Pernyataan Pers Presiden RI terkait Pelaksanaan KTT G20 di Bali, di Media Center G20 Bali, BICC, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, 16 November 2022

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 16 November 2022
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 3.256 Kali

Selamat sore.
Kepemimpinan Indonesia telah berhasil menghasilkan deklarasi pemimpin G20, G20 Bali Leaders’ Declaration yang awalnya diragukan oleh banyak pihak. Deklarasi terdiri atas 52 paragraf, dan paragraf yang sangat diperdebatkan adalah penyikapan terhadap perang di Ukraina.

Diskusi mengenai hal ini berlangsung sangat-sangat alot sekali dan akhirnya para pemimpin G20 menyepakati isi deklarasi, yaitu condemnation perang di Ukraina karena telah melanggar batas wilayah, melanggar integritas wilayah. Perang ini telah mengakibatkan penderitaan masyarakat dan memperberat ekonomi global yang masih rapuh akibat pandemi, yang menimbulkan risiko terhadap krisis pangan, krisis energi, dan potensi krisis finansial.

Oleh karena itu, G20 membahas dampak perang terhadap kondisi perekonomian global. Dan, beberapa hasil yang konkret telah dihasilkan, terbentuknya pandemic fund yang sampai hari ini terkumpul USD1,5 miliar. Kemudian, pembentukan dan operasionalisasi resilience and sustainability trust (RST) di bawah IMF sejumlah USD81,6 miliar untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis. Kemudian juga, Energy Transition Mechanism, khususnya untuk Indonesia, memperoleh komitmen dari just energy transition partnership (JETP) sebesar USD 20 miliar.

Komitmen bersama, setidaknya 30 persen dari daratan dunia dan 30 persen lautan dunia dilindungi di tahun 2030. Ini sangat bagus. Dan, melanjutkan komitmen mengurangi degradasi tanah sampai 50 persen tahun 2040 secara sukarela. Saya kira hasil yang konkret itu, meskipun banyak sekali sebetulnya hasil-hasil yang lainnya.

Saya rasa itu.

Sui Lee (The New York Times)
Thanks, Pak Jokowi. I am Sweety from The New York Times.

I wanted to ask about the missile strike in Poland. Will you worry that you know those events in Poland would have derailed your agenda in the G20? Thank you.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
First, I regret the incident in Poland. I call all parties to remain calm and refrain from escalating tension. I always state that war will only bring devastation. Therefore, we must stop the war. And President Biden himself has already said that the missile is unlikely coming from Russia.

Dito (Kompas TV)
Terima kasih, Pak Jokowi, saya Dito dari Kompas TV. Mungkin pertama, saya ingin mengucapkan selamat karena selama berlangsungnya KTT berjalan dengan aman walaupun di tengah situasi geopolitik yang eskalasinya cukup meningkat ya, Pak, ya.

Pertanyaan saya sederhana, Pak. Tadi kan sudah disebutkan bahwa deklarasi ini namanya Bali Leaders’ Declaration, ini deklarasi yang pertama yang dapat diwujudkan sejak bulan Februari 2022. Tadi pun kita sudah dapat drafnya Pak, memang betul terakhir komunike itu terjadi pada tahun pada bulan Februari 2022.

Pertanyaan saya sederhana Pak. Apakah kemudian Bali Leaders’ Declaration ini betul-betul disepakati oleh seluruh ketua atau pun kepala negara anggota KTT G20, termasuk Rusia? Apakah Rusia juga turut menyepakati hal ini? Kemudian juga mungkin bisa dijelaskan, Pak. Ini kan mungkin judulnya memang tidak terlalu penting, Communiqué Leaders’ Statement, memang tidak terlalu penting. Tapi bisa ditekankan, apakah Bali Leaders ini sama dengan komunike atau seperti apa? Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya. Jadi paragraf yang sangat diperdebatkan itu memang hanya satu, satu paragraf, yaitu penyikapan terhadap perang di Ukraina. Sampai tengah malam, kita berbicara mengenai ini dan akhirnya Deklarasi Bali dicapai melalui konsensus. Kami menyepakati bahwa perang berdampak negatif pada ekonomi global, kira-kira itu. Kemudian, pemulihan ekonomi global juga tidak akan tercapai tanpa perdamaian. Oleh sebab itu, di pembukaan saya sampaikan, saya menyerukan agar perang dihentikan.

Selain deklarasi, para pemimpin juga telah menyetujui untuk menghasilkan kerja sama konkret di bidang kesehatan. Tadi sudah saya sampaikan, hasilnya USD1,5 miliar untuk Pandemic Fund dan transisi energi, serta transformasi digital. Dan, ada perwakilan Rusia yang hadir di KTT saat itu. Meskipun alot, tetapi telah disahkan.

Saya kira cukup. Nanti untuk selanjutnya, biar para menteri yang bisa menjelaskan. Tetapi, tadi saya tambahkan bahwa G20 itu adalah forum ekonomi, forum finansial, forum pembangunan, bukan forum politik. Jadi, jangan ditarik-tarik ke politik.

Saya kira itu, ya. Terima kasih.

Keterangan Pers Terbaru