Peringatan 60 Tahun KAA: Presiden Jokowi Ingin Pidatonya Tidak Normatif

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 40.135 Kali
Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin ratas terbatas finalisasi pelaksanaan Peringatan 60 Tahun KAA, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (17/4)

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin ratas terbatas finalisasi pelaksanaan Peringatan 60 Tahun KAA, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (17/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (17/4), memimpin rapat terbatas (Ratas) yang merupakan finalisasi pelaksanaan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 18-24 Mei mendatang.

Saat mengawali arahannya, Presiden Jokowi berpesan, agar pidato yang akan disampaikannya dalam peringatan tersebut bukan sesuati yang normatif, yang biasa, tetapi betul-betul pesan yang kuat.

“Terutama menurut saya pesan mengenai tatanan baru, keseimbangan global, keadilan global, yang kita lihat sekarang ini,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menilai, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations tidak memerankan itu. Ia lantas menunju contoh misalnya Irak. “Siapa yang memberi mandat dulu, ada yang kesana,” kata Jokowi setengah bertanya.

Rapat terbatas itu dihadiri antara lain oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Kepala Staf Presiden Luhut B. Pandjaitan, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM. Fachir.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah melakukan peninjauan terkait persiapan pelaksanaan KAA di Bandung, Kamis (16/4) kemarin. Presiden menilai, persiapan untuk perhelatan akbar ini sudah mencapai 95 persen.

Diakui Presiden Jokowi masih melihat ada sedikit kekurangan. “Masih ada cat yang kurang sedikit-sedikit dan masih kurang bunga-bunga sedikit,” ujarnya.

Sampai sejauh ini, menurut Presiden, sudah ada perwakilan dari 79 negara, 28 di antaranya Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan yang menympaikan konfirmasi kehadiran.

“Yang pasti hadir 79 negara, yang 28 kepala negara dan kepala pemerintahan,” kata Presiden Jokowi. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru