Persaingan Antar Negara Makin Sengit, Presiden Jokowi: Kita Harus Fokus pada ‘Core Economy’

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 33.865 Kali
Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9) pagi. (Foto: Agung/Humas)

Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9) pagi. (Foto: Agung/Humas)

Setelah kembali dari kunjungan kerja ke luar negeri sejak Jumat (2/9) lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9) pagi.

Dalam pengantarnya  Presiden Jokowi mengemukakan, dari pertemuan-pertemuan yang dilakukannya dengan Kepala-Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, baik di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hangzhou, RRT, maupun di ASEAN Summit, Laos, sangat kelihatan sekali, betapa sekarang ini persaingan antar negara sangat sengit.

“Betapa kompetisi antar negara sangat sengit. Betapa nanti pertarungan antar negara dalam hal perebutan kue ekonomi, baik berupa investasi, baik berupa arus uang masuk, arus modal masuk itu, sangat sengit, sangat sengit sekali,” tutur Presiden.

Presiden menekankan, kita harus menentukan, harus fokus, apa yang akan menjadi core ekonomi kita, core business negara kita.

Dengan fokus itulah, Presiden meyakini pemerintah akan bisa membangun positioning, membangun diferensiasi, dan membangun brand negara. “Sehingga mudah kita, lebih mudah kita menyelesaikan persoalan-persoalan, tanpa harus kita kejar-kejaran apalagi kalah bersaing dengan negara lain,” tutur Presiden.

Pada Sidang Kabinet Paripurna kali ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyampaikan perjalanan 71 tahun ekonomi Indonesia. “Akan kita lihat sebetulnya, terletak dimana yang harus diperbaiki, dimana yang harus kita waspadai”, tutup Presiden.

Selain membahas hasil kunjungan kerja Presiden ke Tiongkok dan Laos, Sidang Kabinet Paripurna kali ini juga akan membahas evaluasi kebijakan ekonomi.

Sidang Kabinet Paripurna ini dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, seluruh jajaran Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BIN Sutiyoso. (RMI/ES)

Berita Terbaru