Peringati Hari Sumpah Pemuda, Istana Kepresidenan Suguhkan Pagelaran “Nusantara Berdendang”

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Oktober 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 24.855 Kali
Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi serta Wapres didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla tiba di tempat pertunjukan "Nusantara Berdendang", di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/10) malam. (Foto: Humas/Oji)

Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi serta Wapres didampingi Ibu Mufidah Kalla tiba di tempat pertunjukan “Nusantara Berdendang”, di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/10) malam. (Foto: Humas/Oji)

Istana Kepresidenan mempunyai cara tersendiri dalam memperingati 88 Tahun Hari Sumpah Pemuda yang ke-88. Jumat (28/10) malam, di halaman Istana Merdeka yang telah disulap menjadi sebuah panggung pertunjukan, disuguhkan  pagelaran seni dan budaya dengan tajuk “Nusantara Berdendang”.

Kemeriahan acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan kumandang lagu Indonesia Raya. Setelah itu penonton disuguhi pertunjukan tari Pa’jaga Makkunraev dari Sulawesi Selatan. Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negera Iriana Joko Widodo beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla nampak menikmati suguhan di tribun penonton berbaur dengan tamu undangan dan masyarakat yang antusias menyaksikan pagelaran.

Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Lilyana Natsir dan Tontowi Ahmad turun ambil bagian dalam pagelaran ini dengan membacakan naskah Sumpah Pemuda.

“Pertama, kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua, kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga, kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia,” ujar kedua atlet bulutangkis andalan Indonesia ini dengan lantang membacakan keputusan Kongres Pemuda dan Pemudi Indonesia di tahun 1928.

Melanjutkan kemeriahan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 ini, ditampilkan pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Tari Topeng Betawi dari DKI Jakarta, Gandrung dan Kutulan dari Banyuwangi, Wayang Ajen, dan Tari Tua Reto Lou dan musik sasando dari Nusa Tenggara Timur.

Turut menyemarakkan panggung, pertunjukan Tari Piring dari Sumatera Barat,  Tari Hudog dari Kalimantan Timur, Tari Topeng Ireng dari Boyolali, serta Tari Mambri dari Papua. Mengakhiri pagelaran “Nusantara Berdendang” ini disuguhkan medley lagu-lagu daerah di mana seluruh berkolaborasi dalam satu koreografi.

Video Mapping

Video Mapping visualisasi Napak Tilas Sumpah Pemuda (Foto: Humas/Nia)

Video Mapping visualisasi Napak Tilas Sumpah Pemuda (Foto: Humas/Nia)

Selain pertunjukan seni dan budaya daerah, kemeriahan pagelaran “Nusantara Berdendang” juga ditunjang dengan suguhan video mapping. Bangunan Istana Merdeka menjelma menjadi sebuah layar raksasa yang menayangkan visualisasi napak tilas Sumpah Pemuda dan perjuangan para pemuda di tahun 2018.

Tidak hanya itu, video mapping juga menjadi latar belakang setiap pertunjukan tarian dengan menampilkan visualisasi sesuai dengan tarian yang dipertunjukkan seperti visualisasi Rumah Gadang, Motif Batik, dan lain sebagainya.

Turut hadir dalam acara ini Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (UN)

Berita Terbaru