Peresmian Penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat, di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara, 2 Februari 2022

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 2 Februari 2022
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 872 Kali

Ya hari ini saya berkeliling ingin melihat perbaikan-perbaikan yang kita lakukan di kawasan-kawasan destinasi wisata, baik di Labuan Bajo, di Mandalika, kemudian di Borobudur, di Likupang, dan hari ini kita berada di kawasan Danau Toba juga dalam rangka melihat apakah revitalisasi, perbaikan-perbaikan yang dilakukan sudah berjalan.

Dan, saya melihat ada sebuah perbaikan-perbaikan total, sehingga nanti Menteri Pariwisata bisa membangun lagi, rebranding, membangun lagi diferensiasi sehingga ada pembeda Danau Toba dengan kawasan-kawasan destinasi wisata yang lain. Dan saya melihat sebuah potensi yang besar, yang ada di kawasan Danau Toba ini.

Tadi juga seperti kawasan di Parapat ini yang dulunya tidak ada untuk menyajikan pertunjukan seni budaya, sekarang sudah ada amfiteaternya, sudah ada kawasan yang bisa dipakai masyarakat untuk memandang Danau Toba. Saya kira ini penataan kawasan yang satu per satu terus akan kita perbaiki.

Wartawan
Tadi Pak, ada alasan khusus enggak kenapa naik motor, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, naik motor. Saya ingin dan menteri-menteri ingin sekali-kali menghirup udara segar Danau Toba, karena udara di sini fresh sekali. Rugi kalau kita enggak naik motor, dan juga lihat-lihat infrastruktur jalannya, mulus ndak. Ya, tadi sudah 80 persen mulus, ada 20-10 persen yang masih gelombang dikit-dikit. Tadi saya sudah sampaikan ke Menteri PU.

Wartawan
Rasanya dengan di Mandalika, Pak, ada perbedaan naik motor di sini dengan naik motor di sana?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Apanya?

Wartawan
Di sini dengan naik motor?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Di sini udaranya dingin dan segar, kalau di sana kan lurus, sini kelok-kelok, gitu aja bedanya itu.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pandjaitan)
Di sana trek, Pak. Trek balapan, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nah, kalau di sana memang untuk trek  balapan, kalau ini kan ndak.

Wartawan
Tadi ngebut, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ngebut? Ah, ndak. Hanya berapa sih tadi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sandiaga Uno)
Ngebut. Saya ketinggalan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
(tertawa) Ndak, biasa saja. Ya, terima kasih.

Wartawan
Pak, izin Pak, apakah ini juga akan berhubungan dengan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Sei Mangkei? Apakah pengembangan Danau Toba ini akan berhubungan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, semuanya kalau bisa itu diintegrasikan tapi tidak mungkin dalam waktu dekat, ya karena juga semuanya ada mana yang skala prioritas, mana yang berikutnya. Saya kira itu.

Wartawan
Terima kasih, Pak.

Keterangan Pers Terbaru