Peresmian Pembukaan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) V Tahun 2018, 28 Oktober 2018, di Alun-alun Sumenep, Jawa Timur

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Oktober 2018
Kategori: Sambutan
Dibaca: 2.235 Kali

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Wakil Ketua DPD Republik Indonesia,
Yang saya hormati para menteri Kabinet Kerja,
Gubernur Jawa Timur beserta Ibu, Bupati Sumenep Bapak Doktor Kiai Haji A. Busyro Karim beserta Ibu,
Yang saya hormati Yang Mulia Ketua Umum FSKN Paduka Yang Mulia Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat beserta seluruh jajaran pengurus FSKN,
Yang saya hormati Yang Mulia para Raja, para Ratu, para Sultan, para Permaisuri, para Pangeran Se-Nusantara,
Seluruh kerabat keraton dari Filipina, Thailand, dan Malaysia,
Yang saya hormati Yang Mulia para Ulama, para Kiai yang hadir pada sore hari ini,
Bapak-Ibu sekalian tamu undangan yang berbahagia.

Pada hari yang bersejarah ini, hari sumpah pemuda, saya mengajak kepada kita semuanya untuk terus menjaga, terus merawat, terus memelihara rasa persatuan kita, rasa persaudaraan kita, dan kerukunan di antara kita. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan.

Dan pada kesempatan yang baik ini, kita dapat hadir bertemu dengan para Raja, para Sultan, para Pangeran, para Pemangku Adat anggota Forum Silaturahmi Keraton Nusantara. Betapa kita bisa melihat, betapa kita sekarang ini bisa melihat betapa perbedaan-perbedaan kita kelihatan. Berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi, berbeda suku. Inilah anugerah yang diberikan Allah SWT terhadap bangsa kita Indonesia. Sekali lagi, berbeda suku, berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi.

Tetapi ini akan menjadi sebuah potensi dan kekuatan apabila kita bersatu, apabila kita rukun. Karena, jangan sampai nanti Indonesia maju dalam teknologi tapi mundur dalam kebudayaan, mundur dalam peradaban. Jangan sampai ini terjadi.

Kemajuan Indonesia harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal nusantara. Saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan sebagai aset terbesar bangsa Indonesia. Jangan kita terjebak pada pusaran ujaran kebencian, pusaran fitnah, pusaran hoaks. Bukan nilai seperti itu yang diajarkan oleh nenek moyang kita, oleh leluhur kita. Bukan sikap seperti itu yang ditunjukkan oleh para raja, para sultan, dan para pemimpin kerajaan-kerajaan nusantara di masa lalu.

Mari kita bangun dan wariskan peradaban Indonesia yang besar, peradaban Indonesia yang mulia, peradaban Indonesia yang terhormat dan bermartabat.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Maka dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya resmi membuka Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN V di Kabupaten Sumenep.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru