Peresmian Pameran Otomotif Indonesia International Motor Show Tahun 2024 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Provinsi DKI Jakarta, 15 Februari 2024

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 15 Februari 2024
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 229 Kali

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Peresmian Pameran Otomotif Indonesia International Motor Show Tahun 2024, 15 Februari 2024

Wartawan
Pagi, Pak. Apa kabar, Pak? Kabarnya gimana, Pak? Sumringah betul, Pak. Senyumannya lebar banget, Pak. Gimana, Pak, acara hari ini? Peninjauannya seperti apa?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, saya melihat baik dan banyak yang dipamerkan mobil-mobil listrik, yang saya kira ini memang masa depan otomotif Indonesia itu ada di mobil listrik karena kita memiliki bahan baku nikel dan yang  lainnya.

Wartawan
Ada mobil incaran enggak, Pak? Ada mobil incaran enggak tadi yang menarik Bapak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Mobil saya sudah banyak di Istana.

Wartawan
Untuk insentif mobil listrik apa juga akan ditambah, Pak? Insentif untuk mobil-mobil listrik, kendaraan listrik atau bus listrik?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sementara belum, tapi kita akan juga mendorong dengan pengurangan PPN. Saya kira ini akan mendorong penjualan dan nanti baliknya mendorong ke produksi di pabrik-pabrik electric vehicle (EV) yang ada di Indonesia. Saya kira arahnya ke sana, agar kita nanti bisa bersaing dengan negara-negara lain. Kalau semua local content sudah, baterainya sudah, saya kira kita akan, kita lihat nanti kita juga bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Wartawan
Kalo untuk kendaraan umum listrik bagaimana, Pak? Apakah juga akan disiapkan insentif lebih?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Semuanya, semuanya kita dorong agar, tujuannya agar semuanya berproduksi di Indonesia. EV semua merek berproduksi di Indonesia karena kita mempunyai kekuatan EV battery.

Wartawan
Pak, soal hasil quick count, Pak. Hasil quick count sementara Pak Parbowo dan Mas Gibran unggul telak nih Pak, 60 persen. Gimana perasaannya, Pak, satu putaran?

Presiden Republik Indonesia (Jokowi)
Hasil penghitungan quick count itu adalah metode penghitungan yang ilmiah, tetapi apapun kita harus menunggu hasil resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum). Jadi, sabar. Ojo kesusu, sabar.

Wartawan
Sudah bertemu belum, Pak, dengan Mas Gibran? Sudah dikasih selamat belum Pak, Pak Prabowo dengan Mas Gibran?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodoi)
Sudah, selamat, selamat.

Wartawan
Via telepon ya, Pak? Sudah bertemu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ketemu, ketemu langsung sudah.

Wartawan
Kapan, Pak? Pertemuan tersebut kapan, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Semalam.

Wartawan
Berdua atau dua-duanya atau Pak Prabowo saja?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Berempat

Wartawan
Siapa saja, Pak? Didampingi siapa, Pak? Bapak didampingi siapa?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, enggak perlu saya sebut.

Wartawan
Tapi Pak, di satu sisi masyarakat banyak yang menyoroti soal kecurangan, seperti dari surat di TPS (Tempat Pemungutan Suara) katanya pas di rekap kok hasilnya berbeda dengan yang sudah ada bagaimana, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang pertama ya, mengenai kecurangan. Caleg itu ada saksi di TPS, partai ada saksi di TPS, capres-cawapres kandidat ada saksi di TPS. Di TPS ada Bawaslu, aparat juga ada di sana, terbuka untuk diambil gambarnya. Saya kira pengawasan yang berlapis-lapis seperti ini akan menghilangkan adanya kecurangan, tapi kalau memang ada betul, ada mekanisme untuk ke Bawaslu, mekanisme nanti persidangan, di MK (Mahkamah Konstitusi) saya kira sudah diatur semuanya kok. Jadi, janganlah teriak-teriak curang. Ada bukti langsung bawa ke bawaslu, ada bukti bawa ke MK, ya.

Wartawan
Pak, pertemuan Bapak dengan, katanya Bapak meminta Sri Sultan untuk memfasilitasi pertemuan dengan Ibu Mega itu bagaimana? Katanya Bapak meminta Sri Sultan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang namanya silaturahmi dengan semua tokoh-tokoh bangsa itu sangat baik, untuk negara ini sangat baik, ya.

Wartawan
Pak, soal beras, Pak. Beras tuh di lapangan enggak ada sampai sekarang.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti, nanti saya tunjukin berasnya ada atau enggak ada. Ini, ini setelah ini saya ajak lihat berasnya ada atau tidak ada ya, harus ikut semua, ya

Keterangan Pers Terbaru