Peresmian Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, 6 Mei 2021, di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Mei 2021
Kategori: Sambutan
Dibaca: 321 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju;
Yang saya hormati Gubernur Jawa Timur,
Yang saya hormati Wali Kota Surabaya beserta seluruh jajaran Forkopimda;
Yang saya hormati Direksi dan Manajemen PT Sumber Organik;
Bapak-Ibu hadirin yang berbahagia.

Proses pengolahan sampah yang sebentar lagi akan kita lihat, ini sudah sejak empat tahun yang lalu, sejak 2018, berarti tiga tahun yang lalu. Saya siapkan Perpres (Peraturan Presiden)-nya, saya siapkan PP (Peraturan Pemerintah)-nya, untuk apa? Karena pengalaman yang saya alami sejak tahun 2008, saya masih jadi wali kota, kemudian menjadi gubernur, kemudian menjadi presiden, tidak bisa merealisasikan pengolahan sampah, dari sampah ke listrik seperti yang sejak dulu saya inginkan di Kota Solo waktu menjadi wali kota. Sehingga keluar Perpres Nomor 16 Tahun 2018 mengenai investasi, keluar lagi Perpres Nomor 35 Tahun 2018 mengenai tarif listrik untuk memastikan pemda itu berani mengeksekusi. Dulu takut mengeksekusi karena dipanggil, kejaksaan panggil, nanti kepolisian panggil, ada KPK panggil. Karena apa? Payung hukumnya yang tidak jelas, sehingga memutuskannya sulit. Ada lagi tambahan PP mengenai pengelolaan barang daerah, juga keluar.

Tapi memang kecepatan bekerja Pemerintah Kota Surabaya patut kita acungi jempol, sehingga ini selesai yang pertama dari tujuh kota yang saya tunjuk lewat peraturan presiden, ini yang pertama jadi. Yang lain masih maju-mundur-maju, kurang urusan tipping fee, urusan masalah barang daerah, urusan mengenai…belum selesai. Sehingga sekali lagi saya acung dua jempol untuk Pemerintah Kota Surabaya, baik wali kota lama maupun wali kota yang baru. Enggak mudah karena saya ngalami, saya gonta-ganti urusan perpres, urusan PP, gimana agar seluruh kota bisa melakukan ini, karena urusan sampah itu bukan urusan hanya menjadikan sampah menjadi listrik, bukan itu. Tapi urusan kebersihan kota, urusan nanti kalau ada masalah pencemaran karena sampah yang ditumpuk-tumpuk, kemudian kalau hujan menghasilkan limbah lindi, problem semuanya.

Di sini tadi saya mendapatkan laporan Pak Wali Kota, problem dengan tambak, dulu waktu saya juga sama, problem dengan sumur-sumur penduduk. Sehingga sekali lagi, saya sangat mengapresiasi, sangat menghargai instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis, ini yang bagus, berbasis teknologi ramah lingkungan.

Nanti kota-kota lain akan saya perintah untuk sudahlah enggak usah ruwet-ruwet pakai ide-ide, lihat saja di Surabaya, tiru, kopi.

Saya rasa itu saja yang ingin saya sampaikan. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan Instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan (PSEL) pada sore hari ini.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru