Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-26 Tahun 2021, 10 Agustus 2021, dari Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Agustus 2021
Kategori: Sambutan
Dibaca: 74 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia;
Yang saya hormati Ketua dan Dewan Pengarah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional);
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju;
Yang saya hormati pimpinan lembaga-lembaga negara;
Yang saya hormati Kepala BRIN beserta seluruh jajaran, para kepala lembaga dan badan;
Yang Mulia para duta besar negara-negara sahabat;
Yang saya hormati Direktur Utama BUMN industri dan asosiasi;
Hadirin dan undangan yang berbahagia.

Walaupun kita sedang fokus untuk menangani pandemi COVID-19, utamanya Varian Delta, namun kita harus melakukan reformasi struktural untuk membangun kemajuan Indonesia ke depan. Salah satu pilar kebijakannya adalah hilirisasi industri dalam negeri.

Kita tidak boleh hanya memanfaatkan sumber daya alam yang berlimpah, tetapi kita harus meningkatkan nilai tambah dan peluang kerja melalui pengembangan industri hilir. Dan kuncinya adalah teknologi. Kita memiliki kesempatan besar dalam membangun industri mulai dari hulu sampai hilir.

Sebagai contoh, pertambangan nikel. Kita punya tambang nikel tetapi tidak boleh berhenti di situ saja. Kita harus mengembangkan industri hilir, seperti industri litium baterai sampai produksi mobil listriknya. Semakin banyak rantai pasok yang diproduksi di dalam negeri, semakin besar pula nilai tambahnya untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Tetapi semua itu kuncinya adalah teknologi, terutama teknologi masa depan. Arahnya menuju green economy sudah sangat jelas, pasar dunia akan mengarah kepada green product, terutama yang low carbon, resources efficient, dan socially inclusive. Demikian pula halnya dengan digital economy, sekali lagi, kuncinya adalah teknologi.

Demikian pula terkait dengan upaya kita untuk meningkatkan kelas UMKM (Usaha Mikro, Menengah, dan Kecil). Pemerintah terus meningkatkan akses UMKM ke pembiayaan serta melakukan reskilling dan upskilling UMKM. Tetapi ini tidak cukup, kenaikan kelas UMKM di semua sektor, termasuk sektor pertanian sangat membutuhkan teknologi yang relevan. Sekali lagi kuncinya adalah teknologi.

Oleh karena itu, momentum peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan teknologi nasional. Apalagi momentum ini bersamaan dengan lahirnya BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Ini adalah momentum untuk mempercepat peningkatan kedaulatan teknologi kita dan menjadikan kita sebagai produsen teknologi.

Bapak-Ibu hadirin yang saya hormati,
Ada ratusan ribu peneliti dan inovator yang kita miliki dan juga ribuan diaspora peneliti kelas dunia, kekuatan inilah yang harus dikonsolidasikan.

Oleh karena itu, pertama, saya minta BRIN untuk segera melakukan konsolidasi dan integrasi kekuatan riset dan inovasi nasional. BRIN harus berburu inovasi dan teknologi dari para peneliti dan inovator kita untuk diinkubasikan, diterapkan, dan diindustrikan.

Kedua, BRIN harus berani memotori akuisisi teknologi maju yang belum kita miliki dan kemudian mengembangkannya. Mungkin saja teknologi yang kita butuhkan belum diproduksi di dalam negeri. BRIN harus menyiapkan strategi akuisisi yang cepat dan akurat. Kita tidak boleh terus menerus menjadi konsumen teknologi, kita harus menjadi produsen teknologi dan bahkan semakin berdaulat dalam hal teknologi.

Saya yakin dengan pasar Indonesia yang besar dan juga dengan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, kita mempunyai leverage yang kuat untuk bernegosiasi. Cari cara-cara cerdas untuk melakukan akuisisi teknologi secara murah dan menjadikan kita sebagai produsen teknologi yang mandiri.

Ketiga, di era digital sekarang ini saya yakin sangat mudah bagi BRIN untuk menjadi pusat kecerdasan pengembangan teknologi Indonesia. BRIN harus mampu mengorkestrasi sumber daya manusia, infrastruktur, program dan anggaran agar menjadi kekuatan besar untuk menghasilkan karya nyata yang menyejahterakan rakyat. BRIN harus segera menyinergikan peneliti di lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, startup teknologi, talenta, diaspora, dan anak-anak muda yang sangat militan.

Terakhir, saya sampaikan selamat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-26. Mari kita konsolidasikan kekuatan nasional kita untuk menjadikan kita sebagai produsen teknologi bagi Indonesia yang tangguh, Indonesia yang maju, Indonesia yang terus tumbuh.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Om santi santi santi om.

Sambutan Terbaru