Pernyataan Presiden Joko Widodo pada Pernyataan Bersama Presiden Republik Indonesia dengan Perdana Menteri Malaysia, 29 Juni 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Juni 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 4.189 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Merupakan kehormatan bagi Indonesia untuk menerima kunjungan Bapak Perdana Menteri Malaysia Dr. Tun Mahathir Mohamad.

Dan Indonesia merupakan negara pertama di ASEAN yang dikunjungi oleh beliau, Bapak Tun Mahathir setelah beliau memangku jabatan sebagai Perdana Menteri.

Saya ingat betul tahun 2015, saat saya berkunjung ke Malaysia, ke Kuala Lumpur, saya diajak oleh Bapak Tun Mahathir untuk test drive mobil proton. Disetiri sendiri oleh Bapak Tun Mahathir dengan kecepatan 180 km/jam. Sangat cepat sekali. Tapi saya tidak takut, saya tidak khawatir karena drivernya adalah Bapak Tun Mahathir. Kalau drivernya bukan beliau saya kira saya takut.

Tadi kita sudah bicara banyak dengan beliau dan delegasi. Intinya kita memiliki komitmen yang sama mengenai good governance, mengenai pemberantasan korupsi, mengenai isu pentingnya konektivitas dan penyelesaian yang berkaitan dengan perbatasan. Satu-persatu akan mulai kita bahas di forum-forum di tingkat menteri. Kita juga berbicara untuk bekerja sama, bersama-sama di perbatasan sehingga keuntungan akan didapat oleh Malaysia maupun Indonesia.

Kemudian yang kedua, kami tadi juga menitipkan untuk perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia dan juga pembangunan sekolah-sekolah bagi anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.

Yang berkaitan dengan internasional, kami tadi juga berbicara mengenai Laut China Selatan. Dan kita memiliki komitmen yang sama bahwa penyelesaian lewat dialog yang berbasis kepada hukum-hukum internasional akan kita kedepankan.

Saya rasa itu sedikit yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kami persilakan Bapak Tun Mahathir.

Transkrip Pidato Terbaru