Pernyataan Presiden RI terkait Kewaspadaan Terhadap COVID-19, 2 Mei 2021, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Mei 2021
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 258 Kali

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak-Ibu dan saudara-saudara sekalian,

Pandemi COVID-19 masih nyata ada di negara kita. Oleh sebab itu, kita harus tetap benar-benar waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19.

Memang, kurva kasus COVID-19 di tanah air sudah melandai sejak penerapan PPKM skala mikro dan dimulainya program vaksinasi. Memang, tren kesembuhan terus meningkat dan bahkan hari ini jumlah kasus aktif berada di 100 ribu orang. Kemudian ada penurunan kasus harian, tapi jangan dulu berpuas diri, jangan optimisme berlebihan, jangan merasa situasi sudah terkendali, jangan merasa sudah aman.

Belum. Upaya menekan kasus aktif ini harus terus dilakukan, harus terus dilakukan, dan sangat bergantung dengan kedisiplinan kita, kita semua dalam menjalankan protokol kesehatan.

Iya. Kita semua, baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin, baik yang berada di Zona Merah, Zona Oranye, Zona Kuning, dan Zona Hijau harus tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Bapak-Ibu dan saudara-saudara sekalian,

Kemampuan kita menekan penyebaran COVID-19 ini juga sudah mulai menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah. Saya melihat momentum ini harus kita jaga bersama-sama. Saya minta kepada gubernur, bupati, wali kota untuk terus mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dan juga bersinergi dengan pemerintah pusat, dengan melarang mudik warganya pada lebaran tahun ini.

Sekali lagi saya tegaskan, prioritas nomor satu tetap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Taatilah protokol kesehatan, jangan lengah, jangan menganggap remeh, dan tetap waspada. Bersama-sama insyaallah kita mampu mengatasi ujian dan cobaan yang berat ini.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Transkrip Pidato Terbaru