Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, di semua kota yang sekarang sudah macet, Palembang, yang sudah mulai macet itu segera bangun TOD-TOD yang ada.

Wartawan
Ada targetnya enggak, Pak? Mungkin berapa hunian per….

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti tanyakan ke Pak Menteri Erick.

Wartawan
Pak, terkait hak keuangan untuk karyawan IKN, Pak, Perpresnya apakah akan segera terbit?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, kalau sampai di meja saya, detik itu juga saya tanda tangan. Tapi memang kita ini kan membuat Perpres, kemudian menghitung tunjangan, itu kan juga memerlukan konsolidasi antarkementerian. Tapi yang paling penting, kan haknya tidak hilang dan akan kita percepat ya. Kemarin baru saja kita bicarakan. Ya, sudah.

Wartawan
Pak, kalau RUU Perampasan Aset, itu surpresnya targetnya kapan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kita terus mendorong agar RUU Perampasan Aset itu segera diselesaikan. Penting sekali undang-undang ini, penting sekali.

Saya sudah sampaikan juga kepada DPR, kepada kementerian yang terkait dengan ini, segera selesaikan. Kalau sudah rampung ya bagian saya untuk terbitkan surpres secepatnya. Sudah kita dorong, sudah lama kok, masa enggak rampung-rampung. Iya.

Keterangan Pers Terbaru